7 Tips Menjaga Penikahan Bahagia Tetap Bahagia.

 

Siapa sih yang tidak mau hidup berbahagia dengan pasangannya? Pernikahan bahagia menjadi dambaan setiap orang, namun banyak yang bilang memulai pernikahan itu mudah, mempertahankannya yang sulit. Perjuangannya adalah setelah akad nikah bukan hanya membawa pujaan hati ke depan penghulu ya gaes.

Karena sejatinya pernikahan adalah menyatukan dua orang di bawah satu atap dan menaruh semua masalah dunia di atas kepala mereka. Dimana kedua orang tersebut diharapkan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Karena percayalah, bantuan orang ketiga dalam pernikahan hanya akan membuat pernikahan itu menjadi terlalu ramai untuk dijalani.

Jadi bagaimana mempertahankan pernikahan yang bahagia tetap bahagia? Apa saja yang harus dilakukan untuk mempertahankan pernikahan? Yuk mari kita jabarkan 7 tips penting ini untuk pernikahan jangka panjang yang bahagia.

 

1.       Menjadi teman terbaik.

 

Menurut penelitian kepuasan hidup pada orang yang menikah menjadi dua kali lebih besar ketika mereka merasa telah menikahi teman terbaik mereka. Ibarat sebuah rumah, pernikahan yang dilandasi oleh pertemanan akan memperkuat bangunan rumah tersebut. Namun, penting untuk diingat bahwa teman terbaik tidak berarti hanya memiliki satu teman saja. Pasangan juga perlu memiliki jarak satu sama lain, ga perlu lah luntang lantung berduaan terus kayak Upin Ipin. Me time itu penting gaes, sehingga memiliki teman atau keluarga yang dapat diandalkan sangat membantu kewarasan dalam melalui badai rumah tangga.

 

2.       Berpikir sebagai team.

 

Sebuah pernikahan adalah sebuah team work. Suami Istri ibarat panci dan tutup panci. Saling melengkapi. Maka dalam mengambil keputusan yang diutamakan adalah demi kepentingan bersama. Tak ada lagi istilah kepentinganmu dan kepentinganku, yang ada hanyalah “kita” sebagai team. Percayalah, hubungan akan sukses jika pasangan merasa didukung satu sama lain. Tak ada dukungan yang paling penting, selain dukungan dari kekasih hati.

 

3.       Berpikiran positif.

 

Berpikiran positif bukan hanya mempercayai bahwa pasangan tak akan selingkuh atau menyakiti, tapi lebih ke arah percaya diri dalam kemampuan untuk saling membahagiakan satu sama lain. Seperti yang disebutkan dalam Murphy’s Law, If anything can go wrong, it will. Maka jangan sampai terpikirkan hal negative dalam pernikahan. Tanamkan pikiran positif dan saling percaya terhadap pasangan yang telah dipilih sehingga akan memperkokoh pernikahan hingga maut memisahkan, amien.

 

4.       Mengelola stress

 

Stress bisa dari mana saja. Urusan pekerjaan. Urusan anak. Urusan tagih menagih. Hingga nyinyiran tetangga semuanya bisa membuat emosi naik turun laksana roller coster. Namun jangan sampai stress karena urusan luar rumah terbawa hingga ke rumah dan mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Jangan…Coba latihan tarik nafas. Satu..dua..tiga…sebelum ngomong. Memastikan apa yang akan terucap sudah dipikirkan matang. Jika masih stress, mending rebahan dulu lah.

 

5.       Menangani konflik bersama.

 

Namanya pernikahan ada pasang surutnya. Ada senang ada sedih. Apapun itu, harus dihadapi bersama. Berdua memikirkan solusi bersama. Bukan salah satu menyerah dan berkata, terserah lo aja. Lah kog enak. Jika memang dirasa konflik terlalu besar dan membutuhkan dukungan keluarga, ya mbok didiskusikan terlebih dahulu antar suami istri. Memang kemampuan dalam menangani konflik bersama membutuhkan tingkat kedewasaan yang tinggi. Harus berani sabar. Kalau ga mau sabar ya mending main kebut-kebutan motor aja.

 

6.       Menikmati waktu bersama.

 

Sekadar jalan berdua ke pasar juga salah satu moment kebersamaan. Atau nonton film bareng di rumah disaat anak-anaknya bobo cantik, juga oke. Ga perlu fancy dinner buat menikmati waktu bersama. Yang penting saat hati beradu, tahi ayam juga di rasa madu. Bisa lah di atur, untuk jadwal nge-date setelah pernikahan, selama anak-anak bisa dititipkan kepada yang terpercaya, sehingga sparkling cinta di hati akan selalu terjaga, uhuuuy.

 

7.       Berbagi pandangan.

 

Namanya dua orang yang dibesarkan dalam keluarga berbeda, akhirnya tinggal bersama dengan 24 jam 7 hari seminggu bersama mengurus rumah tangga. Pastinya ada perbedaan pandangan. Entah cara mendidik anak, cara makan bubur, atau sekedar menaruh handuk di kasur atau di jemuran. Maka penting untuk selalu meng-up to date pasangan hidup akan pemikiran-pemikiran individu. Tidak harus memaksakan salah satu pandangan. Yang penting pasangan merasa nyaman dengan pilihan masing-masing pandangan jikalau pandangannya tak mampu disamakan. Ingat! Komunikasi adalah koentji.

 

Okey, itu tadi 7 tips menjaga penikahan bahagia tetap bahagia.Tiap rumah tangga memiliki kisah tersendiri, tergantung bagaimana mau dikemas menjadi Bahagia ataupun super Bahagia. Semua ada caranya masing-masing. Semoga 7 tips ini bisa refreshment bagi para keluarga Bahagia. Ciao.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Hati

Lipstick merah

Kukingfun : Cupcake