Dongeng untuk Malika - Meong Manis Menangis



Meong Malika adalah meong kecil yang sangat manis.Walaupun meong Malika manis tapi meong Malika ga suka makanan manis, dan justru sukanya sayur buncis.

Meong Mumun dan Meong Ayah sangat menyayangi Meong Malika. Setiap bangun tidur dan sebelum tidur, Meong Mumun dan Meong Ayah pasti menjilati Meong Malika sebagai tanda sayangnya. dan Meong Malika pun akan membalas dengan berkata "i love youuuu"

Seperti hari-hari yang lain, Meong Malika bermain seluncuran di depan rumah bersama Meong Teteh dan Meong Marsha. Mereka berlarian sambil tertawa tawa, sungguh riuh permainan mereka. Meong Mumun hanya mengamati sambil menumis sayur buncis kesukaan meong Malika sambil terus berpesan
"Hati hati Malika"
"Iyaaa, Mumun "

Meong Teteh, Meong Marsha dan Meong Malika bergantian secara tertib menunggu antrian berseluncur. Hingga tiba-tiba datanglah Meong Bibi mengajak bermain di tempat pasir.
"Ayo, kita bermain di pasir, kita bikin istana pasir"
"Ayooo kita bermain di pasir yuuk" Meong Teteh mengiyakan ajakan Meong Bibi
"Tapi...kata Mumun jangan bermain di pasir..itu kotor dan banyak batunya..."
Meong Malika teringat pesan Meong Mumun untuk tidak bermain di gundukan pasir dekat pembuangan sampah.
"Ah, Malikaaa...kita kan cuman bermain sebentar, ayook kita main di pasir"
Meong Bibi menarik tangan Meong Malika yang tanpa dibantah diikuti oleh Meong Malika dan teman temannya.

"Tuh kan...main dipasir kan enak, kita bisa bikin istana pasir nih"
Meong Teteh, Meong Marsha dan Meong Malika akhirnya ikut bermain bersama Meong Bibi di pasir dan mereka berlarian di pasir sambil sesekali melemparkan pasir yang bertaburan.

hingga tiba-tibaaa...
"Aduh, mataku kemasukan pasir..." Meong Marsha berseru
"Hiiii, kakiku menginjak kotoran...aduuuhhh..." Meong Teteh mulau ikutan mengeluh
Meong Malika segera mendekat ke arah Meong Vina dan Meong Marsha untuk melihat mereka.
"Ah, kalian mengeluh aja" ejek meong Bibi dan malah melempar pasir ke arah kerumunan meong Meong Teteh, Meong Marsha dan Meong Malika
 "Bibi, kamu keterlaluan" Meong Malika marah dan mulai mengejar Meong Bibi
Meong Bibi justru berlari kencang
Saat mengejar Meong Bibi, Meong Malika tiba tiba
BRUKKK
"Aduh..aduuuhhh..."
Meong Malika mengadu, kakinya tersandung batu, hingga darah pun mulai bercucuran dari cakar kecil Meong Malika
" Sakiiiiiittt..."
Meong Malika berteriak kencang hingga Meong Mumun tergopoh gopoh keluar rumah.
"Masya Alloh, Malika sayang kenapa?"
"Huhuhuuu, Malika jatuh Mun"

Meong Mumun segera mengambil peralatan obat-obatan dan mengobati meong Malika dan Meong Marsha yang matanya kemasukan pasir juga membersihkan kaki Meong Teteh.
saat semuanya tenang, Meong Mumun mulai berkata
"Meong Meong Manis, kalian jangan menangis ya...lain kali hati hati jika bermain dan dengarkan jika Meong Mumun sudah melarang untuk bermain di pasir kotor " 

Serempak para Meong Manis itu menganguk
" Iya, Mumun"

"Nah ini susu buat kalian, sekarang habiskan susunya ya"
meong meong Manis langsung merasa senang mendapat susu dan segera menghabiskannya dan berjanji dalam hati bahwa mereka tidak akan main di pasir kotor lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Hati

Lipstick merah

Kukingfun : Cupcake