love will find you


sebuah perjalanan cinta

disana,
di titik pengharapan
ada seorang yang menunggumu
untuk dicinta dan mencinta
percayalah...

dan bila aku merindukanmu, akankah kau hadir sejenak?
---------------------
"Sis, gue pulang dulu ya"
"ehm...Okay, be carefull " sahutku
lalu melenganglah Rury melewatiku. sudah jam 8.30 rupanya, dan aku masih stuck dengan pekerjaanku. ku tenggok kiri dan kananku, kosong. sialan, anak anak sudah pada pulang rupanya.
New fashion memang kantor yang super sibuk, jam kerja kami harusnya cuma sampai jam 5 sore dari jam 8.30, tapi pada kenyataannya. jam 7 atau 8 malam pun belum merupakan jaminan kami bisa pulang.harap maklum, kami adalah agent di dunia garment. buyer kami rata2 dari luar negeri. aku sendiri menghandle brand Esprit, buyer dari german. dimana selisih waktu kami adalah 6 jam.jadi, bisa dibayangkan saja, kalau aku butuh clarify dengan buyer kami di German, mau tidak mau aku harus menunggu sampai mereka buka, yang notabene berarti aku mulai bekerja jam 2 siang.

"pak mansyur...bapak kesini donk...temenin Siska. Siska banyak kerjaan ni.." dengan suara manja aku menelpon satpam di kantor kami. Pak mansyur adalah orang yang paliiiing baik yang ku kenal. soalnya dia selalu mau menemaniku jika aku lembur dikantor. walaupun nantinya dia hanya duduk di pojok ruangan sambil menonton tivi. tapi rasanya bahwa masih ada orang dalam ruangan bisa membuatku nyaman. oke lah, aku jujur, aku emang penakut :-).

"neng, jangan seringan pulang malem. apa ga kasian ma pacarnya ?" tiba tiba pak mansyur berkata
"ih, bapak...Siska kan ga punya pacar, jadi ga ada yang perlu dikasianni " jawabku cepat, sambil aku masih saja sibuk menghitung costing garment. Kutu kupret, ternyata buyer ingin packingnya diubah menjadi hanging. otomatis aku harus mencari supplier hanger nih.
" yaah..neng..kalo neng di kantor ampe malem, pantes aja neng ga punya pacar" logat sunda pak mansyur kental berkata "....." diam aku tak menyahut, satu sisi pikirku lagi sibuk menghitung harga hanger, satu sisi lagi dari otakku, berpikir "bener juga tuh, gara-gara sibuk kerja, gue ga sempet cari pacar"
" contoh tuh bapak neng..bapak mah kerjanya dibikin sante..yang penting ada duit buat dapur ngebul. yang jelas waktu ama keluarga itu sangat berharga loh neng..kalo bapak, ngapain juga harus ngelembur. rugi atuh neng"
" ih, pak masyur cerewet ah.., siska lagi mo konsentrasi ne..tar kalo itungan siska salah gimana " aku memandang pak mansyur dengan mengeluarkan cemberutanku yang paling manis ( emang ada cemberut yang manis ? )
" aduh..neng geulis...bapak gak percaya kalo neng blom ada pacarnya.." kali ini pak mansyur tertawa terbahak bahak

---------------------
malam itu aku pulang jam 11 malam, untung apartement ku dekat di belakang kantor. cukup jalan kaki 10 menit sampai di apartement, lingkungan di daerah situ pun aman biar malam tetap saja ramai. para warga banyak yang sudah aku kenal, maklum aku sendiri sudah tinggal disana selama 3 tahun semenjak aku bekerja di New fashion. apartement ku sangat nyaman, mencari apartement memang seperti mencari jodoh saat mendapatkan tempat ini dulu, aku merasa sangat beruntung karena mendapatnya apartement dengan lokasi yang sangat strategis . for information saja, di depan apartementku ku ada mesjid dan juga banyak tempat makan bertebaran. Dan juga yang paling penting, cukup jalan 5 menit dari mall Ambasador. Namun harus aku akui, tempat ini tidak sepenuhnya dari hasilkerja kerasku. orang tuaku turut memberikan andil dalam uang muka apartement ini. orang tuaku sendiri merupakan salah satu tetangga Pak SBY di Cikeas, Bogor. kadang aku tiap akhir pekan aku pulang. cuma, lama kelamaan aku malas untuk pulang. gara gara setiap kali pulang hanya disuguhi pertanyaan basi " kapan kawin " !!. 2 adik laki laki ku semuanya sudah menikah, hingga hanya aku yang menjadi tanggungan orang tua. satu satunya anak perempuan yang malah belum nikah.

sebenarnya aku cape. selama 3 tahun, rutinitasku sama. pulang jam 10 malam paling cepat.pulang, mandi, sikat gigi dan tidur. oya, sholat kalo ingat. pagi bangun jam 8, nonton kiss, mandi dan berangkat. sebelum sampai kantor biasanya mampir ke Michelle beli roti gandum. aku tidak mengkonsumsi coffe, cafeinnya membuat ku takut. semenjak umur 30, aku mulai menerapkan pola hidup sehat. lumayan lah, program ini bisa bertahan hampir selama 2 tahun ini.

---------------------
"Sis, gue minta roti lo donk, laper ne" tau tau aja si Herman gembil mengambil roti gandum ku dan ngacir mendekati Titik, disana dia mencowel nasi uduk Titik.
"aduh...Pan Brothers kog lama banget si bikin samplenya. ga tau ya kalo sale garment nya minggu ini " dengan heboh Dian berjalan ke arah ruangan Shierly. kali ini dia pasti minta back up dari Shierly untuk membantu ngepush samplenya agar dapat dikirimkan lebih cepat.
suara ketak ketik komputer membahana di seantero ruangan, bunyi dering telpon sedari tadi seakan sambung menyambung. beginilah aktifitas New Fashion di pagi hari. sibuk.
" shit, email gue hang lagi" bunyi bantingan keyboard seketika langsung membahana. Rury si temperamen sudah mulai beraksi.
"pak Andri..email gue kenapa nih? " segera Rury menelpon pak Andri, IT kami.
"Rur, slow down dikit napa ? " aku mulai complain. harap maklum, mejaku dan meja Rury berhadapan.
"elo, ne ya..kagak bisa care dikit ma temen, liat gue lagi sengsara malah dimarahin ! " sembur Rury
oke..aku yang kudu slow down kalo situasi mulai memanas.
"ya..bukan gitu Rur...sabar donk..tar keriput lo nambah lagi " setengah becanda aku berusaha mencairkan suasana. yang hasilnya segera dibalas olah pelototan dari Rury.
dan aku hanya tertawa

biar kerjaan sibuk, penuh dengan pacuan adrenalin tapi aku menyukai pekerjaan ini. sudah hampir 10 tahun aku bekerja di dunia garment. awalnya dulu kerja di garment, karena Busana Perkasa Garment adalah satu satunya perusahaan yang mau menerimaku setelah aku hampir putus asa mencari kerja. track record ku adalah menjadi kutu loncat selama 7 kali, hingga akhirnya aku memutuskan New Fashion adalah pelabuhan terakhirku. dimanapun kita kerja, semua akan sama saja. kebetulan, di New Fashion gaji dan fasiltas yang ditawarkan cukup oke dibanding garment yang laen. so, akhirnya new Fashion adalah perusahan yang paling lama aku jalani sepanjang sejarah karirku.

"mba Siska, ada tamu dari Millenium. saya sudah minta mereka untuk menunggu di meeting room 3" Titik asistenku menginformasi
"oya, baik. saya akan segera menemui mereka" aku segera mengambil berkas berkas kerjaku
" Tik, jangan lupa bawa sample fabric antistatic yang mau dicomplain ke Millenium " instruksiku
meeting bersama John Sho dari Millenium menghabiskan waktu hampir 2 jam. pihak dari pabrik garment kami Masterindo juga datang. gara gara fabric dari Millenium gagal melewati test antistatic di german, kami terancam cancel order padahal garment 50ribu pcs sudah berangkat by sea minggu kemarin.
"miss Siska, tolonglah..jangan sampai kami kena claim " dengan aksen korea John berusaha merayuku.
"aduh..John, how many times i have to inform you, your fabric quality never been improve. i face so many problem with you!" setelah menarik nafas ku sambung lagi kekesalanku " labdip dari millenium selalu lama, qualitynya masalah, delivery kain juga selalu delay. saya jadi pusing"
"miss Siska, we will improve lah...don't worry, i will take care for future. but please, don't give any claim to us "
" i don't know , John. all depends on buyer. we' ll see " kataku memutuskan pembicaraan.
"mba, kita ga usah kerja sama ma Millenium aja deh.." Titik berbicara berbisik padaku saat kami keluar dari meeting room 3.
"kesel saya mba, kalo kerja ma mereka " complain Titik. Titik masih muda. umurnya baru 26 tahun. tapi anaknya sudah 2. kadang aku iri padanya. aku tau dia bekerja hanya untuk mengisi waktu, anaknya yang paling kecil sudah TK. dan mertuanya sangat lapang dada untuk mengurus cucu-cucunya. apalagi suaminya Titik yang bekerja di Toyota sangat pengertian.dulu suami Titik adalah pacarku.

aku ingat waktu Adhi melamarku, waktu itu umurku baru 26 tahun. kami dulu teman kuliah, sedari dulu aku tau Adhi memiliki perasaan khusus, tapi bagiku hubungan kami hanya biasa saja. tidak ada ketertarikan fisik diantara kami.mungkin aku yang bermasalah, yang saat itu masih karir oriented. lamaran Adhi kutolak mentah mentah, aku tidak sanggup jika harus memikirkan untuk tidur bersama seseorang yang tidak membuatku bergairah.lalu akhirnya Adhi menikah dengan Titik, tetangganya yang saat itu baru berusia 20thn.dunia serasa begitu sempit, saat aku masuk di New fashion, ternyata aku pun bertemu dengan Titik.

---------------------
"Sis, gue pengen jatuh cinta " Rury memecahkan keheningan
kulirik Rury sekilas, mataku masih terpancang pada komputerku.
" ga kapok lo, disakitin cowok lagi ? ", Rury sudah pernah menikah, tapi akhirnya bercerai saat tau suaminya selingkuh dengan pembantunya. cerita klise.
" gue emang masih trauma... tapi gue lebih ga pengen sendirian "
"...."
"umur gue udah 38, gue pengen punya anak. kalo udah umur 40 kan susah punya anaknya" lanjut Rury
"kalo lo, pengen punya anak, adopsi aja. banyak anak2 yang butuh kasih sayang tapi terlantar di panti asuhan. ambil aja atu"
"...."
"hoi, kog diem...malah gampang kan, lo ga usah sakit sakit melahirkan? "
"...."
"kog, lo jadi diem? ", penasaran aku melirik ke arah Rury, kali ini tubuh kami saling berhadap hadapan.
"tapi gue pengen ngelahirin..."
lalu aku speachless

anak, sapa sie yang ga pengen punya anak? punya suami yang care? punya keluarga bahagia ? but for me, it's sound like fairy tale. aku sudah mengubur mimpi mimpi ku semenjak hubunganku dengan Maikel kandas.

cerita bermula waktu aku berlibur ke semarang. sebenarnya kepergianku untuk menghadiri pernikahan salah seorang sahabat jaman kuliah di salatiga. mumpung, aku pun melanjutkannya dengan liburan di semarang. sekedar mencoba tahu gimbal dan menyambangin klenteng Sam Pho Kong. lalu, di pojokan On On Pub, aku bertemu dengannya. dia tampan, rambut dan matanya coklat, dengan dagu kokoh dan bekas cukuran di dagunya membuat tubuh atletisnya menjadi impianku akan cowok ideal. aku yang saat itu duduk sendiri hanya tersenyum saat dia menyapa untuk duduk disampingku.liburanku pun menjadi tidak sendiri, karena Maikel yang saat itu menjabat sebagai manager hotel Grand Candi, selalu siaga untuk mengantarku berkeliling Semarang.1 minggu di Semarang bagiku bagai surga dunia. hubungan kami berlanjut dengan pacaran jarak jauh selama 3 tahun. saat itu aku sampai menghabiskan hampir seluruh gajiku untuk biaya telpon dan pulang pergi ke semarang. kami bahkan sudah membahas untuk pernikahan, dekorasi rumah yang akan kami tempati, nama anak anak kami, semua pembicaraan masa depan sudah kami bahas. everthing goes so perfect, hingga suatu hari aku dilabrak oleh istri dan anaknya....

saat bertemu denganmu, ku tahu dirimu yang kumau
tapi ternyata dirimu tak bisa bersamaku
lalu aku pun kembali sepi, sendiri...

---------------------
to : 081807001234
from : 081328759541
lunch bareng yuk

hemmm..sms dari Doni

to : 081328759541
from : 081807001234
ok, dimana ?

to : 081807001234
from : 081328759541
di cafe wien aja. i pick you at 12 o clock. no delay

to : 081328759541
from : 081807001234
ok

dasar MD ( baca : Merchandiser ), selalu ga bisa dipercaya untuk masalah on time. kalo ada janji selalu aja molor. tapi Doni adalah pengecualian dari para MD. dia selalu datang on time. pada kencan pertama kami, aku membuatnya menunggu selama 1 jam, semenjak itu saat janjian, dia akan men follow up pada orang orang disekitarku untuk memastikan aku sudah berangkat atau belum. pernah disalah satu kencan kami, aku menelponnya dan mengatakan aku sudah on the way. dan ternyata dia menelpon ke pada satpam kantor untuk memastikan aku benar benar sudah on the way atau tidak. jadi yang terjadi adalah, Doni menelponku tiap 3 menit untuk memastikan aku benar benar sudah hengkang dari meja kerjaku. mengesalkan. tapi itu membuat pelajaran buatku untuk menghargai waktu. aku dan Doni bertemu 3 bulan lalu, di acara garment gathering, kumpulan orang orang yang berkerja di dunia garmen. Doni orangnya ramah dan rame, dia baru saja pindah ke Jakarta dari Singapore. saat itu kami langsung saja menjadi akrab, dan hubungan kami berlanjut ke lunch dan dinner.

" Cis, besok temenin Aa' ke kondangan ya "
" hem.."
" Dewi, temen kantor mo nikahan di Hotel Nikko, acaranya jam 7 malam minggu "
diam, aku masih saja sibuk memilah milah pepes peda ku
" Cis Cis..." aku sebenarnya benci saat Doni menyebutku Cis Cis. namaku Siska. tapi dia selalu memanggilku Cis Cis. seperti nama kucing saja.
" Cis cis ga ada acara kan malam minggu ? mau kan nemenin Aa' "
oke..sampai tahap ini aku mulai tidak tahan untuk tidak muntah.
" sebenarnya mo pulang ke Bogor " aku berbohong
" nanti dari kondangan kita kan masih bisa ke Bogor. Aa' kan bisa mengantarkan Cis. sekalian Aa' silahturahmi ama ortu Cis Cis..."
glek..kalo yang ini sinyal tanda bahaya mulai berbunyi..guing..guing....hey, somebody, please help me!!!
" aduh...ehm..ehm..ehm..." aku mulai batuk batuk. menurut penelitian, orang yang berbohong biasanya ditandai dengan batuk batuk kecil.
" kayaknya ga bisa, nyokap ma bokap mo ke Cirebon. makanya gue disuruh jaga rumah " lanjutku berbohong
" wah, bagus itu..berarti Aa' memang harus nemenin Cis Cis di Bogor biar Cis Cis ga kesepian donk " jawab Doni sumringah
aku ...#$@$^#^#&%#$ ...mati kutu!!!!

---------------------
"hahahaha" Rury tertawa terbahak bahak saat aku menceritakan akhir pekanku dengan Doni.
"be quite !!! everybody staring at us now !! "
saat itu aku, Rury dan Shierly sedang makan siang di kantin lantai 11 di Sentra Mulia.
" serious lo, dia mbawa ortunya ? " dengan tampang seperti ikan mas koki Shierly bertanya. diantara kami bertiga Shierly yang paling muda, setidaknya dia belum berusia 30. tapi harus aku akui, karirnya melesat bagaikan roket. diusia 27 tahun, dia sudah menjadi manager di New Fashion. diantara kami juga, Shierly lah yang paling menarik. tubuhnya munggil, dengan wajah imut, rambut sebahu di cat burgundy, dan selalu memakai rok mini jika ke kantor, shierly selalu menjadi pusat perhatian. berbeda dengan Rury, type cewek macho. maklum dia keturunan batak. rambut cepak, selalu mengunakan celana jeans dan kaos polo. dengar dengar sebelum dia bercerai, Rury adalah type cewek feminim, namun dia berubah 180 derajat semenjak perceraian. well, love can change everything. by the way, back again to the topic...
" gue juga kaget, waktu siang ternyata ortunya dateng, ampe kakak ceweknya juga ikutan. mereka bawa buah buahan plus makanan gitu. sumpeeh..gue ampe mo mati berdiri. lo, tau deh, nyokap gue kayak apa? "
" hahahahaaa, pasti mereka sudah mbahas tanggal pernikahan tuh.." sahut Rury sambil mengambil tissue untuk menghapus air matanya. keterlaluan, mentertawaiku sampai menangis!!
" nyokap gue jelas sumringah, tadi aja dia nelpon gue bilang ada kaen kebaya bagus. dia pengen gue pulang ke bogor buat ngeliat " kuraih aquaku dan meminumnya seteguk " bokap gue..lebih hebat lagi, tapi pagi bilang ma gue mo minta cat rambut gue, katanya mo ngecat rambut biar ga malu maluin pas nikahan gue "  kuteguk lagi aqua ku dan menyambung " iparku si Tria ampe ngirim email berisi tips menghadapi pernikahan, iparku yang satu lagi sms buat recomended wedding organization punya temennya " nafasku memburu saat berkata, cape, kesel ma kondisi keluargaku.
" loh, lo harusnya bersyukur Sis, keluarga lo care ma penikahan lo ", sok bijak Rury berkata
" sumpeh, sapa yang mo nikah ma Doni !!! "
" elo, sih..kemaren maen api. sekarang beneran apinya nyamber lo. dulu lo kan yang ngejer buat jalan ma Doni  " kata kata shierly membuatku teringat 3 bulan yang lalu, saat kami juga duduk makan siang di kantin lantai 11. waktu itu sehari sehabis acara garment gathering, dan kami saling membahas teman teman di garmen gathering.

( kilas balik 3 bulan yang lalu...)
" si Doni cakep juga " Rury membuka pembicaraan
" cakep....tapi kurang macho " sahutku
" imyaah, diah kamyak baibi.." Shierly menyahut dengan sibuk menguyah batagor
" apa??? kayak babi ??? " sentak Rury...
" Sher..lo makan..makan aja..ga usah nafsu ikut ngosip ..."  aku tertawa
" yeeh..elo..bilang aja kuping lo yang budek " bela Shierly sambil melap mulutnya" dia kayak bayi, mukanya kan baby face gitu " kali ini Shierly merengut
" tapi Doni keliatan lumayan buat dijadiin cemceman..." desisku
" cemceman..huu..elo tuh yah...dasar man killer, hahaha.." tawa Rury masih saja mengema
aku memang tidak punya pacar. tapi aku punya segudang janji dengan banyak laki laki di tiap weekend. aku bukan tidak laku, hanya terlalu banyak pilihan jadi memuatku malas untuk memilih.that's why i'm still single :-)
lalu, siang itu aku pun menelpon Doni....

kembali pada reality...
memang mudah sekali membuat orang jatuh cinta, cukup menjadi apa yang mereka inginkan. that's all. dan mereka akan mengejar dan memuja kita. apalagi aku memiliki penampilan yang pantas, orang akan mengatakan aku tipekal cewek sunda, dengan kulit putih dan rambut hitam panjang ( sengaja rambutku tidak ku cat, untuk menjaga keorisinilannya ). tinggiku 165 dengan berat badan seimbang walau harus tetap melakukan kerja keras untuk menjaga porposi tubuhku. dalam kasus Doni, dalam jangka waktu 1 bulan, aku tahu bahwa dia sudah tak bisa lepas dariku. sikapnya yang manja membuatku malas. sebenarnya dari kemarin ingin kudepak, cuma..he's good in sex.

dan dalam kasus ini pula, i loose my control.aku terhanyut dalam permainan yang aku buat sendiri dan mulai mengikat diriku dengan Doni. secara fisik Doni memang oke, secara bibit bebet bobot dia juga pantas dibawa ke keluarga, finasial mapan, seagama itu yang penting dan secara obrolan...harus kuakui Doni juga sparing patner yang baik karena kami memang satu profesi sehingga bahasan kami “nyambung”. Doni ternyata juga seseorang yang family oriented. usianya baru 35 tahun, dan aku tahu bahwa dia punya 1 anak dari hubunganya dengan pacarnya yang dulu. sayang, anak itu dibawa oleh ibunya yang telah menikah dengan orang lain. Doni selalu merasa bersalah dalam hal itu. pernah sekali aku dibawa ke sekolah anaknya dibilangan Pondok Indah.waktu itu aku cukup terenyuh melihatnya, dalam usianya sekarang, dia bisa menjadi ayah yang baik. terus kenapa aku merasa belum mantap untuk menikah dengannya ?????

---------------------
"elo, kena sindrom takut merid! "
kali ini kami di selebriti fitnes center. cuma aku dan Shierly. Rury absen karena sedang datang bulan.
"elo itu takut kara gara masa lalu lo...hah..hah...dan lagi..elo itu tiap hari ndengerin curhatannya Rury..hah..hah..terang aja lo jadi phobia...aduh..pegel..." Shierly bicara sambil berlari di treadmill.
" gue ga merasa phobia kog " kalau aku cukup mengayuh sepeda
" ga phobia gimana..hah..hah....elo to ya...pacar lo kalo dihitung pake jari jari gue plus jempol kaki aja ...hah..lebih banyak...terus...mana ada kasus lo pacaran lama..haah...paling lama 3 bulan...."
"...ga juga ah.." aku menjawab lirih sambil berpikir...
" banyak yang serius ma elo...elonya malah maen maen..hah..hah...kali ini ma Doni..huaa...bentar gue pelanin ne treadmill...gue setuju aja lah...Doni tuh, orangnya baek kog..haah..setidaknya gue pernah dikasih setelan Miu Miu "
" alah..dasar lo, cewek matre!! " semburku
" hahaha, gue kan emang suka cowok kaya, sis.." tawa Shierly

seminggu ini topic kami hanya tentang Doni, aku sendiri berusaha menghindar dari Doni.sudah 1 minggu semenjak kejadian di bogor aku tidak mau bertemu. tit..tit..oups, sms masuk. Doni.

to : 081807001234
from : 081328759541
say, aa' kangen. ketemuan yuk

to : 081328759541
from : 081807001234
malem ini gw nginep di tempat shierly. dia kena campak

ngasal, aku membalas sms Doni.

to : 081807001234
from : 081328759541
shierly kena campak ? aa' jenguk kesana ya

mampus deh aku!!

to : 081328759541
from : 081807001234
jangan, dia malu ketemu ma orang. kasian, pede dia lagi ilang

diam..tidak ada balasan..fuih..untung, akhirnya Doni ngerti juga

" SISKAAAA....sapa yang bilang gue sakit campak!!!!!" kali ini teriakan Shierly membahana.

---------------------
" neng, udah malem..pulang atuh neng..."
" ih..pak mansyur...kerjaan lagi banyak, sejam lagi juga kelar.bapak tungguin Siska donk..." aku memohon pada pak mansyur
malam ini seperti biasa, aku pulang malam ada contract order yang harus di realese hari ini. jam sudah menunjukan pukul 10.46 malam. namun, rasanya kerjaanku tidak juga barkurang
" neng..katanya neng mo kawin ya? " suara pak masnyur memecah keheningan
kaget.
" aduh, bapak..itu gosip" acuh aku menjawab
" kog gosip neng? padahal bapak itu udah senang denger neng mo kawin. ama yang bawa Avanza itu kan ? orangnya ganteng, bapak suka ..kalo lagi nunggu neng kan, dia suka ngobrol ama bapak. bapak tuh..sering dikasih rokok ma dia.orangnya baek ya neng...bapak suka loh..." cerocos pak mansyur seperti kereta api yang tidak putus putus. bikin perutku melilit.
konsentrasiku langsung buyar. pembicaraan tentang Doni membuatku marah. tapi aku tidak ingin marah pada pak mansyur yang begitu baik. kuputuskan diam dan pulang.
" udah deh pak..Siska pulang aja " aku pun mematikan komputerku dan merapihkan file file yang bertebarn di mejaku.
di pojok, pak mansyur seperti masih tidak puas.
" kalo emang dia jodoh Siska pasti nanti Siska kawin ma dia kog pak..bapak ga usah khawatir ya.." suaraku lembut, mencoba menenangkan pak mansyur.
" amin neng.." kali ini pak mansyur menjawab dengan tersenyum.

---------------------
lift ini sepertinya tidak turun turun, aku mulai tidak sabar. siapa sie yang diatas yang juga blom pulang. disini ada 19 lantai. kantorku dilantai 15. tiing, pintu terbuka dan ...Holly shit!!!!!
" mau turun? "
suaranya bagai menghipnotisku, berat berwibawa
orang itu mulai memingirkan badannya, mempersilahkan aku naik. sumpah..aku hanya seperti orang bego yang mengikuti perintahnya.
" ground or lobby ? "
" oo....lobby.." aku masih merasa terhipnotis
dia jelas bukan orang indonesia, aksennya menjelaskan dia orang india.
" why you went so late ? "
tiba tiba saja dia bertanya
" why you also so late ? "
" heem..don't want to answer before ya ..." dia tersenyum, ada lesung pipit disebelah kiri....oh, GOD, why you create so gorgeous man like him!!!
" i have some stuff to be done" dia melanjutkan
" so, same with me "
" but, it's really late for a women. does your husband looking for you if you went so late ? "
" why you thought i have a husband ? do i like a curious wife that always check for my husband if he come late till you guess my husband will do the same with me? "
" wow...sorry, i thought a beautiful women like you is impossible if you are still single " dia tertawa...Tuhan, please freeze me at this moment.
tiing...lift terbuka, lobby.
" you bring your car ? "
" nope.." aku menjawab cepat, 4 tahun yang lalu aku mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan kakiku harus di gips selama 2 bulan, 4 jahitan di kepala dan luka di lenganku. hal itu membuatku trauma untuk menyetir mobil kembali.
" it's dark at outside, don't you scared if you have to walk alone ? may i give a lift ?"
" who said that i will walk alone....moreover it' s more scared if i have to go with you..." kemudian aku pun melenggang meningalkannya.
1 menit kemudian, aku tau bahwa aku telah begitu stupid telah melewatkan kesempatan untuk pulang bersama  gorgeous man.
shit!!

---------------------
to : 081807001234
from : 081328759541
sayang, dah bobo ya? aa' ga bisa bobo ni. kangen

kubaca, dan detele!!! gorgeous man, sekarang lagi mengisi pikiranku. semenjak 2 hari yang lalu aku penasaran padanya. satpam gedung sudah kutanyai, sampai aku meminta Tino anak design buat mengambarkan gorgeous man, supaya mudah agar orang mengenali. tapi hasilnya NOL. tidak ada satupun orang di gedung Sentra mulia yang kenal. sampai penjual di food court pun aku tanyai bahkan 4 lantai diatas ruanganku sudah aku jelajahi, namun tetap tidak ada yang kenal.

Rury dan Shierly menuduhku berhalusinasi. " paling lo ketemu ma hantu " tuduh Rury kejam.
tapi bagiku pertemuan itu begitu nyata, ga mungkin kalo itu hantu. tapi kalo 1 gedung tidak ada yang kenal...lalu...

melody heaven punya DJ sammy melantun dari handphone ku, Doni. kubiarkan. lagi music itu mengalun. lagi lagi Doni.
bete, kumasukkan handphoneku ke bantal.

rasa itu tak bisa ditentukan
saat dia datang, dirimu hanya bisa pasrah
dan mencinta...

saat aku bertemu denganmu, aku tak ingin melepaskanmu

---------------------
hari ini sungguh menyebalkan. Bos ku Mr. Peter marah marah, Titik entah mengapa jadi oon. Rury ga masuk, katanya lagi ke bali, kunjungan ke pabrik Mamaleon. Shierly meeting sedari pagi dengan marketing pan brothers.
aku tau aku lagi kena syndrom PMS. saat lagi sensi, semua menjadi masalah. pagi tadi Doni menelpon, dengan melankolis menanyakan mengapa selama 2 minggu aku menghindar.aku hanya menjawab dengan alasan klise, sibuk.  lalu, dia ingin bertemu untuk membahas masa depan. dan lagi lagi aku menjawab, sibuk. nyokapku menelpon setelahnya, bercerita kalau Doni curhat kalo aku sulit dihubungin. shit, aku benci cowok pengadu. dan saat akan menutup telepon, lagi lagi nyokap pun bertanya, kapan aku mau melihat kain kebayanya. aku pun diam. tidak menjawab.

siang ini aku akan makan siang dengan adik bungsu ku. Rangga. entah mengapa, tadi dia mengirim sms ingin lunch bersama.kebetulan kantornya juga di daerah Kuningan. sebenarnya aku tidak begitu dekat dengan adik adikku. hingga saat dia mengirim sms. dalam hati aku tahu paling dia juga akan mencecarku tentang hubunganku dengan Doni.

" kak, cuacanya cerah ya.."
"ehm.."
" sekarang banyak yang kena flu burung ya.."
"ehm"
" tau tidak, jakarta akan punya monorail loh "
"ehm"
" busway lewat sungai juga bakal..."
" Ngga..kamu ini mo ngomong apa sih ma kakak ? " akhirnya dengan tidak sabar ku potong perkataan adikku
Rangga diam.
" udah, kamu to the point aja deh, kakak ga suka kalo kamu muter muter ga karuan kayak gini" kesal aku memutuskan untuk mengambil sate vegetarian. hari ini kami mencoba makan salah satu rumah makan vegetarian di Pondok Indah.
Rangga masih diam
"kog, kamu jadi diam sih, kamu mo bilang tentang hubungan kakak ama Doni? kakak bilangin ya..kalo kakak itu..."
" Rangga mo bercerai kak..."
"what ???!!! " sate di tanganku jatuh tepat di rok mango ku
" rangga mo bercerai kak.." kali ini suara nya mantap dan Rangga menatapku
aku masih bengong
" aku merasa bahwa hubungan kami tidak berhasil, misscomunication dan ah...hidup menjadi tidak nyaman "
aku masih tetap bengong
" aku merasa bahwa perkawinan kami menjadi rutinitas dan monoton. padahal kami baru menikah 5 tahun. tapi..."
" ada perempuan lain.." hati hati aku bertanya
" ga ada kak " dia menjawab dengan menatapku. jujur.
" Ika juga tidak berselingkuh, tidak ada pihak ketiga. tapi kami tidak bisa dipersatukan lagi. hubungan kami seperti sahabat. tidak ada gairah dalam perkawinan kami. hubungan kami menjadi ...datar "
aku ingat, Rangga menikahi Ika yang merupakan teman kuliahnya di teknik industri UNS. Sebelumnya mereka telah pacaran selama 5 tahun, dan memutuskan menikah saat Rangga diterima kerja di Wika.
" rangga belom cerita pada bapak dan ibu, rangga takut nanti jantung bapak kumat. kak teguh juga belum rangga beritahu"
"..."
" rencananya gugatan cerai akan Rangga ajukan minggu depan .."
hening diantara kami, hingga serasa aku mendengar bunyi suara kepak sayap nyamuk
" kamu sudah yakin Ngga? apa ga ada jalan lain ? mungkin ini cuma kejenuhan kalian aja ? kalian kan bisa honeymoon ke dua? anak anak kalian dititipkan aja " aku teringat akan kedua keponakan kembarku, Salsa dan Salbila.
" kalau kalian bercerai, apa ga kasihan anak anak ? "
" kami berupaya, perceraian kami tidak berakibat buruk pada anak anak.. Ika, akan membawa anak anak. tapi kami akan mengatur waktu bersama anak anak secara adil.hingga mereka tidak merasa kehilangan oarang tuanya. yang jelas tidak akan seperti tamara dan rafli." rangga mencoba bercanda
" ga mungkin lah!!" aku mengebrak meja. pasangan disebelahku melirik kami, mungkin berpikir kami ada pasangan yang sedang bertengkar.
aku melirihkan suaraku " ga ada perceraian yang berakibat baik pada anak, kalian berpisah..itu sudah membuat anak2 kehilangan hak nya untuk mendapatkan orang tuanya secara utuh "
rangga diam, kemudian berkata
" sudah kami pikirkan, ini jalan yang terbaik kak. buat saya, ika dan anak anak..."

jika cinta menghilang,
akankah aku tegar menghadapinya?
aku tak tahu

---------------------
"girls, kenalin ini Bintang “
Rury dengan bangga mengendong bayi munggil. Penampilannya pun jauh berubah, kali ini Rury mulai memanjangkan rambutnya, sudah hampir mencapai bahunya. Dia juga mengunakan rok, walau masih rok jeans. Mengunakan baju tulle bermotif bunga bunga kecil. Rury tampak cantik dan keibuan.
"aku cape nyari laki, daripada gue stres trus bunuh diri karena kesepian, akhirnya gue ngikutin saran lo. Ambil anak , hehehe “
hari itu, minggu sore yang adem. Kami sahabat berkumpul di cafe Wien.
" tapi bintang kog mirip ma elo ya ? “ tanya Shierly
" elo, nemu dimana ? “ pertanyaan Shierly ini sepertinya perlu dijitak
" ran, elo nanyanya kayak nih anak ketemu di tong sampah deh “ aku memprotes
" yeeh..kan penasaran..”
" ini anak sepupu jauh gue...keluarganya agak ga mampu, anaknya udah 7.masih kecil kecil smeua, waktu hamil Bintang pun, ampe mo digugurin. Trus, yaa..gue ambil aja. Mending jadi anak angkat gue. Nantinya gue juga ga bakal nutup nutupin kog kalo Bintang bukan anak gue “ kali ini Rury menjawab sambil menjawil Bintang.
" Nang ning nung ning nang ning nung...aduh...imut banget sie..cup..cup..cup...” Shierly tidak henti hentinya mengoda Bintang. Diantara kami , Shierly yang paling suka anak kecil, maklum dia anak bungsu.
" shier pinjem donk..gue juga pengen ngendong..”
" eit..bentar dulu..gue juga baru bentar ngendongnya..”
" ih..pelit banget sie..Rur, masa anak lo dimanipulasi ma Shierly? “
" gue juga pengen ngendong..." aku memohon, melihat Bintang yang begitu lucu, mengugah insting keibuanku untuk memeluknya.
" aduhh..kalian ini “ tawa Rury, jelas dia sangat bahagia
hari itu kami menghabiskan waktu kami hanya untuk Bintang

---------------------
" say, kalo kita punya anak kembar pasti lucu ya ? “ Doni, berkata sambil menatapku. Tatapan penuh cinta. Dia mengambil es campurnya, dan mulai mengaduk aduk isinya. hari ini kami bertemu untuk makan siang di es teler 77. aku suka es campurnya.
" di keluargaku, tante ku punya anak kembar. Katanya itu bisa menurun loh “ adukan es campur Doni mulai melambat
" apalagi kalo anak kembarnya cowok cewek, sepasang ...pasti lucu sekali “ kemudian Doni memakan nangka yang ada di es campur
"say, kog diem aja sih “
diluar cafe, rintik hujan mulai membasahi bumi. Bau tanah mulai terasa. Aku suka bau tanah. Membuatku nyaman. Nyaman buatku untuk menghilangkan dari segala macam beban.
Akhirnya aku menyerah, aku pasrah. Pada akhirnya perempuan di usia kepala 3 memang tidak banyak pilihan. Walau pun dunia sudah sedemikian majunya, tapi tetap ada kata kata perawan tua. Minggu kemarin orang tua Doni telah melamar secara resmi kepada orang tuaku. Bahkan aku sekarang sudah menggunakan cincin pertunanganku, cincin emas putih dengan berlian solitaire 22 karat Frank&co. aku tahu, Doni benar benar menghabiskan tabungannya untuk biaya pertunangan dan pernikahan kami.
Saat lamaran ibuku menangis bahagia, beliau dan orang tua Doni langsung saja menjadi akrab semenjak pertemuan pertama. ide lamaran ini spontan diajukan Doni kepada orang tuaku di tengah ceritaku mengenai Bintang, aku memang sangat menyukai Bintang, harusnya wajar jika aku bercerita. tapi ternyata ceritaku disalah artikan bahwa aku ingin cepat punya anak. maka, Doni pun berinisiatif langsung melamar kepada bapakku. yang langsung diikuti dengan kedatangan orang tua Doni keesokan harinya.
" Cis cis.." aku merasakan remasan lembut di tanganku
" Cis cis..ada apa ? " suara Doni bagaikan burung bulbul, begitu lembut di telingaku, tapi justru menusuk tajam dihatiku.
" gapapa, cuma lagi banyak pikiran aja " aku berbohong sambil mengaduk batagor yang sedari tadi sepertinya porsinya tidak habis habis.
" ehm..pasti lagi pusing mikirin pernikahan kita ya? " Doni tersenyum " nanti Aa carikan wedding organizer saja yah..biar Cis cis..ga usah pusing lagi " kali ini remasan itu bertambah kuat, meremas tanganku dan juga hatiku.Doni menyeruput es campurnya, matanya masih memandangku, aku tahu Doni benar benar mencintaiku.

---------------------
" Rur, gue eneg..."
" APPAA..??!! elo eneg? hamil yaa...? elo hamil ya !!!" teriakan Rury, langsung memunculkan kepala kepala dari kubikel kubikel di ruangan kami
" apaan sie" aku mendesis "ngapain lo teriak teriak!! "
" aduh, lo itu ya...gue kan udah bilang, makanya kalo maen sex pake pengaman donk. sekarang kalo lo hamil gini...aduh..gue tau elo udah mau merid, tapi masa sie elo ga bisa sabar dikit aja. malu kan kalo elo di pelaminan dengan perut buncit "  Rury mencerocos terus tampa bisa dipotong
" Rur, dengerin gue dulu donk!!! elo tuh maen potong aja...gue ga hamil, denger ya..GUE GA HAMIL " kalimat terakhir sengaja kukeraskan, biar orang orang di ruanganku bisa mendapatkan klarifikasi.
" loh, tapi lo bilang elo eneg.." Rury bertanya dengan tampang oon yang jauh lebih oon dari oneng di bajaj bajuri.
" gue bilang gue eneg, bukan berarti gue hamil...elo si motong kalimat gue, gue blom selesai bicara elo udah ambil kesimpulan sendiri " memberikan penjelasan kepada Rury susah susah gampang, dia terlalu pintar dan sering kali mengambil kesimpulan sendiri yangbelum tentu benar.
" lah, trus..." masih dengan tampang oon nya Rury bertanya
" haah...gue mo bilang, kalo gue eneg ma hubungan gue ma Doni " kulemparkan pulpen pilotku ke meja
entah kenapa, kurasakan air hangat di ujung mataku, ku tahan kepalaku dengan tangan kananku, sengaja kuurai poniku untuk menutupinya. kali ini aku benar benar merasa lelah.
" semua tuntutan orang tua, semua persiapan pernikahan ini, semua bikin gue ga bisa nafas, rasanya sesak...apalagi jika ketemu Doni" aku mulai berurai air mata
" oke ..oke..kayaknya kita harus ke toilet nih.."
kemudian Rury beranjak dari mejanya dan menggeretku ke toilet.
di toilet, aku menangis

---------------------
malam itu kami berkumpul di apartementku. kami sengaja meningalkan kantor lebih cepat dari biasanya. emosiku yag tidak karuan, membuatku tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaanku. maka aku pun membiarkan Titik melanjutkan semua pekerjaanku.
" jangan lupa bantalnya Bintang ya..selimutnya juga yang warna biru..Bintang suka selimut yang itu...yaa..iya..besok Rury pulang....ya sudah, nanti Rury telpon Bunda lagi " Rury menelpon Bundanya. malam ini Rury akan menginap di apartementku, walaupun sudah ku katakan aku tidak apa apa, Rury tetap berkeras. dia menuduhku akan bunuh diri jika tidak ditemani.
" Rur, elo pulang aja..gue gapapa kog.." aku sudah menganti baju kerjaku dengan baby doll nyamanku bergambar sapi.ku peluk boneka lumba lumba biruku yang selalu menemani tidurku. oke, biar aku sudah berumur 32 tahun, tidak ada salahnya jika memiliki teman tidur seeokor lumba lumba kan ?
" alah.gapapa..gapapa apa, liat tuh..mata lo dah kayak tomat gitu..elo itu bahkan lebih parah dari orang yang putus cinta!"sembur Rury.
" tapi gue bener bener gapapa" aku mulai merajuk seperti anak kecil
" entar Bintang kasian kalo lo tinggal.."
" Bintang gapapa kog, bunda mau mengurus Bintang malam ini" Rury duduk disamping tempat tidurku dan merebut lumba lumbaku " lagian capek juga jadi ibu, gue kan juga pengen istirahat , hehehehe " dan Rury menimpuk kepalaku dengan lumba lumbaku. kami pun langsung terlibat perang lumba lumba vs bantal. rasanya bebanku mulai terasa ringan setelah bisa membalas Rury dengan bantal.

" hi.." kamipun hanya bisa memandang sambil terengah engah, saat sheirly datang ke apartementku
shierly datang belakangan, tadi katanya dia ada kunjungan ke salah satu pabrik kami hingga baru bisa bergabung sekarang.
" gue tinggal sebentar aja, kalian berdua udah kayak anak kecil. malu maluin banget sih " shierly melepaskan jaket dan melemparkannya ke sofa tengah.
" ciut..cuit..sumpeh lo...badan lo sexy banget " rury langsung memuji body  shierly yang memang tampak apik dalam balutan baju one piece selutut dengan aksen tali spageti di bagian pungungnya warna unggu, jelas rancangan zara.
" Hush..elo ini udah sedemikian desperatenya ga nemu cowok ampe mo makan sahabat lo sendiri ya.." aku menimpuk Rury dengan bantal lagi
" enak aja.." rury akan membalas saat shierly menangkap boneka lumpa lumba itu sebelum mengenaiku.
" anak anak...! gue emang sexy..ga usah mupeng githu donk..hahahaha " dengan gaya narsisnya shierly memutar badannya menujukan kemolekan badannya.
aku dan rury kemudian langsung ingin muntah, hoek....

---------------------
"gimana masakanku ?" dengan bangga Rury bertanya. semenjak menjadi Ibu Rury memang banyak berubah. bukan hanya penampilannya yang berubah, Rury pun sekarang menjadi lebih lembut dalam menghadapi orang. membayangkan rury menganti popok dan menyiapkan susu sepertinya benar benar ajaib. dan sekarang melihat, dan merasakan hasil masakan Rury...ini bener benar lebih ajaib! padahal dulu keahlian Rury yang ku tahu hanya memasak air panas dan indomie, sekarang dia memamerkan sayur capcay, omelet telur jamur, dan oseng tempe.
" hoi..gimana masakanku..? " rupanya Rury tetap membutuhkan komentar kamu.
seperti biasa shierly menjawab dengan mulut penuh makanan " hem..emyak..emyak..." sambil mengambil lagi satu sendok penuh oseng tempe. heran, biarpun makan banyak shierly tetap saja tidak gendut. beda dengan aku, sekali banyak makan, beratku langsung naik dan butuh perjuangan untuk menurunkannya.
" enak kog Rur, ga nyangka kalo lo bisa masak juga " jawabku sambil mengedipkan mata
" dasar, lo menghina gue ya..gini gini gue pinter masak. semenjak bercerai, gue males aja masak habisnya sudah ga ada yang perlu dimasakin" jawab Rury " tapi semenjak ada Bintang, gue punya 2 pembantu, jadi gue semangat aja buat masak buat mereka. gue pengen Bintang nanti bisa merasakan hasil masakan gue" jelas Rury bangga
" mamsakan lo..hem..mak nyos banget..lo bisa bikin restoran ne.." akhirnya shierly menghabiskan makanannya.
" Rur, lo sering sering aja masak disini, kompor gue ga pernah dipake tuh " aku memang tidak bisa masak, makanya dapur hanya menjadi interior dirumahku yang tidak pernah tersentuh kecuali untuk membuat teh, indomie dan roti bakar.
" ooo..pantes, tadi kompor lo kotor banget, tuh pengorengan aja debunya bisa buat bedak lo dan ga luntur seminggu" ejek Rury
" sialan lo..." aku memprotes, rasanya berkumpul bersama sahabat adalah hal yang paling membahagiakanku. masalah tentang Doni entah mengapa bisa menguap begitu saja.
" udah, sekarang lo ga merasa eneg lagi kan ma Doni? " tanya Rury
" lo paling cuma deperesi karena mo merid aja, sis "
" iya, gue pikir juga kayak gitu "
" paling tar perasaan itu bakal ilang kog, lo jalanin dulu aja. pernikahan itu bukan mencari orang yang sempurna, tapi menemukan orang yang bisa membuat hidupmu sempurna. kalo lo mau menerima baek buruknya Doni, lo pasti bakal memandang Doni jauh lebih indah.dan itu butuh keiklasan di hati lo " kata kata ajaib shierly, gadis munggil langsung membuatku tertawa
" hahahha, ga nyangka Shierly yang lebih muda bisa lebih bijak dari gue..."
" wah..kata kata shierly kayak orang yang lagi jatuh cinta aja " tuduh Rury
dan seketika pipi Shierly langsung bersemu merah.
" oh my God, lo lagi fall in lop ya ? " tanya Rury histeris
" aku langsung menyingkirkan piringku dan memandang shierly, dia hanya tersipu malu.
" beneran ne? ma sapa ?" aku juga mulai merasa antusias. selama aku mengenal Sheirly 3 tahun ini, aku tahu shierly belum pernah pacaran. kecantikannya malah menjadi musuh baginya, dia yang begitu sempurna malah membuat cowok cowok keder mendekatinya. orientasinya pada karir juga membuatnya tidakmemperdulikan cowok cowok, sebagi anak bungsu dari 4 bersaudara yang semua kakaknya laki laki, shierly sudah merasa puas akan perlindungan kokoh dari para kakaknya.
" gue mau ceritanya secara detail!!!" tuntut Rury
" gue ga tau...gue juga baru ketemu tadi.." sahut Shierly malu malu
" tadi waktu meeting di tangerang, gue diajak ama bosnya pak Pravinatan makan siang di super kitchen trus gue ketemu ma dia. dia nyapa si Pravinatan. mereka ngobrol sebentar, gue ga tau namanya. tapi dia cakep banget..." Shierly mengatakan kata cakep banget sambil mengatupkan kedua tangannya didadanya." waktu ketemu, serasa jantung gue mo copot, Rur.." tangan Shierly mengapai tangan Rury yang langsung disambut oleh rury. " dia cakep banget..." kenapa Sheirly mengatakan cakep banget sambil memadangku ?
" rasanya gue mo pingsan, ga bisa napas...lo tau kayak gue denger suara lonceng gereja dikepala gue, gue tau..he's the one " dengan antusias Shierly bercerita, pipinya masih bersemu merah, demi Tuhan, shierly cantik sekali.
Shierly menarik tangannya, dan mulai mengeleng sedih " tapi gue ga tau namanya..gue malu nanyain namanya. aduh..rasanya gue bodoh banget.." dan ..Shierly mulai menangis. aku dan Rury berpandangan.langsung aku beringsut menuju Shierly dan memeluknya.
"ga my dear..itu ga bodoh...lo cuma lagi terpesona " kata kata ku ingin menenangkan Shierly, tapi jauh di dalam hatiku aku cemburu pada shierly, pada caranya jatuh cinta yang begitu indah. aku ingin merasakan jatuh cinta yang bisa membuatku menangis karena merindukannya. aku tak pernah lagi merasakannya semenjak Maikel menghilang.
" itu biasa terjadi pada orang yang terpesona, kaget..wajar kalo lo kayak gitu...urusan siapa tuh orang, nanti kita cari bersama " hibur Rury, saat begini ketegasan rury memang sangat dibutuhkan.
" tapi gue bahkan ga tau dia itu siapa !" teriak shierly, dia terlihat seperti orang yang sedang dimabuk cinta yang cintanya tidak kesampaian.
" urusan itu gampang!! tar serahin aja ke gue !! " tandas Rury
malam itu pun kami habiskan bertiga, sambil menghayal tentang cinta.

cinta bagai candu,
membuat hati yang sepi menjadi rindu...

---------------------
from :rury@newfashion.com
to : shierly@newfashion.com
cc: siska@newfashion.com
subject : your lover
gue minta detail kriteria cowok yang kemaren lo temuin di super kitchen.gue tanya ma Pravinatan, dia bilang kemaren dia ngobrol ma 2 orang, yang mana yang lo maksud. cepetan jawab!

sumpeh, tenyata Rury ga main main dalam mem-follow up cowok idaman Shierly.
aku melongokkan kepalaku dan memanggil Rury
" Rur, kog elo mo mbantu nyariin cowok ini buat Sheirly sih ? waktu gue ketemu ma gorgeus man dan gue heboh nyari dia, lo kenapa ga mbantuin? " rasanya donkol, dianaktirikan oleh Rury.
" my darling, abis kalo mbantuiin lo, paling tar cowoknya elo buang lagi. sia sia kan gue mbantuin nyari, tapi tar cuma buat keset lo "
" kog gitu sih ?"
" kenapa? lo jeles ? " jawab Rury sambil masih tetap memandang monitor komputernya.
aku diam, dalam hati memang aku jeles

ting...ada email masuk.

from :shierly@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
cc: siska@newfashion.com
subject : re : your lover
pokoknya dia ganteng banget deh

dasar oon si shierly, definisi ganteng kan untuk tiap orang beda beda. Rury pasti akan marah marah jika dapat jawaban seperti ini. betul saja, aku langsung mendapat email dari Rury

from :rury@newfashion.com
to : shierly@newfashion.com
cc: siska@newfashion.com
subject : re : your lover
hoi, gue minta detail! DETAIL!!! tingginya berapa, kulitnya warna apa, rambutnya gimana? pake kacamata ga? pake baju apa ? DETAIL non! DETAIL!!

aku langsung terbahak membaca email dari rury, waktu dia menulis email itu dengan jelas aku mendengar ketikan tust keybord Rury menghentak dengan keras. tawaku langsung mendapat hasil pelototan mata dari Rury.

ting, setelah 10 menit baru ada jawaban email dari shierly

from :shierly@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
cc: siska@newfashion.com
subject : re : your lover
tingginya 180an, kulitnya coklat, rambutnya cepak, pake kemeja stripe kuning, kayaknya punya calvin clein. soalnya gue pernah liat dimajalah. ga pake kacamata, matanya tajem, hidungnya mancung.pokoknya dia ganteng banget....

aku membaca email dari shierly sambil tersenyum, entah mengapa pikiranku melayang kembali pada gorgeous man.

---------------------
aku menghempaskan badanku ke tempat tidurku. rasanya pegal sekali, setelah mengalami perjalanan selama 16 jam ke Rottendort, German untuk menghadiri meeting 10 hari di head office s.Oliver. perjalanan ke Europe seharusnya menyenangkan jika untuk berlibur tapi tidak jika untuk bekerja!
aku mulai membereskan koperku saat hanphoke berbunyi. Doni.
" halo"
" Cis sudah sampai dirumah ?"
" sudah"
" maaf ya aa ga bisa jemput, tadi ada ..."
" gapapa " aku memotong cepat
" ehm..cis blom makan kan ? aa kesitu bawain makan malam ya...?"
" ga usah, gue mo langsung tidur aja. cape "
" ohh..."
" udah ya.."
aku kemudian memutus pembicaraan. rasanya cape ku sekarang menjadi double. aku harus bicara pada Doni, kami tidak punya masa depan. dan itu harus dibicarakan, tapi tidak malam ini. malam ini aku hanya ingin tidur...

---------------------
" wui..yang baru dateng dari german nih...mana nih oleh olehnya " shierly langsung menghambur ke arah ku begitu dia melihatku di kantor. aku hanya tersenyum.
" elo ini, gue aja blom naroh pantat, lo udah nyosor minta makanan " tegurku..
" Sis, gue minta oleh oleh " terikan Herman gembil langsung mengema di ruangan. diruanganku, dia yang paling hobi  makan.
akhirnya aku menyerah, sebelum sampai mejaku, aku membongkar tas ku dan langsung mengeluarkan permen permen jely untuk teman teman kantorku. 1 bungkus langsung dibawa pergi oleh shierly. 1 bungkus ku lemparkan ke pada herman, yeng dengan tepat bisa menangkap lemparanku
" ok, gue dapet..thanks sis, sering sering aja lo ke german " sahut Herman
aku pun meninggalkan 3 bungkus permen jely lagi di meja Titik plus sebuah kacamata prada untuknya.
" tar dibagiin ya.." yang langsung dijawab oleh senyum sumringah oleh Titik
" nih buat lo..." aku melemparkan permen jely pada Rury, yang dibalas oleh
" cuma ini??? lo pelit banget sie.." complain rury
aku hanya terbahak
" emang gue ga punya duit, jadi harus pelit " jawabku masih diselah tawaku,melihat rury masih saja merengut
" jatah lo ma shierly ada di apartement. tar elo elo kudu ambil sendiri " sambung ku. baru aku melihat cengiran di wajah Rury
" buat Bintang juga ada kan "
" yaa..buat Bintang juga ada "
" aduh..lo baek banget deh.."
" dasar plin plan, barusan lo bilang gue pelit sekarang lo bilang gue baek " pura pura aku cemberut pada Rury yang dibalas oleh kecupan jarak jauh olehnya.
" muach.."

---------------------
" waw...gue dari kemaren emang pengen ini " kata Shierly sambil memutar mutar badannya. aku membelikan poncho dari wool untuknya, berlabel prada tentunya. sewaktu di german aku mendapat kartu discont Prada dari salah satu colauge yang langsung aku habiskan untuk membeli oleh oleh untuk teman temanku.untuk Rury aku membelikan jacket berwarna merah bata dengan acent kancing kancing emas yang besar . Shierly, jelas berwarna ungu, dia tergila gila pada semua yang berwarna ungu, seperti sasha di serial OB. Bintang kubelikan baju kecil kesebelasan sepak bola german, lengkap dengan topi dan bola kecilnya.
" kemaren lo nginep dimana ?"
" di Maritim Hotel Wurzburg. tempatnya Oke, etnict gitu..yang jelas ada swimming poolnya.." aku terkekeh " dan juga banyak bule cakep "
" dasar lo, katanya mo merid, masih aja pelarak pelirik cowok laen " Shierly menyahut
" lo kemana aja di german ?"
" ga kemana mana, stuck di office. meeting trus ampe bosen " aku mendesah, membayangkan kembali meeting meeting yang membosankan di German.
" udah ah..ga usah mbahas German, pusink gue mikir pendingan kerja gue blom rampung.." aku mulai menunjukan tampang sedihku.
" oke..gimana kabar kalian selama 10 hari gue tinggal " aku langsung bersemangat untuk membahas up date gosip yang terjadi di kantor dan kehidupan kami, aku masih melanjutkan " cerita di email ga seru bo , gue pengen dengan tentang cowonya Shierly yang baru, sapa itu namanya Raul...atau Raoul...? " aku bertanya
rury hanya tersenyum " kayaknya gue ga pantes njawab deh " dipojokan Shierly masih berputar putar, pipinya bersemu merah
" namanya Rahul..."
" Rahul ..? kayak pemaen india gitu ?"
" emang dia india.."
" ooo...emang ada india yang cakep ya ? " pikiranku melayang pada jatinder, ravindra, anil dan mukesh.mereka adalah orang orang india yang bekerja di New fashion. Jatinder memang cakep, tapi dia terlalu kurus. kalau yang lain, tidak ada yang menarik. Mr. Peter  atasanku yang orang german malah cakep.
" hoi..lo pasti lagi mbayangin para india di kantor kita kan ?" tanya Rury
" ditempat kita emang ga ada yang cakep , tapi yang ini..beneran bo...gue aja terpesona waktu ngeliatnya, jadi pengen gue embat sendiri ..aauww..." Rury menjerit saat dicubit oleh Shierly
" shier lo kenapa sie? " Rury langsung beringsut kepadaku, menghindar dari cubitan shierly lagi...
" iya..iya gue tau..dia punya lo..gue ga naksir..hoi..gue ga naksir.."  sekarang, dikamarku benar benar ramai, shierly yang mengejar Rury, dan Rury yang bersembunyi dan menjadikan tubuhku sebagai tameng.
" aduh..kalian ini..kayak anak kecil aja, baru 10 hari gue tinggal langsung kayak tom and jerry, ayo donk..gue masih cape nih " sahut ku kesal, setelah itu Rury dan Shierly langsung diam. walaupun masih besikut sikutan.
" oke, i need detail of this story, but please behave .." kata kata anggunku lagsung mendapat pukulan dan cubitan dari rury dan shierly. aku hanya bisa tertawa.

ternyata Rury berhasil memaksa Mr. Pravinatan untuk mengundang Rahul untuk makan siang, yang tentunya pada makan siang itu Shierly dan Rury juga hadir. dan dengan sedikit basa basi, mereka mengetahui bahwa Rahul bekerja di sebuah LSM lingkungan hidup, semacam greenpeace rupanya. Namun LSM nya hanya mengkonsentrasikan pada terumbu karang di Indonesia. ehm..keren juga pekerjaannya.data selanjutnya yang dibutuhkan adalah apakah Rahul masih available atau tidak ? setelah investigasi lanjut diketahui Rahul masih belum menyanding wanita disampingnya. hal ini  tentunya membuat Shierly maju pantang mundur untuk mengejarnya.

---------------------
" baju ini bagus ga? "
" apa sih yang ga bagus kalo dipake ma elo, Shier ?" Rury menjawab
" bajunya Ok kog, lo coba aja " aku memberikan pendapatku, baju itu berwarna ungu ( sudah pasti ), bermodel ball gown dengan tali tali di bahu, pungung shierly yang putih pasti akan menjadi pusat perhatian jika dia memakainya.
sore ini kami menemani Sierly yang ingin membeli gaun untuk pesta yang yang akan di laksanakan oleh LSM nya Rahul. kebetulan kami ( oups, maaf ...Shierly maksudnya ) mendapatkan undangannya. maka shierly dengan semangat 45 langsung menyerbu ke mango untuk mencari gaun yang oke, sebelumnya dia sudah menemukan sepatu di charles and keith. aku sendiri sudah menenteng sepatu adidas untuk fitnestku, punyaku yang lama sudah jebol dan harus diganti.
" kalo gue pake ini cocok ga Sis ?" tanya Rury, shierly sudah ngacir ke ruang ganti untuk mencoba gaun ungu itu.
aku melirik ke baju satin lengan panjang warna ecru, baju itu sederhana, hanya ada hiasan mote mote di leher dan lengannya.
" cocok aja, lo jadi keliatan feminin " sahutku jujur " lo coba aja " aku membalikan badanku untuk melihat sebuah rok lilin, warna hijau lumut. tiba tiba aku merasa lenganku diremas.
" auw..sakit...Rur, elo kenapa sih ?" aku berusaha melepas remasan tangan rury, tapi remasan itu malah bertambah erat.
" Rur..sakit nih.." aku memandang Rury berusaha agar dia mau melepaskan lenganku. tapi aku baru menyadari bahwa tatapan Rury tidak padaku.
" Rur...elo kenapa sie " aku mulai bertanya pelan sambil mencari tahu apa yang dipandang oleh Rury. hingga aku sadar bahwa disitu Rury tengah memandang pasangan yang sedang memilih baju. wanita itu mengunakan celana hipster, hingga laki laki itu tampak mesra memeluk si wanita di pinggulnya. si wanita, tampak sedang memilih baju dan meminta pendapat si laki laki " ah, paling cuma cewek matre " pikirku yang tidak terucap pada Rury.
" Rur..elo kenapa sih? "
" hai..hai...gimana? gue cakep ga ?" tiba tiba shierly datang menghampiri dengan memamerkan baju ungunya, teriakan shierly membuat pasangan itu memandang pada kami. rury masih diam
" ehm..bagus..bagus kog Shier .." aku menyikut Rury, berharap dia juga menimpali dengan pernyataan yang sama. tapi tak ada suara
" Rury..." aku mendengar suara laki laki itu, dia kemudian berjalan menuju ke arah kami.
" Rury...wow..look at you, you looks so pretty.." ujar laki laki itu. kemudian laki laki itu melihat kearah aku dan shierly
" oh, lagi shopping ya..that dress look good on you " pujinya pada shierly, yang dijawab oleh Shierly malu malu
" thank you "
" saya Arif " ujarnya sambil menjulurkan tangannya.
" Shierly "
" Siska " aku menjabat tangannya, besar, kokoh dan hangat. laki laki ini lumayan juga.
" yang.." suara mendesah dari wanita yang tadi bersama lagi laki itu membuatku ingin muntah. " bener bener type cewek matre nih " pikirku lagi yang jelas tidak kuucapkan
" yayang dah dapet bajunya nih..pulang yuuk..yayang dah cape..." lanjutnya manja, sambil bergelayut manja di lengan Arif.
" ehm.." si Arif rupanya serba salah, Rury masih diam memandang Arif tanpa kedip.
" well, sepertinya saya harus pulang duluan. ehm..kalian ..selamat shopping saja. Rur..i'm glad you okey..can we see again ?" tanyanya kikuk
" yaang..ayuuk..." wanita itu benar benar tidak sabaran, dia mulai mengeret si arif, dan akhirnya arif hanya bisa melambai kepada kami. setelah hening selama hampir 3 menit, pandang pandangan dengan shierly. akhirnya aku membuka muluku dengan perlahan " itu siapa Rur "
Shierly masih memegang gaunnya dan telah berputar 2 kali saat Rury menjawab
" mantan suamiku "

saat cinta itu hilang dan membuat luka
bisakah luka itu hilang, biar sudah menunggu hingga 100 tahun?

---------------------
" aku tidak bisa menikah denganmu"
aku bertemu dengan Doni keesokan harinya. cincin pertunangan itu kuletakan di meja. selama di German aku telah berpikir mantap akan hubungan kami. dan aku tahu, bahwa tidak ada masa depan. melanjutkan permainan ini hanya akan membuat Doni dan aku bertambah sakit.
" cis..apa maksud lo ?" Doni meraih tanganku yang dengan cepat ku tepis
" gue udah mikirin ini, dan gue tau, gue sadar...hubungan kita ga punya masa depan " ujarku mantap.
" cis..ini cuma kepanikan lo karena menghadapi pernikahan kita, kita bahas ini bersama...kita pasti akan ...menemukan jalan keluarnya.." suara Doni mulai terdengar panik
" cis..i love you..you know that...i will do anything..anything..just for you "
di McCafe, lagu i do it for you melantun pelan
" Don...let me explain..gue merasa ga bahagia..bagaimana gue bisa membuat lo bahagia " aku menarik nafas " lo tidak perlu melakukan apa apa, gue yang salah..gue yang gak bisa ngerti..untuk menikah gue tahu itu butuh pengertian kepada pasangan, dan saat ini gue masih belum punya pengertian itu..."
" Cis..lo ga butuh untuk ngertiin aa, tinggal bilang Cis cis pengen apa..aa yang bakal ngertiin buat Cis cis, kalo cis cis ingin aa berubah, tinggal bilang bagian mana yang harus diubah, please Cis...dont leave me..." hatiku sakit, demi Tuhan, aku bukan nenek lampir, aku punya hati dan melihat Doni meratap dihadapanku itu membuatku luluh. tapi aku tahu, hubungan ini tidak akan berhasil. aku mulai bisa merasakan bagaimana perasaan Rangga, adikku saat dia ingin bercerai.
" Don...dont make it hard for me..." aku mulai memohon " perasaanku kepadamu, hanya sebagai sahabat...aku tidak merasakan ..you know..butterfly in your stomach..cintaku padamu, bagiku datar..dan aku takut bila kita menikah...hubungan kita akan hambar."
" cis.."
" please, let me talk..." aku memohon pada Doni untuk diberi kesempatan bicara, aku harus membahas semua perasaanku. aku tak ingin Doni berpikir aku adalah perempuan yang suka mempermainkan laki laki.
" gue salah, waktu kita bertemu gue pikir gue bisa mengubah perasaan gue...even after you met my parents..God..you are so nice, i dont want to hurt you " aku merasa sangat sulit berkata " tapi ternyata gue ga bisa, dan yang terjadi, gue merasa sesak dengan hubungan kita. please understand " aku memohon, kupandang Doni. malam ini dia sebenarnya cakep, dengan kaos putih dan celana jeans. rambutnya baru dicukur, dia terlihat sangat rapi tapi casual.
" i think, you only need some times...aa tahu, hubungan kita sangat cepat " Doni tersenyum, aku tak percaya betapa dia memiliki pengertian yang sangat banyak "mungkin kita jalanin ini pelan pelan saja dulu, pernikahan biar kita bahas lain waktu saja.. ya ?" dan disitu aku merasakan tangan kokoh Doni membelai wajahku. menyentuh bibirku, aku hanya terdiam tapi hatiku menangis.

---------------------
pesta itu berlangsung ramai walau tidak banyak orang yang diundang, kapasitas di cafe dedauan bogor menjadi contrain hingga hanya orang orang tertentu yang diundang. khusus untuk malam ini, rupanya cafe dedaunan telah dibooking oleh LSM tempat Rahul bekerja. pesona kebun raya bogor rupanya menjadi daya tarik di pesta ini, apalagi di saat malam dan obeor di sekeling cafe dedaunan di nyalaakan. tempat ini sunguh romantis.
Aku menyengol Rury " gue kedinginan ne.." badanku mulai mengigil. aku berangkat ke pesta ini bersama rury, shierly tentunya bareng dengan si Rahul.
" salah lo sendiri, pake baju black less gitu " tuduh rury
" haah...mana gue tau kalo malem ini bakal dingin banget " , malam ini aku memang menggunakan baju Prada yang kemarin ku beli di German. gaun selutut dengan waterfall di dada dan back less tentunya. warna, tentu saja merah.sementara Rury menggunakan terusan lengan panjang selutut dengan accent mote mote, diperutnya. dia terlihat cantik.
" bogor githu loh...ya pasti dingin lah..elo ini orang bogor bukan sie? " tuduh rury tajam
" kejem banget sie loh..." dan aku akhirnya memilih menuju counter makanan di pinggir cafe.
saat aku sedang memilih antara porjetius dan pisang bakar, aku merasakan sentuhan di bahuku
" sis.." ah, Shierly rupanya
" napa Shier?" aku membalikan badanku sambil memasukan sepotong portejius kedalam mulutku. dan aku terpaku
" ini gue mo ngenalin Rahul..Rahul..this is Siska, she's my best friend " Sheirly mengenalkan sambil memeluk lengan Rahul. Rahul tersenyum. Ada lesung pipit di sebelah kiri. goergeus man.

akhirnya kutemukan
cinta yang membara di hati
hari ini dan esok,
engkau tak akan kulepas lagi...

jika cinta membuat buta, maka aku rela berjalan dikegelapan bersamamu

---------------------
" ibu ga ngerti..ibu ga ngerti..hu..hu.."
di situ, ibuku mulai memainkan drama kehidupan sebagai seorag ibu yang telah gagal mendidik anak. aku dan rangga hanya diam duduk di kursi pesakitan kami,  adikku yang satu lagi Teguh, duduk dipojokan sambil merokok berusaha tidak terlibat pembicaraan. bapakku duduk disamping ibuku, berusaha menenangkan beliau. kabar perceraian rangga dan pembatalan pernikahanku malah tidak membuat jantung bapak kumat, hanya membuat histeris ibu kami.
" malu ibu..malu..huu..hu..."
aku dan rangga masih diam
" semua sodara, tetangga sudah tau kakak akan menikah, sekarang malah dibatalin ..huu..huu.." kemarin Doni datang bersama orang tua nya, membicarakan untuk menunda, sekali lagi menunda..bukan pembatalan. dari pihak Doni, memandang bahwa hubunganku dan Doni masih terlalu prematur dan masih membutuhkan waktu untuk penjajakan. aku tak tahu bagaimana Doni bisa  menjelaskan begitu baik kepada orang tuanya, hingga mereka bisa begitu lapang dada menerima keputusan ini.sementara aku, untuk menjelaskan kepada ibuku, aku mati kutu!!!!
" sekarang Rangga..huu...hu...."
Rangga hanya diam. kemarin juga talaknya sudah disetujui pengadilan agama. Rangga resmi bercerai. kami berdua sekarang benar benar mati kutu dihadapan orang tua kami. kami merasa sebagai anak yang durhaka.
Malam itu terasa panjang sekali bagiku...tangisan Ibuku, ceramah  bapak tentang kehidupan pernikahan, seakan menjadi slow motion movie bagiku. dan aku teringat goergeus man. Rahul.

---------------------
" lo keliatan ga semangat banget " tegur Rury, keesokan harinya
" biasa, habis pulang Bogor " aku mendesah
" loh, kenapa? urusan pernikahan lo ? biasa..emang kalo mo jadi penganten, ribet ma banyak urusan..sabar aja " aku lupa, aku belum memberitahu Rury kalau aku telah membatalkan pernikahanku.
" gue ga jadi merid"
" apa ?" tanya Rury oon sambil memandang layar komputernya
" gue bilang, gue ga jadi merid "
" WHAAATTT? "
" lo ga usah heboh gitu napa? "  aku mulai mengcomplain
" kog, gitu ? kapan lo cancel ? lo ngomong ma nyokap lo ? Doni gimana ?"
" hoi..atu atu donk nanyanya ? "
" ehm..ehm..." shit!!! Mr. Peter ternyata disampingku
" how's your weekend Siska ? "
" eh, fine sir.." aku serba salah, sepertinya aku terlalu heboh dengan Rury. sampai tidak sadar ad Mr. Peter di sampingku.
" good, i bet your weekend also great Rury " Mr. Peter tersenyum, sumpeh dia cakep deh " then i know why you both looks so energic today " lanjut Mr. Peter. dia masih juga cakep biarpun dia mengcomplain kami." ok then..continue your work " dan berlalulah Mr. Peter dari hadapan kami. aku dan Rury hanya bisa tersenyum kikuk. punya bos cakep emang bikin serba salah. kemarin saja waktu di german, jantungku terus terusan dag dig dug waktu bersamanya. sialnya, kemarin dia membawa serta istrinya yang asli orang german!

" via email!!" kata kata Rury mengagetkanku

ting..email masuk
from : rury@newfashion.com
to : siska@newfashion.com
subject : doni
maksud lo ?????

sialan. Rury ternyata tidak mau menyerah untukmendapakan informasi ini. akhirnya aku membalas

from : siska@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
subject : re : doni
ga ada maksud apa apa. kan gue dulu dah bilang, gue ga bisa ama doni. jadi gue cancel nikah

from : rury@newfashion.com
to : siska@newfashion.com
subject : re : doni
bego lo!!! kapan lagi lo bisa punya suami sebaek doni ??? dia tuh cocok buat lo. gue pikir yag kemaren, itu cuma sindrom lo takut merid aja. otak lo kudu dioperasi biar bener tuh

aku langsung memberikan pelotonanku ke pada Rury begitu membaca balasan Rury. tega banget.

from : siska@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
subject : re : doni
tega banget lo. gue kan sahabat lo. harusnya lo dukung gue donk. kenapa lo nyalahin gue. emang lo rela kalo gue nikah tapi ga bahagia?

from : rury@newfashion.com
to : siska@newfashion.com
subject : re : doni
karena gue sahabat lo, makanya gue ngingetin lo biar lo ga bikin kesalahan. gue bisa tau mana cowok yang bener apa ga. inget gue udah pengalaman. dan menurut gue, doni tuh cowok yang baek banget. lo bakal rugi kalo lo keilangan dia!!!!

from : siska@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
subject : re : doni
gue udah mikirin mateng mateng ampe bosok. gue ga bisa nikah ma doni dan membayangkan kehidupan gue bersama dia. i have no future with him!!!

from : rury@newfashion.com
to : siska@newfashion.com
subject : re : doni
ada cowok laen ?

pertanyan Rury langsung menohok perutku. pikiranku melayang ke Rahul.

from : siska@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
subject : re : doni
ga ada!! suer, ga ada cowok. semenjak gue ma Doni, gue insyaf. tapi mungkin itu yang bikin gue yang bisa melanjutkan hidup ma doni. hubungan kami menjadi datar, ga ada gairah.

aku mengutip kata kata Rangga, mengenai hubungannya dengan Ika.

from : rury@newfashion.com
to : siska@newfashion.com
subject : re : doni
gue ga percaya

that's it. end conversation.

---------------------
" you like your tea ? that's indian tea..."
" ehm..i like it.." sahutku sambil menyeruput teh itu. wanginya enak, seperti teh melati. tapi dengan pemandangan di depanku membuat apapun akan menjadi enak.
setelah beberapa kali menemani Shierly bertemu dengan Rahul, kuputuskan untuk memulai hubungan sendiri dengan Rahul. awalnya hanya sebatas email ketertarikan akan raffting. aku memang hobi olah raga air apalagi raffting yang sangat memacu adrenalin. sementara kedua sahabatku malah anti untuk menyentuh air. shierly suka olah raga, tapi pernah trauma tengelam. maka dia dengan rela mengenalkanku dan mengijinkanku untuk bersama Rahul mencoba arus liar milik adji massaid. dari acara raftting, kami melanjutkannya dengan lunch dan dinner. malam ini kami dinner di sebuah rumah makan india di Shah Jahan Restaurant di jalan Sudirman.makanannya spicy, jelas berbeda dengan makanan sunda. but i like it, oups..maksudnya, i have to like it. ada music india, aku tidak tahu judulnya. tapi yang dulunya aku pembenci music ataupun film india, semenjak mengenal Rahul. aku rajin menonton ataupun sekedar mendengarkan lagu lagunya.
" minggu depan kita ke bandung "
" eh, apa ? "
" ke bandung "
" ngapain ke bandung " aku merasa aku telah melontarkan pertanyaan yang bodoh
" heem...you said that you want to go to strawberry garden at bandung...so we go to bandung then "
o my God, aku lupa kemarin saat kami makan ice cream di cafe strawberry aku mencetus ingin makan strawbery yang banyak, strawbery segar yang masih ada di pohonnya. aku tidak menyangka Rahul masih menginggatnya.
" ooo "
"  why, you looks not interest ?"
" gaa..bukan ga interest...cuma, bukannya minggu depan you have appoitment with shierly ?" aku sakit saat menyebut nama Shierly. dia tidak tahu hubungan kami, aku merasa begitu jahat telah membohongi shierly.tapi untuk mengaku kepadanya aku jauh lebih tidak berani. apalagi jika hubungan ini sampai diketahui rury, bisa mati aku digantung oleh orang batak itu.
" oo..that.." Rahul hanya tersenyum, seperti tidak terbebani oleh pertanyaanku " i will cancel with shierly "
' oohh..no..no you cant cancel with shierly " dengan cepat aku menjawab. aku tahu, Shierly telah mati matian mempersiapkan kencannya dengan Rahul untuk minggu depan.mereka akan menghadiri pernikahan sepupu Shierly. akupun mendapat undangannya. kalau aku, akan datang bersama Rury dan juga Bintang.
" heem..." Rahul hanya tersenyum. God, he so gorgous. dia adalah type idamanku. dengan ke-gorgous-nya dan kekalemannya, menjadikan dia berkharisma. aku merasa melihat kombinasi kharisma Aleksanrd Petrovsky dan ketampanan Big, para pacar Carrie Bradshaw di Sex and the City. bersama Rahul, aku merasa memasuki dunia 1001malam.
" next time aja yah.." aku berkata, kusentuh tangannya. dia membalasnya dengan mengengam tanganku erat. aku merasa di surga.
" if you said so..."
malam itu Rahul hanya mengantarkanku ke appartemenku, dia mencium keningku dan mengatakan " sweet dream my sweetheart..." oh, i want to fly!!! he's so romantic tapi terkadang Rahul masih suka menyindirku tentang kejadian pertama kali kami bertemu, dimana saat itu aku begitu jual mahal untuk diantarkannya. aku tidak menyangka Rahul masih mengingatnya, ternyata bukan hanya aku yang memikirkan perjumpaan itu.

cinta yang terlarang,
justru menantang
membuat terbang melayang

---------------------
acara pernikahan sepupu shierly didekorasi oleh warna emas membuatnya terlihat elegan dan mewah, seluruh ruangan di ballroom hotel Nikko penuh oleh semua orang. sesak dan hiruk pikuk. aku kehilangan Rury yang tadi menghilang mencari makanan. sementara Bintang tampak nyaman dalam pelukanku.
" cute baby.."
" only the baby...? "
aku menjawab sambil membalikkan badanku, hingga kami saling berhadapan.
" you are the most..." jarinya menyentuh bibirku, aku merasakan seluruh darahku naik..." cute women that i ever seen " lanjutnya sambil berbisik di telingaku. aku merasa pipiku bersemu merah,..kenapa Rahul bisa menggombal seperti ini, dan kenapa aku justru menikmatinya.
hari ini penampilanku bisa dikatakan extravaganza, aku juga tak mau kalah dengan Shierly. kemarin aku memesan kebaya di anne avanti khusus untuk pernikahan ini. aku sampai memesan sepatu jimmy cho kepada adikku teguh saat dia ke singapore. untuk ini pula aku menjalani facial dan perawatan tubuh full selama 1 hari penuh. intinya aku siap tempur. sayangnya Rahul melihatku disaat aku harus mengendong Bintang.
" i never know that you have a baby..."
" well, you know nothing about me, honeybunny..."
" you never let me to know.."
aku hanya tersenyum, beberapa kali kami keluar ( aku tidak mau mengatakan kencan ), tapi Rahul belum pernah sekalipun memasuki apartementku. entah mengapa, untuk Rahul aku merasa harus bermain tarik ulur lebih lama.
" i want to know you better, give me a change. ok ? " bisiknya, dan dia berlalu menemui Shierly yang dari tadi celingukan mencarinya. aku hanya diam, melihatnya berlalu dan melihat Rury kembali membawa es puding.

" Sis, tadi gue ketemu ma orang ?"
" orang sapa ?" tanyaku tak bersemangat.
" mantan gue  "
aku mulai terjaga, wow..aku harus mendengarkan Rury nih...sewaktu kami bertemu dengan mantannya di Mango, selama 3 hari setelahnya Rury tidak masuk ke kantor, tidak mau makan dan minum, kerjanya hanya menangis. effect betemu mantan memang menyakitkan, apalagi jika bertemu mantan disaat dia mengandeng pasangan baru, sementara kita masih single. tapi kali ini Rury bercerita dengan datar sambil menyuapkan es poding ke Bintang yang masih juga ku gendong.
" trus.." tanyaku pelan, hati hati...
" dia pengen balik"
" what ?"
" tadi dia liat gue waktu ngendong Bintang. dia pengen punya anak, tapi hasil test bilang dia mandul. so..dia pengen Bintang jadi anaknya"
" eits..bentar dulu...dia pengen balik karena dia masih cinta ma lo or karena ada Bintang ?"
Rury tidak menjawab, hanya mengangkat bahunya.
" elo dah gede Rur..bisa ambil keputusan sendiri lah. gue mah, ndukung elo aja apapan keputusan lo " dalam hati aku ingin lanjut berkata " tapi gue ga rela kalo lo balik lagi ma mantan lo ".
diam, hingga kami melihat Doni di sela sela kerumunan orang. kenapa hari ini harus banyak sekali pertemuan ?

---------------------
" bapak Ibu baek kan ?"
" baek "
" rangga jadi bercerai?"
" iya "
" teguh katanya buka factory outlet di cinere ya ?"
" iya "
" mudah mudahan sukses ya "
" makasih "
pembicaraan kami sepertinya tidak berkembang. garing. tapi ini lebih baik ketimbang kami harus membicarakan hal hal yang menjurus.
" Cis cis...baek baek aja kan ?"
" baek "
" aa senang lihat Cis cis tadi...apalagi saat ngendong Bintang..."
oke, ini mulai menjurus...
" ehm..udah malam, ngendong Bintang ternyata bikin pegel"
berharap kata kataku bisa mengusir Doni dari apartementku. tadi sehabis acara nikahan sepupunya Shierly. Doni berbaik hari mengantarkan aku dan Rury.
" pegel ya ?..mau aa pijitin ?"
aduh..rupanya dia ga sadar!!!
" ga usah, nanti mo minum tolak angin aja trus langsung bobo aja.."
" oh..kalau gitu aa pulang saja, biar Cis cis bisa istirahat..." ujarnya sambil beranjak dari sofa nyamanku berwarna pingky yang aku beli ditemani Doni.
di penghujung pintu, Doni mencium tanganku, tersenyum dan pergi...aku merasa sangat lelah, lelah telah menyakiti Doni.

aku sedang berusaha melepas kebayaku saat kudengar bel apartementku berbunyi, pasti Doni ketinggalan kunci mobil or dompet di tempatku...sambil tegopoh gopoh aku menuju pintu, dan disana ada Rahul.

datang dan bawa aku
dalam mimpimu, dekap aku dan jangan pernah lepaskan

---------------------
to : 081807001234
from : 081310019190
morning, sweetz..miz u a this rate of second

aku tersenyum, rasanya hari ini sangat indah. terbangun oleh sms dari seorang yang mengisi mimpi, seakan langsung menjadikan bahan bakar premix dalam diriku bekerja. Rahul seorang pengombal, i know that. but i enjoy it...

" kenapa lo senyum senyum? "
" shier....eh..gapapa kog..lagi baca junk mail aja.." sahutku ngeles karena kaget, tumben tumbennya hari senin pagi shierly datang ke mejaku dan Rury.
" lo, kenapa manyun gitu..?" rury dari balik komputernya bertanya sambil sibuk mengaduk coffenya. harum kopi terasa buat aku kepengen.
" gapapa..." kali ini shierly langsung duduk di mejaku,
" hoi..tuh meja bakal roboh kalo lo dudukin..." tegurku...tapi shierly tetap diem.
" lo kenapa sie? tampang lo tuh ga bisa boong kalo lo lagi ada masalah " tuduh Rury, sambil mencelupkan ckrakers ke kopinya. aku hanya ngeces.
" Rur, bagi makanannya deh." akhirnya aku tidak tahan melihat Rury begitu nyaman sarapan pagi di kantor.
shierly berbaek hati mengambilkan crakers..1 potong untukku, 1 lagi diambil olehnya.
" kayaknya Rahul punya cewek laen deh "
" hik.." aku keselek, buru buru aku mengapai mencari air minumku, lagi lagi shierly berbaek hati mengambilkannya.
" lo serius..? tau dari mana lo ?" tanya Rury antusias
" kemaren dia ga dateng ketempatku, setelah acara nikahan dia langsung pulang. hari minggu handphonenya ga aktif. gue dateng ke apartementnya pas minggu malam..kosong ga ada orang. kata penjaga gedungnya, dari sabtu Rahul ga balik, pagi ini gue sms dia ga dibales..padahal reportnya udah nyampe" cerita Shierly pelan
" mungkin dia lagi sibuk...lo positif thinking aja " hibur Rury, sambil menepuk nepuk punggung shierly
" tapi..ga biasanya dia kayak gitu...gue udah jalan ma dia 3 bulan, gue udah berharap banyak ma dia..gue ..gue..hiks..hiks..." dan disitu pertahanan diri shierly runtuh..tersedu dihadapanku. Titik yang akan memberikan laporan, langsung mencancel kedatangannya di mejaku.aku berdiri dan memeluknya, tak ada kata yang bisa aku katakan, aku tak bisa memberikan satu patah katapun untuk menghiburnya. bagaimana bisa, mengingat kenyataan sabtu dan minggu ini telah Rahul habiskan untukku.

---------------------
aku merasa tidak enak. tapi cinta itu seperti candu, membuat ingin dan ingin selalu. sudah hampir 1 minggu aku tidak menghubungi Rahul semenjak kejadian shierly curhat. aku merasa takut, tapi aku munafik jika mengatakan aku tidak rindu. dari tadi aku hanya memutari apartement dengan handphone di tanganku, rasanya ingin segera membalas sms dan menelponnya.berkali kali rahul menelpon dan mengirimkan sms. semuanya tidak ada yang ku angkat dan ku reply.setiap kali hendak ku angkat telpon dari Rahul, bayangan Shierly menangis terus menghantuiku.
aku memang suka bermain laki laki, tapi baru kali ini aku menghianati sahabatku sendiri. sewaktu dengan Maikel, aku tak tahu jika dia telah menikah, maka aku tidak merasa menjadi selingkuhan, tapi dengan Rahul, aku dari awal telah tahu dia telah bersama sahabatku Sheirly.hubungan yang aku jalani bersama Rahul, membuatku menjadi wanita yang paling kejam di dunia.
aku masih berputar putar di apartementku, saat handphone ku berbunyi. Doni. entah mengapa saat itu aku begitu ingin menjawabnya.

---------------------
" ehm..ada yang CLBK ne.."
aku tersenyum mendengar teguran rury
" sapa juga yang CLBK " sahutku
" ooo, berarti yang kemaren gue temuin di Shanghai launge bukan lo ya? yang sama Doni itu loh..? " tanya Rury sambil nyengir
" alah..elo juga lagi ngedate kan ? " tuduhku ga mau kalah, aslinya aku telah kalah karena sabtu kemarin Rury memergoki aku sedang dinner dengan Doni, padahal kemarin sehabis Doni mengantarkanku pulang di nikahan sepupunya Shierly aku bilang pada Rury bahwa aku tidak mau bertemu dengan Doni lagi.
" emang gue ngedate " jawab Rury bangga. sialan, memang dari kemarin Rury bilang dia bertemu dengan cowok dewasa di tempat penitipan anak. dan hubungan itu rupanya berlanjut sampai dinner
" cowok lo sexy juga, kayak Aleksandr Petrovsky" aku memang terpesona oleh tokoh di sex and the city itu.
" udah tua maksud lo.." rury langsung cemberut
" dia keliatan dewasa banget.." jawabku jujur
" ya iya lah..umurnya udah 53 tahun, dia di penitipan anak buat ngurus cucunya. lo bayangin aja, cucu..dia udah punya cucu...!! '
" iya, kemaren lo udah cerita..." cowok barunya Rury adalah duda berusia 53 tahun, anaknya 1 berumur 22 tahun dimana anaknya juga sudah punya anak berusia 4 bulan.mantan istrinya masih ada, cuma tinggal di australia bersama suami barunya.
tapi aku bahagia, melihat Rury begitu bahagia.aku berharap dengan yang ini, hubungan Rury bisa langeng.
" waktu hari minggu gue maen ma Shierly " cetus Rury
" oya...kog gue ga di ajak..?" hari minggu aku memutuskan pulang bogor
" elo kan mudik "
" hehehe, iya sih.." aku tertawa, kemarin saat pulang ke bogor aku merasa nyaman sekali, apalagi dengan Doni mengantar dan menjemputku.
" si Rahul kayaknya ga bener tuh..."
oups..aku diam
" Shierly udah nangis nangis bombay dari kemaren, hari ini dia ga dateng..dia pulang ke ortunya di bandung"
aku masih diam
" gue ga habis pikir aja, emang sih orang seganteng Rahul ga mungkin kalo ga punya pengemar, tapi lo liat donk..Shierly..Shierly..kurang apa coba? cuma cowok goblok yang mau ngelepasin Shierly!!! " kata Rury berapi api
" harusnya Rahul itu bisa mikir, rugi dia ma cewek laen kalo dia bisa ma Shierly " nafas Rury sampai tersengal sengal.
" emang Rahul ga hubungin Shierly lagi ?" tanyaku pelan
" masih ..masih sih, kalo shierly yang hubungin duluan! cowok ga benar kan ? padahal shierly udah ngenalin ke seluruh keluarganya pas dinikahan sepupunya itu.ga bertanggung jawab banget tuh cowok !! '
aku diam, tidak bisa memberi komentar.

---------------------
from :rahul@yahoo.com
to : siska@newfashion.com
subject : i miss u
what makes some people dearer is not just the happiness that you feel when you meet them, but the pain you feel when you miss them? miss you..really miss you sweetz...

jantungku serasa berhenti berdetak saat membaca email tersebut.

from : siska@newfashion.com
to :  rahul@yahoo.com
subject : re : i miss u
do you always say this words to all the girls that you know?

from :rahul@yahoo.com
to : siska@newfashion.com
subject : re: i miss u
no. only with you

gombal!!!

from : siska@newfashion.com
to :  rahul@yahoo.com
subject : re : i miss u
how about Shierly ?

from :rahul@yahoo.com
to : siska@newfashion.com
subject : re: i miss u
what about her ?

sialan kenapa dia malah bertanya balik???

from : siska@newfashion.com
to :  rahul@yahoo.com
subject : re : i miss u
dont you love her ?

hatiku berdebar keras, menunggu jawaban dari rahul. apa yang akan dia jawab. bagaimana jika dia bilang iya, apa yang harus aku lakukan? dan bagaimana jika dia bilang tidak?

from :rahul@yahoo.com
to : siska@newfashion.com
subject : re: i miss u
no. i love you

that's it. email rahul ku delete dan aku langsung berlari pulang.

---------------------
Keesokan harinya aku menerima bunga rose warna merah. seluruh penghuni new fashion langsung heboh. terang aja, kami adalah orang orang garment, mana ada sisi romantisme dalam jiwa kami. di garmen yanga ada pengiriman sample, bukan bunga.dalam kartunya tercantum pengirimnya adalah honeybunny. Rury langsung bertanya
" emang Doni panggilannya honeybunny ya ?"
Shierly yang baru saja masuk, melihat bunga tersebut berkata " ah, seandainya aku punya seseoarang yang mau mengirimi aku bunga.."
Titik dan Mr. Peter juga berkomentar yang kurang lebih sama. semua mengatakan betapa aku beruntung memiliki kekasih yang begitu romantis.
aku tak berkomentar, separuh jiwaku telah melayang oleh perlakuan ini, separuh jiwaku yang lain tepaku mati oleh semua dosa yang telah aku lakukan.
selanjutnya yang aku lakukan mengirim sms ke nomer yang sudah ku hafal dengan cepat

to : 081310019190
from : 081807001234
thanks for the flowers...

---------------------
" tapi jadi aneh "
siang itu kami makan Roku-roku di Fatmawati. hari ini ulang tahun Shierly, dan kami merayakannya bersama Rahul dan Bintang.
" elo ini complain trus sih "
" gue ga complain, cuma gue ngerasa aneh..sekarang ini dia baek banget ma gue, gue dikasih kalung ini nih" shierly memamerkan kalung emas putih, dengan bandul bidadari dan 3 berlian munggil. yang sudah tentu aku pilihkan saat kemarin aku dan Rahul berkencan.
" trus..kemaren lo complain nuduh dia punya cewek laen, sekarang dia udah baek plus perhatian elo masih complain juga? lo gila yee? " dasar orang batak, emang kata katanya keras. tapi itu yang membuat aku merasa nyaman dengan Rury, dia akan selalu jujur. aku diam saja sepanjang percakapan Rury dan Shierly. semenjak aku mengajukan prasyarat dengan Rahul, bahwa aku mau menjalani hubungan asal dia juga tetap menjalani hubungannya dengan Shierly. Maka hubungan dia dan Shierly menjadi baik. dan aku bahagia untuk itu..walau tidak munafik aku terkadang cemburu.
" ssst.., dia balik " Shierly langsung memberi kode, Rahul datang bersama Bintang, tadi mereka melihat ikan ikan yang ada di dalam Restaurant.
" he realy like those fish, you migth to consider to take for him ? "
" aduh..susah kalo punya aquarium, punya bayi aja udah bikin pusing..apalagi kalo punya ikan..ga kebayang deh.." dan disitu kami tertawa bahagia. Rahul duduk diantara aku dan shierly, tangan kanannya mengengam tangan Shierly. tangan kirinya ada dibawah meja, menyentuh pahaku.

---------------------
" pak, saya mau jus strawbery sama pie strawberry, honeybunny..what you want to order ?"
aku memandang sosok ganteng, pria idamanku disampingku..
" coffe and strawberry pie "
" kog coffe sie? kan kita lagi di kebun strawbery...?" ujarku protes
" memang kenapa? i can take you juice kan ?"  jawabnya, sambil merangkul bahuku.
akhirnya kami pergi ke kebun strawbery di bandung setelah berhasil mengatakan kepada orang tuaku bahwa aku ada acara bersama teman temanku, dan mengatakan kepada teman temanku bahwa aku ada acara bersama orang tuaku . untuk menjalani sebuah perselingkuhan, membutuhkan kelihaian untuk berbohong dan selama 4 bulan ini aku semakin pandai untuk berbohong.
" cold ?" tanyanya
" no..you already warm me.." sahutku manja, beringsut ke dalam pelukannya. udara Bandung yang adem membuatku terus ingin berada dalam pelukannya.
rasanya aku ingin waktu berhenti, benar benar berhenti bahkan saat mataku menatap pada sesosok orang yang sangat kukenal di pintu masuk cafe kebun Strawberry. Shierly.

apakah cintamu cukup,
cukup untuk membuatku bertahan
bertahan untuk melepaskan masa lalu ku ?

---------------------



Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Hati

Lipstick merah

Kukingfun : Cupcake