diriku, dirinya dan dirimu

diriku, dirinya dan dirimu
berdiri dalam lingkaran yang sama
rasa yang juga sama
diriku terlalu mencinta dirimu
hingga buta bahwa dirinya telah bersama dirimu
diriku yang bodoh terus untuk percaya
suatu hari akan selalu bersama

diriku, dirinya dan dirimu
kembali dalam dilematik rasa
entah siapa yang harus memiliki siapa
selalu ada pertanyaan diantara
dan kembali, diriku yang bodoh terus selalu percaya
bahwa diriku dan dirimu akan kembali bersama

diriku, dirinya dan dirimu
entah kapan harus mengakhiri semua
yang jelas rasa itu terus ada
entah hingga suatu masa
ada yang menyerah diantara kita
dan apakah diriku yang terlalu bodoh untuk percaya
bahwa harus dirinya yang menyerah kalah untuk bersama

diriku, dirinya dan dirimu
ada diantara cinta
entah sampai kapan lelah ini akan berasa
entah siapa yang harus mengakhirinya
diriku, dirinya atau dirimu
diriku mulai lelah menanyakannya
masih, terus diriku yang bodoh percaya
masih ada keadilan untuk cinta kita

diriku, dirinya dan dirimu
menjalani semua metafora dalam dusta
haruskan diriku rela melepas dirimu saja ?
haruskan diriku menutup mata akan semua rasa yang ada?

diriku, dirinya dan dirimu
diriku tahu harus mengakhirinya
walau itu sungguh menyakitkan raga
dirimu dan dirinya yang telah dipersatukan Nya
tak mungkin ku ganggu selamanya
diriku sadar tak mungin selamanya hidup dalam kebodohan yang nyata
hingga diriku pun memutuskan sebuah rasa

diriku, dirinya dan dirimu

detik ini dan detik esok hanya ada diriku yang kembali dalam sepi 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Hati

Lipstick merah

Kukingfun : Cupcake