4 Teknologi Pengelolahan Sampah Terbaru
Dengan diprediksinya
jumlah penduduk bumi menjadi 8 Milyar penduduk oleh PBB, membuat persoalan
sampah semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, rata-rata
satu orang penduduk Indonesia menyumbang sampah sebanyak
0.7kg per hari. Yang artinya 5,6 juta ton sampah setiap hari!
Pemerintah Indonesia
sendiri telah mengeluarkan UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
yang berupa sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga dan sampah
spesifik. Dimana pada tahun 2021 volume sampah di Indonesia tercatat 68,5 juta
ton dan tahun 2022 naik mencapai 70 juta ton. Namun, ada 24 persen atau sekitar
16 juta ton sampah yang tidak terkelola.
Sehingga dari segi
pengelolahan, Indonesia masih memerlukan banyak terobosan pengolahan sampah. Teknologi
cangih akan diperlukan mendamping konsep reuse – reduce – recycle untuk
membantu pengelolahan sampah yang efisien dan efektif.
Berikut adalah empat
metode pengelolahan sampah paling baru yang digunakan saat ini.
1. Tempat Sampah Pintar / Smart
Trash Bin
Smart Trash Bin merupakan
tempat sampah pintar yang bertujuan untuk membantu pekerjaan petugas kebersihan
menjadi lebih efisien dan efektif. Saat ini banyak tempat sampah pintar yang
telah di jual di pasaran. Dari yang harganya ratusan ribu maupun puluhan juta.
Jenisnya pun bermacam-macam tergantung sensor yang dimilikinya. Semakin lengkap
sensornya, tentunya harga Smart Trash Bin juga semakin mahal. Ada yang
tutupnya bisa terbuka sendiri apabila ada orang yang akan membuang sampah. Ada
juga yang dapat memilah jenis sampah organik dan anorganik. Ada juga yang dapat
memilah sampah plastik, kertas dan kaleng secara otomatis.
2. Gasifikasi Plasma/ Plasma Gasification
Gasifikasi plasma merupakan suatu
metode efektif dalam menguraikan berbagai senyawa organik dan anorganik menjadi
elemen-elemen dasar dari sebuah senyawa, sehingga elemen-elemen tersebut dapat
digunakan kembali (reuse) dan didaur ulang (recycle). Sebuah
studi di Amerika menemukan bahwa gasifikasi plasma dapat menghilangkan 83 juta
ton emisi CO2 per tahun di California saja. Sehingga metode sampah Gasifikasi
Plasma bisa memberikan manfaat dari hasil akhir yang dapat digunakan kembali (reuse)
dan didaur ulang (recycle).
3. Pengumpulan Limbah Pneumatik/ Pneumatic Waste Collection
Sebagian besar di kota-kota mengunakan mobil pengangkut sampah berbahan
bakar fosil untuk mengambil sampah di lingkungan sekitar. Sistem ini menjadi
tidak efisien dan menimbulkan emisi, sehingga beberapa tempat mengadopsi
pendekatan baru. Mereka menggunakan penyedot vakum untuk mengambil sampah
melalui jaringan tabung pneumatik di bawah tanah. Tabung pneumatik ditenagai
oleh kompresor udara, sehingga meminimalisir konsumsi energi. Sistem ini juga
lebih cepat daripada metode pembuangan tradisional karena mengurangi waktu
transport dari mobil pengangkut sampah, sehingga memberikan lebih banyak waktu
bagi pabrik pengelola limbah untuk memilah sampah.
4. Mesin Kecerdasan Buatan/ AI Waste Sorting
Kesalahan dalam pemilahan sampah yang dilakukan oleh petugas kebersihan
dapat menyebabkan pembuangan sampah tidak tepat dan hilangnya kesempatan untuk
mendaur ulang. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pemahaman petugas
kebersihan maupun human error dalam pemilahan sampah. Ditambah kenyataan
bahwa pemilahan secara manual sangat tidak efisien dan mahal. Sehingga
kecerdasan buatan bisa memberikan solusi dalam pemilahan sampat lebih akurat. Aplikasi
kecerdasan buatan seperti mesin terprogram dapat membantu sistem otomatis
membedakan berbagai jenis limbah. Mesin ini kemudian dapat memilahnya dengan
lebih efektif dan memberikan informasi tentang hasil pemilahan sampah.
Perusahaan kemudian dapat memastikan bahwa mereka mendaur ulang semua yang
mereka bisa dan menghindari kesalahan yang berbahaya bagi lingkungan.
Teknologi Pengelolaan
sampah tidak harus mahal. Teknologi baru juga muncul setiap hari. Semakin
banyak teknologi pengolahan sampah akan membuat sampah diolah dan di daur ulang
semakin efisien dan efektif. Dan dunia pun
menjadi tempat yang lebih ramah lingkungan.
Komentar
Posting Komentar