love will find you
sebuah perjalanan cinta
disana,
di titik pengharapan
ada seorang yang menunggumu
untuk dicinta dan mencinta
percayalah...
dan bila aku merindukanmu, akankah
kau hadir sejenak?
---------------------
"Sis, gue pulang dulu ya"
"ehm...Okay, be carefull "
sahutku
lalu melenganglah Rury melewatiku.
sudah jam 8.30 rupanya, dan aku masih stuck dengan pekerjaanku. ku tenggok kiri
dan kananku, kosong. sialan, anak anak sudah pada pulang rupanya.
New fashion memang kantor yang super
sibuk, jam kerja kami harusnya cuma sampai jam 5 sore dari jam 8.30, tapi pada
kenyataannya. jam 7 atau 8 malam pun belum merupakan jaminan kami bisa
pulang.harap maklum, kami adalah agent di dunia garment. buyer kami rata2 dari
luar negeri. aku sendiri menghandle brand Esprit, buyer dari german. dimana
selisih waktu kami adalah 6 jam.jadi, bisa dibayangkan saja, kalau aku butuh
clarify dengan buyer kami di German, mau tidak mau aku harus menunggu sampai
mereka buka, yang notabene berarti aku mulai bekerja jam 2 siang.
"pak mansyur...bapak kesini
donk...temenin Siska. Siska banyak kerjaan ni.." dengan suara manja aku
menelpon satpam di kantor kami. Pak mansyur adalah orang yang paliiiing baik
yang ku kenal. soalnya dia selalu mau menemaniku jika aku lembur dikantor. walaupun
nantinya dia hanya duduk di pojok ruangan sambil menonton tivi. tapi rasanya
bahwa masih ada orang dalam ruangan bisa membuatku nyaman. oke lah, aku jujur,
aku emang penakut :-).
"neng, jangan seringan pulang
malem. apa ga kasian ma pacarnya ?" tiba tiba pak mansyur berkata
"ih, bapak...Siska kan ga punya
pacar, jadi ga ada yang perlu dikasianni " jawabku cepat, sambil aku masih
saja sibuk menghitung costing garment. Kutu kupret, ternyata buyer ingin
packingnya diubah menjadi hanging. otomatis aku harus mencari supplier hanger
nih.
" yaah..neng..kalo neng di
kantor ampe malem, pantes aja neng ga punya pacar" logat sunda pak mansyur
kental berkata "....." diam aku tak menyahut, satu sisi pikirku lagi
sibuk menghitung harga hanger, satu sisi lagi dari otakku, berpikir "bener
juga tuh, gara-gara sibuk kerja, gue ga sempet cari pacar"
" contoh tuh bapak neng..bapak
mah kerjanya dibikin sante..yang penting ada duit buat dapur ngebul. yang jelas
waktu ama keluarga itu sangat berharga loh neng..kalo bapak, ngapain juga harus
ngelembur. rugi atuh neng"
" ih, pak masyur cerewet ah..,
siska lagi mo konsentrasi ne..tar kalo itungan siska salah gimana " aku
memandang pak mansyur dengan mengeluarkan cemberutanku yang paling manis (
emang ada cemberut yang manis ? )
" aduh..neng geulis...bapak gak
percaya kalo neng blom ada pacarnya.." kali ini pak mansyur tertawa
terbahak bahak
---------------------
malam itu aku pulang jam 11 malam,
untung apartement ku dekat di belakang kantor. cukup jalan kaki 10 menit sampai
di apartement, lingkungan di daerah situ pun aman biar malam tetap saja ramai.
para warga banyak yang sudah aku kenal, maklum aku sendiri sudah tinggal disana
selama 3 tahun semenjak aku bekerja di New fashion. apartement ku sangat
nyaman, mencari apartement memang seperti mencari jodoh saat mendapatkan tempat
ini dulu, aku merasa sangat beruntung karena mendapatnya apartement dengan
lokasi yang sangat strategis . for information saja, di depan apartementku ku
ada mesjid dan juga banyak tempat makan bertebaran. Dan juga yang paling
penting, cukup jalan 5 menit dari mall Ambasador. Namun harus aku akui, tempat
ini tidak sepenuhnya dari hasilkerja kerasku. orang tuaku turut memberikan
andil dalam uang muka apartement ini. orang tuaku sendiri merupakan salah satu
tetangga Pak SBY di Cikeas, Bogor. kadang aku tiap akhir pekan aku pulang.
cuma, lama kelamaan aku malas untuk pulang. gara gara setiap kali pulang hanya
disuguhi pertanyaan basi " kapan kawin " !!. 2 adik laki laki ku
semuanya sudah menikah, hingga hanya aku yang menjadi tanggungan orang tua.
satu satunya anak perempuan yang malah belum nikah.
sebenarnya aku cape. selama 3 tahun,
rutinitasku sama. pulang jam 10 malam paling cepat.pulang, mandi, sikat gigi
dan tidur. oya, sholat kalo ingat. pagi bangun jam 8, nonton kiss, mandi dan
berangkat. sebelum sampai kantor biasanya mampir ke Michelle beli roti gandum.
aku tidak mengkonsumsi coffe, cafeinnya membuat ku takut. semenjak umur 30, aku
mulai menerapkan pola hidup sehat. lumayan lah, program ini bisa bertahan
hampir selama 2 tahun ini.
---------------------
"Sis, gue minta roti lo donk,
laper ne" tau tau aja si Herman gembil mengambil roti gandum ku dan ngacir
mendekati Titik, disana dia mencowel nasi uduk Titik.
"aduh...Pan Brothers kog lama
banget si bikin samplenya. ga tau ya kalo sale garment nya minggu ini "
dengan heboh Dian berjalan ke arah ruangan Shierly. kali ini dia pasti minta
back up dari Shierly untuk membantu ngepush samplenya agar dapat dikirimkan
lebih cepat.
suara ketak ketik komputer membahana
di seantero ruangan, bunyi dering telpon sedari tadi seakan sambung menyambung.
beginilah aktifitas New Fashion di pagi hari. sibuk.
" shit, email gue hang
lagi" bunyi bantingan keyboard seketika langsung membahana. Rury si
temperamen sudah mulai beraksi.
"pak Andri..email gue kenapa
nih? " segera Rury menelpon pak Andri, IT kami.
"Rur, slow down dikit napa ?
" aku mulai complain. harap maklum, mejaku dan meja Rury berhadapan.
"elo, ne ya..kagak bisa care
dikit ma temen, liat gue lagi sengsara malah dimarahin ! " sembur Rury
oke..aku yang kudu slow down kalo
situasi mulai memanas.
"ya..bukan gitu Rur...sabar
donk..tar keriput lo nambah lagi " setengah becanda aku berusaha
mencairkan suasana. yang hasilnya segera dibalas olah pelototan dari Rury.
dan aku hanya tertawa
biar kerjaan sibuk, penuh dengan
pacuan adrenalin tapi aku menyukai pekerjaan ini. sudah hampir 10 tahun aku
bekerja di dunia garment. awalnya dulu kerja di garment, karena Busana Perkasa
Garment adalah satu satunya perusahaan yang mau menerimaku setelah aku hampir
putus asa mencari kerja. track record ku adalah menjadi kutu loncat selama 7
kali, hingga akhirnya aku memutuskan New Fashion adalah pelabuhan terakhirku.
dimanapun kita kerja, semua akan sama saja. kebetulan, di New Fashion gaji dan
fasiltas yang ditawarkan cukup oke dibanding garment yang laen. so, akhirnya
new Fashion adalah perusahan yang paling lama aku jalani sepanjang sejarah
karirku.
"mba Siska, ada tamu dari
Millenium. saya sudah minta mereka untuk menunggu di meeting room 3" Titik
asistenku menginformasi
"oya, baik. saya akan segera
menemui mereka" aku segera mengambil berkas berkas kerjaku
" Tik, jangan lupa bawa sample
fabric antistatic yang mau dicomplain ke Millenium " instruksiku
meeting bersama John Sho dari Millenium
menghabiskan waktu hampir 2 jam. pihak dari pabrik garment kami Masterindo juga
datang. gara gara fabric dari Millenium gagal melewati test antistatic di
german, kami terancam cancel order padahal garment 50ribu pcs sudah berangkat
by sea minggu kemarin.
"miss Siska, tolonglah..jangan
sampai kami kena claim " dengan aksen korea John berusaha merayuku.
"aduh..John, how many times i
have to inform you, your fabric quality never been improve. i face so many
problem with you!" setelah menarik nafas ku sambung lagi kekesalanku
" labdip dari millenium selalu lama, qualitynya masalah, delivery kain
juga selalu delay. saya jadi pusing"
"miss Siska, we will improve
lah...don't worry, i will take care for future. but please, don't give any
claim to us "
" i don't know , John. all
depends on buyer. we' ll see " kataku memutuskan pembicaraan.
"mba, kita ga usah kerja sama
ma Millenium aja deh.." Titik berbicara berbisik padaku saat kami keluar
dari meeting room 3.
"kesel saya mba, kalo kerja ma
mereka " complain Titik. Titik masih muda. umurnya baru 26 tahun. tapi
anaknya sudah 2. kadang aku iri padanya. aku tau dia bekerja hanya untuk
mengisi waktu, anaknya yang paling kecil sudah TK. dan mertuanya sangat lapang
dada untuk mengurus cucu-cucunya. apalagi suaminya Titik yang bekerja di Toyota
sangat pengertian.dulu suami Titik adalah pacarku.
aku ingat waktu Adhi melamarku,
waktu itu umurku baru 26 tahun. kami dulu teman kuliah, sedari dulu aku tau
Adhi memiliki perasaan khusus, tapi bagiku hubungan kami hanya biasa saja.
tidak ada ketertarikan fisik diantara kami.mungkin aku yang bermasalah, yang
saat itu masih karir oriented. lamaran Adhi kutolak mentah mentah, aku tidak
sanggup jika harus memikirkan untuk tidur bersama seseorang yang tidak
membuatku bergairah.lalu akhirnya Adhi menikah dengan Titik, tetangganya yang
saat itu baru berusia 20thn.dunia serasa begitu sempit, saat aku masuk di New
fashion, ternyata aku pun bertemu dengan Titik.
---------------------
"Sis, gue pengen jatuh cinta
" Rury memecahkan keheningan
kulirik Rury sekilas, mataku masih
terpancang pada komputerku.
" ga kapok lo, disakitin cowok
lagi ? ", Rury sudah pernah menikah, tapi akhirnya bercerai saat tau
suaminya selingkuh dengan pembantunya. cerita klise.
" gue emang masih trauma...
tapi gue lebih ga pengen sendirian "
"...."
"umur gue udah 38, gue pengen
punya anak. kalo udah umur 40 kan susah punya anaknya" lanjut Rury
"kalo lo, pengen punya anak,
adopsi aja. banyak anak2 yang butuh kasih sayang tapi terlantar di panti
asuhan. ambil aja atu"
"...."
"hoi, kog diem...malah gampang
kan, lo ga usah sakit sakit melahirkan? "
"...."
"kog, lo jadi diem? ",
penasaran aku melirik ke arah Rury, kali ini tubuh kami saling berhadap
hadapan.
"tapi gue pengen
ngelahirin..."
lalu aku speachless
anak, sapa sie yang ga pengen punya
anak? punya suami yang care? punya keluarga bahagia ? but for me, it's sound
like fairy tale. aku sudah mengubur mimpi mimpi ku semenjak hubunganku dengan
Maikel kandas.
cerita bermula waktu aku berlibur ke
semarang. sebenarnya kepergianku untuk menghadiri pernikahan salah seorang
sahabat jaman kuliah di salatiga. mumpung, aku pun melanjutkannya dengan
liburan di semarang. sekedar mencoba tahu gimbal dan menyambangin klenteng Sam
Pho Kong. lalu, di pojokan On On Pub, aku bertemu dengannya. dia tampan, rambut
dan matanya coklat, dengan dagu kokoh dan bekas cukuran di dagunya membuat
tubuh atletisnya menjadi impianku akan cowok ideal. aku yang saat itu duduk
sendiri hanya tersenyum saat dia menyapa untuk duduk disampingku.liburanku pun
menjadi tidak sendiri, karena Maikel yang saat itu menjabat sebagai manager
hotel Grand Candi, selalu siaga untuk mengantarku berkeliling Semarang.1 minggu
di Semarang bagiku bagai surga dunia. hubungan kami berlanjut dengan pacaran
jarak jauh selama 3 tahun. saat itu aku sampai menghabiskan hampir seluruh
gajiku untuk biaya telpon dan pulang pergi ke semarang. kami bahkan sudah
membahas untuk pernikahan, dekorasi rumah yang akan kami tempati, nama anak
anak kami, semua pembicaraan masa depan sudah kami bahas. everthing goes so
perfect, hingga suatu hari aku dilabrak oleh istri dan anaknya....
saat bertemu denganmu, ku tahu
dirimu yang kumau
tapi ternyata dirimu tak bisa
bersamaku
lalu aku pun kembali sepi,
sendiri...
---------------------
to : 081807001234
from : 081328759541
lunch bareng yuk
hemmm..sms dari Doni
to : 081328759541
from : 081807001234
ok, dimana ?
to : 081807001234
from : 081328759541
di cafe wien aja. i pick you at 12 o
clock. no delay
to : 081328759541
from : 081807001234
ok
dasar MD ( baca : Merchandiser ),
selalu ga bisa dipercaya untuk masalah on time. kalo ada janji selalu aja
molor. tapi Doni adalah pengecualian dari para MD. dia selalu datang on time.
pada kencan pertama kami, aku membuatnya menunggu selama 1 jam, semenjak itu
saat janjian, dia akan men follow up pada orang orang disekitarku untuk
memastikan aku sudah berangkat atau belum. pernah disalah satu kencan kami, aku
menelponnya dan mengatakan aku sudah on the way. dan ternyata dia menelpon ke
pada satpam kantor untuk memastikan aku benar benar sudah on the way atau
tidak. jadi yang terjadi adalah, Doni menelponku tiap 3 menit untuk memastikan
aku benar benar sudah hengkang dari meja kerjaku. mengesalkan. tapi itu membuat
pelajaran buatku untuk menghargai waktu. aku dan Doni bertemu 3 bulan lalu, di
acara garment gathering, kumpulan orang orang yang berkerja di dunia garmen.
Doni orangnya ramah dan rame, dia baru saja pindah ke Jakarta dari Singapore.
saat itu kami langsung saja menjadi akrab, dan hubungan kami berlanjut ke lunch
dan dinner.
" Cis, besok temenin Aa' ke
kondangan ya "
" hem.."
" Dewi, temen kantor mo nikahan
di Hotel Nikko, acaranya jam 7 malam minggu "
diam, aku masih saja sibuk memilah
milah pepes peda ku
" Cis Cis..." aku
sebenarnya benci saat Doni menyebutku Cis Cis. namaku Siska. tapi dia selalu
memanggilku Cis Cis. seperti nama kucing saja.
" Cis cis ga ada acara kan
malam minggu ? mau kan nemenin Aa' "
oke..sampai tahap ini aku mulai
tidak tahan untuk tidak muntah.
" sebenarnya mo pulang ke Bogor
" aku berbohong
" nanti dari kondangan kita kan
masih bisa ke Bogor. Aa' kan bisa mengantarkan Cis. sekalian Aa' silahturahmi
ama ortu Cis Cis..."
glek..kalo yang ini sinyal tanda
bahaya mulai berbunyi..guing..guing....hey, somebody, please help me!!!
" aduh...ehm..ehm..ehm..."
aku mulai batuk batuk. menurut penelitian, orang yang berbohong biasanya
ditandai dengan batuk batuk kecil.
" kayaknya ga bisa, nyokap ma
bokap mo ke Cirebon. makanya gue disuruh jaga rumah " lanjutku berbohong
" wah, bagus itu..berarti Aa'
memang harus nemenin Cis Cis di Bogor biar Cis Cis ga kesepian donk "
jawab Doni sumringah
aku ...#$@$^#^#&%#$ ...mati
kutu!!!!
---------------------
"hahahaha" Rury tertawa
terbahak bahak saat aku menceritakan akhir pekanku dengan Doni.
"be quite !!! everybody staring
at us now !! "
saat itu aku, Rury dan Shierly
sedang makan siang di kantin lantai 11 di Sentra Mulia.
" serious lo, dia mbawa ortunya
? " dengan tampang seperti ikan mas koki Shierly bertanya. diantara kami
bertiga Shierly yang paling muda, setidaknya dia belum berusia 30. tapi harus
aku akui, karirnya melesat bagaikan roket. diusia 27 tahun, dia sudah menjadi
manager di New Fashion. diantara kami juga, Shierly lah yang paling menarik.
tubuhnya munggil, dengan wajah imut, rambut sebahu di cat burgundy, dan selalu
memakai rok mini jika ke kantor, shierly selalu menjadi pusat perhatian.
berbeda dengan Rury, type cewek macho. maklum dia keturunan batak. rambut
cepak, selalu mengunakan celana jeans dan kaos polo. dengar dengar sebelum dia
bercerai, Rury adalah type cewek feminim, namun dia berubah 180 derajat
semenjak perceraian. well, love can change everything. by the way, back again
to the topic...
" gue juga kaget, waktu siang
ternyata ortunya dateng, ampe kakak ceweknya juga ikutan. mereka bawa buah
buahan plus makanan gitu. sumpeeh..gue ampe mo mati berdiri. lo, tau deh,
nyokap gue kayak apa? "
" hahahahaaa, pasti mereka
sudah mbahas tanggal pernikahan tuh.." sahut Rury sambil mengambil tissue
untuk menghapus air matanya. keterlaluan, mentertawaiku sampai menangis!!
" nyokap gue jelas sumringah,
tadi aja dia nelpon gue bilang ada kaen kebaya bagus. dia pengen gue pulang ke
bogor buat ngeliat " kuraih aquaku dan meminumnya seteguk " bokap
gue..lebih hebat lagi, tapi pagi bilang ma gue mo minta cat rambut gue, katanya
mo ngecat rambut biar ga malu maluin pas nikahan gue " kuteguk lagi aqua ku dan menyambung "
iparku si Tria ampe ngirim email berisi tips menghadapi pernikahan, iparku yang
satu lagi sms buat recomended wedding organization punya temennya "
nafasku memburu saat berkata, cape, kesel ma kondisi keluargaku.
" loh, lo harusnya bersyukur
Sis, keluarga lo care ma penikahan lo ", sok bijak Rury berkata
" sumpeh, sapa yang mo nikah ma
Doni !!! "
" elo, sih..kemaren maen api.
sekarang beneran apinya nyamber lo. dulu lo kan yang ngejer buat jalan ma
Doni " kata kata shierly membuatku
teringat 3 bulan yang lalu, saat kami juga duduk makan siang di kantin lantai
11. waktu itu sehari sehabis acara garment gathering, dan kami saling membahas
teman teman di garmen gathering.
( kilas balik 3 bulan yang lalu...)
" si Doni cakep juga "
Rury membuka pembicaraan
" cakep....tapi kurang macho
" sahutku
" imyaah, diah kamyak
baibi.." Shierly menyahut dengan sibuk menguyah batagor
" apa??? kayak babi ??? "
sentak Rury...
" Sher..lo makan..makan aja..ga
usah nafsu ikut ngosip ..." aku
tertawa
" yeeh..elo..bilang aja kuping
lo yang budek " bela Shierly sambil melap mulutnya" dia kayak bayi,
mukanya kan baby face gitu " kali ini Shierly merengut
" tapi Doni keliatan lumayan
buat dijadiin cemceman..." desisku
" cemceman..huu..elo tuh
yah...dasar man killer, hahaha.." tawa Rury masih saja mengema
aku memang tidak punya pacar. tapi
aku punya segudang janji dengan banyak laki laki di tiap weekend. aku bukan
tidak laku, hanya terlalu banyak pilihan jadi memuatku malas untuk
memilih.that's why i'm still single :-)
lalu, siang itu aku pun menelpon
Doni....
kembali pada reality...
memang mudah sekali membuat orang
jatuh cinta, cukup menjadi apa yang mereka inginkan. that's all. dan mereka
akan mengejar dan memuja kita. apalagi aku memiliki penampilan yang pantas,
orang akan mengatakan aku tipekal cewek sunda, dengan kulit putih dan rambut
hitam panjang ( sengaja rambutku tidak ku cat, untuk menjaga keorisinilannya ).
tinggiku 165 dengan berat badan seimbang walau harus tetap melakukan kerja
keras untuk menjaga porposi tubuhku. dalam kasus Doni, dalam jangka waktu 1
bulan, aku tahu bahwa dia sudah tak bisa lepas dariku. sikapnya yang manja
membuatku malas. sebenarnya dari kemarin ingin kudepak, cuma..he's good in sex.
dan dalam kasus ini pula, i loose my
control.aku terhanyut dalam permainan yang aku buat sendiri dan mulai mengikat
diriku dengan Doni. secara fisik Doni memang oke, secara bibit bebet bobot dia
juga pantas dibawa ke keluarga, finasial mapan, seagama itu yang penting dan
secara obrolan...harus kuakui Doni juga sparing patner yang baik karena kami
memang satu profesi sehingga bahasan kami “nyambung”. Doni ternyata juga
seseorang yang family oriented. usianya baru 35 tahun, dan aku tahu bahwa dia
punya 1 anak dari hubunganya dengan pacarnya yang dulu. sayang, anak itu dibawa
oleh ibunya yang telah menikah dengan orang lain. Doni selalu merasa bersalah
dalam hal itu. pernah sekali aku dibawa ke sekolah anaknya dibilangan Pondok
Indah.waktu itu aku cukup terenyuh melihatnya, dalam usianya sekarang, dia bisa
menjadi ayah yang baik. terus kenapa aku merasa belum mantap untuk menikah
dengannya ?????
---------------------
"elo, kena sindrom takut merid!
"
kali ini kami di selebriti fitnes
center. cuma aku dan Shierly. Rury absen karena sedang datang bulan.
"elo itu takut kara gara masa
lalu lo...hah..hah...dan lagi..elo itu tiap hari ndengerin curhatannya
Rury..hah..hah..terang aja lo jadi phobia...aduh..pegel..." Shierly bicara
sambil berlari di treadmill.
" gue ga merasa phobia kog
" kalau aku cukup mengayuh sepeda
" ga phobia
gimana..hah..hah....elo to ya...pacar lo kalo dihitung pake jari jari gue plus
jempol kaki aja ...hah..lebih banyak...terus...mana ada kasus lo pacaran
lama..haah...paling lama 3 bulan...."
"...ga juga ah.." aku
menjawab lirih sambil berpikir...
" banyak yang serius ma
elo...elonya malah maen maen..hah..hah...kali ini ma Doni..huaa...bentar gue
pelanin ne treadmill...gue setuju aja lah...Doni tuh, orangnya baek
kog..haah..setidaknya gue pernah dikasih setelan Miu Miu "
" alah..dasar lo, cewek matre!!
" semburku
" hahaha, gue kan emang suka
cowok kaya, sis.." tawa Shierly
seminggu ini topic kami hanya
tentang Doni, aku sendiri berusaha menghindar dari Doni.sudah 1 minggu semenjak
kejadian di bogor aku tidak mau bertemu. tit..tit..oups, sms masuk. Doni.
to : 081807001234
from : 081328759541
say, aa' kangen. ketemuan yuk
to : 081328759541
from : 081807001234
malem ini gw nginep di tempat
shierly. dia kena campak
ngasal, aku membalas sms Doni.
to : 081807001234
from : 081328759541
shierly kena campak ? aa' jenguk
kesana ya
mampus deh aku!!
to : 081328759541
from : 081807001234
jangan, dia malu ketemu ma orang.
kasian, pede dia lagi ilang
diam..tidak ada
balasan..fuih..untung, akhirnya Doni ngerti juga
" SISKAAAA....sapa yang bilang
gue sakit campak!!!!!" kali ini teriakan Shierly membahana.
---------------------
" neng, udah malem..pulang atuh
neng..."
" ih..pak mansyur...kerjaan
lagi banyak, sejam lagi juga kelar.bapak tungguin Siska donk..." aku
memohon pada pak mansyur
malam ini seperti biasa, aku pulang
malam ada contract order yang harus di realese hari ini. jam sudah menunjukan
pukul 10.46 malam. namun, rasanya kerjaanku tidak juga barkurang
" neng..katanya neng mo kawin
ya? " suara pak masnyur memecah keheningan
kaget.
" aduh, bapak..itu gosip"
acuh aku menjawab
" kog gosip neng? padahal bapak
itu udah senang denger neng mo kawin. ama yang bawa Avanza itu kan ? orangnya
ganteng, bapak suka ..kalo lagi nunggu neng kan, dia suka ngobrol ama bapak.
bapak tuh..sering dikasih rokok ma dia.orangnya baek ya neng...bapak suka
loh..." cerocos pak mansyur seperti kereta api yang tidak putus putus.
bikin perutku melilit.
konsentrasiku langsung buyar.
pembicaraan tentang Doni membuatku marah. tapi aku tidak ingin marah pada pak
mansyur yang begitu baik. kuputuskan diam dan pulang.
" udah deh pak..Siska pulang
aja " aku pun mematikan komputerku dan merapihkan file file yang bertebarn
di mejaku.
di pojok, pak mansyur seperti masih
tidak puas.
" kalo emang dia jodoh Siska
pasti nanti Siska kawin ma dia kog pak..bapak ga usah khawatir ya.."
suaraku lembut, mencoba menenangkan pak mansyur.
" amin neng.." kali ini
pak mansyur menjawab dengan tersenyum.
---------------------
lift ini sepertinya tidak turun
turun, aku mulai tidak sabar. siapa sie yang diatas yang juga blom pulang.
disini ada 19 lantai. kantorku dilantai 15. tiing, pintu terbuka dan ...Holly
shit!!!!!
" mau turun? "
suaranya bagai menghipnotisku, berat
berwibawa
orang itu mulai memingirkan
badannya, mempersilahkan aku naik. sumpah..aku hanya seperti orang bego yang
mengikuti perintahnya.
" ground or lobby ? "
" oo....lobby.." aku masih
merasa terhipnotis
dia jelas bukan orang indonesia,
aksennya menjelaskan dia orang india.
" why you went so late ? "
tiba tiba saja dia bertanya
" why you also so late ? "
" heem..don't want to answer
before ya ..." dia tersenyum, ada lesung pipit disebelah kiri....oh, GOD,
why you create so gorgeous man like him!!!
" i have some stuff to be
done" dia melanjutkan
" so, same with me "
" but, it's really late for a
women. does your husband looking for you if you went so late ? "
" why you thought i have a
husband ? do i like a curious wife that always check for my husband if he come
late till you guess my husband will do the same with me? "
" wow...sorry, i thought a
beautiful women like you is impossible if you are still single " dia
tertawa...Tuhan, please freeze me at this moment.
tiing...lift terbuka, lobby.
" you bring your car ? "
" nope.." aku menjawab
cepat, 4 tahun yang lalu aku mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan kakiku
harus di gips selama 2 bulan, 4 jahitan di kepala dan luka di lenganku. hal itu
membuatku trauma untuk menyetir mobil kembali.
" it's dark at outside, don't
you scared if you have to walk alone ? may i give a lift ?"
" who said that i will walk
alone....moreover it' s more scared if i have to go with you..." kemudian
aku pun melenggang meningalkannya.
1 menit kemudian, aku tau bahwa aku
telah begitu stupid telah melewatkan kesempatan untuk pulang bersama gorgeous man.
shit!!
---------------------
to : 081807001234
from : 081328759541
sayang, dah bobo ya? aa' ga bisa
bobo ni. kangen
kubaca, dan detele!!! gorgeous man,
sekarang lagi mengisi pikiranku. semenjak 2 hari yang lalu aku penasaran
padanya. satpam gedung sudah kutanyai, sampai aku meminta Tino anak design buat
mengambarkan gorgeous man, supaya mudah agar orang mengenali. tapi hasilnya
NOL. tidak ada satupun orang di gedung Sentra mulia yang kenal. sampai penjual
di food court pun aku tanyai bahkan 4 lantai diatas ruanganku sudah aku
jelajahi, namun tetap tidak ada yang kenal.
Rury dan Shierly menuduhku
berhalusinasi. " paling lo ketemu ma hantu " tuduh Rury kejam.
tapi bagiku pertemuan itu begitu
nyata, ga mungkin kalo itu hantu. tapi kalo 1 gedung tidak ada yang
kenal...lalu...
melody heaven punya DJ sammy
melantun dari handphone ku, Doni. kubiarkan. lagi music itu mengalun. lagi lagi
Doni.
bete, kumasukkan handphoneku ke
bantal.
rasa itu tak bisa ditentukan
saat dia datang, dirimu hanya bisa
pasrah
dan mencinta...
saat aku bertemu denganmu, aku tak
ingin melepaskanmu
---------------------
hari ini sungguh menyebalkan. Bos ku
Mr. Peter marah marah, Titik entah mengapa jadi oon. Rury ga masuk, katanya
lagi ke bali, kunjungan ke pabrik Mamaleon. Shierly meeting sedari pagi dengan
marketing pan brothers.
aku tau aku lagi kena syndrom PMS.
saat lagi sensi, semua menjadi masalah. pagi tadi Doni menelpon, dengan melankolis
menanyakan mengapa selama 2 minggu aku menghindar.aku hanya menjawab dengan
alasan klise, sibuk. lalu, dia ingin
bertemu untuk membahas masa depan. dan lagi lagi aku menjawab, sibuk. nyokapku
menelpon setelahnya, bercerita kalau Doni curhat kalo aku sulit dihubungin.
shit, aku benci cowok pengadu. dan saat akan menutup telepon, lagi lagi nyokap
pun bertanya, kapan aku mau melihat kain kebayanya. aku pun diam. tidak
menjawab.
siang ini aku akan makan siang
dengan adik bungsu ku. Rangga. entah mengapa, tadi dia mengirim sms ingin lunch
bersama.kebetulan kantornya juga di daerah Kuningan. sebenarnya aku tidak
begitu dekat dengan adik adikku. hingga saat dia mengirim sms. dalam hati aku
tahu paling dia juga akan mencecarku tentang hubunganku dengan Doni.
" kak, cuacanya cerah
ya.."
"ehm.."
" sekarang banyak yang kena flu
burung ya.."
"ehm"
" tau tidak, jakarta akan punya
monorail loh "
"ehm"
" busway lewat sungai juga
bakal..."
" Ngga..kamu ini mo ngomong apa
sih ma kakak ? " akhirnya dengan tidak sabar ku potong perkataan adikku
Rangga diam.
" udah, kamu to the point aja
deh, kakak ga suka kalo kamu muter muter ga karuan kayak gini" kesal aku
memutuskan untuk mengambil sate vegetarian. hari ini kami mencoba makan salah
satu rumah makan vegetarian di Pondok Indah.
Rangga masih diam
"kog, kamu jadi diam sih, kamu
mo bilang tentang hubungan kakak ama Doni? kakak bilangin ya..kalo kakak
itu..."
" Rangga mo bercerai
kak..."
"what ???!!! " sate di
tanganku jatuh tepat di rok mango ku
" rangga mo bercerai
kak.." kali ini suara nya mantap dan Rangga menatapku
aku masih bengong
" aku merasa bahwa hubungan
kami tidak berhasil, misscomunication dan ah...hidup menjadi tidak nyaman
"
aku masih tetap bengong
" aku merasa bahwa perkawinan
kami menjadi rutinitas dan monoton. padahal kami baru menikah 5 tahun.
tapi..."
" ada perempuan lain.."
hati hati aku bertanya
" ga ada kak " dia
menjawab dengan menatapku. jujur.
" Ika juga tidak berselingkuh,
tidak ada pihak ketiga. tapi kami tidak bisa dipersatukan lagi. hubungan kami
seperti sahabat. tidak ada gairah dalam perkawinan kami. hubungan kami menjadi
...datar "
aku ingat, Rangga menikahi Ika yang
merupakan teman kuliahnya di teknik industri UNS. Sebelumnya mereka telah
pacaran selama 5 tahun, dan memutuskan menikah saat Rangga diterima kerja di
Wika.
" rangga belom cerita pada
bapak dan ibu, rangga takut nanti jantung bapak kumat. kak teguh juga belum
rangga beritahu"
"..."
" rencananya gugatan cerai akan
Rangga ajukan minggu depan .."
hening diantara kami, hingga serasa
aku mendengar bunyi suara kepak sayap nyamuk
" kamu sudah yakin Ngga? apa ga
ada jalan lain ? mungkin ini cuma kejenuhan kalian aja ? kalian kan bisa
honeymoon ke dua? anak anak kalian dititipkan aja " aku teringat akan
kedua keponakan kembarku, Salsa dan Salbila.
" kalau kalian bercerai, apa ga
kasihan anak anak ? "
" kami berupaya, perceraian
kami tidak berakibat buruk pada anak anak.. Ika, akan membawa anak anak. tapi
kami akan mengatur waktu bersama anak anak secara adil.hingga mereka tidak
merasa kehilangan oarang tuanya. yang jelas tidak akan seperti tamara dan
rafli." rangga mencoba bercanda
" ga mungkin lah!!" aku
mengebrak meja. pasangan disebelahku melirik kami, mungkin berpikir kami ada
pasangan yang sedang bertengkar.
aku melirihkan suaraku " ga ada
perceraian yang berakibat baik pada anak, kalian berpisah..itu sudah membuat
anak2 kehilangan hak nya untuk mendapatkan orang tuanya secara utuh "
rangga diam, kemudian berkata
" sudah kami pikirkan, ini
jalan yang terbaik kak. buat saya, ika dan anak anak..."
jika cinta menghilang,
akankah aku tegar menghadapinya?
aku tak tahu
---------------------
"girls, kenalin ini Bintang “
Rury dengan bangga mengendong bayi
munggil. Penampilannya pun jauh berubah, kali ini Rury mulai memanjangkan
rambutnya, sudah hampir mencapai bahunya. Dia juga mengunakan rok, walau masih
rok jeans. Mengunakan baju tulle bermotif bunga bunga kecil. Rury tampak cantik
dan keibuan.
"aku cape nyari laki, daripada
gue stres trus bunuh diri karena kesepian, akhirnya gue ngikutin saran lo.
Ambil anak , hehehe “
hari itu, minggu sore yang adem.
Kami sahabat berkumpul di cafe Wien.
" tapi bintang kog mirip ma elo ya ? “
tanya Shierly
" elo, nemu dimana ? “
pertanyaan Shierly ini sepertinya perlu dijitak
" ran, elo nanyanya kayak nih
anak ketemu di tong sampah deh “ aku memprotes
" yeeh..kan penasaran..”
" ini anak sepupu jauh
gue...keluarganya agak ga mampu, anaknya udah 7.masih kecil kecil smeua, waktu
hamil Bintang pun, ampe mo digugurin. Trus, yaa..gue ambil aja. Mending jadi anak
angkat gue. Nantinya gue juga ga bakal nutup nutupin kog kalo Bintang bukan
anak gue “ kali ini Rury menjawab sambil menjawil Bintang.
" Nang ning nung ning nang ning
nung...aduh...imut banget sie..cup..cup..cup...” Shierly tidak henti hentinya
mengoda Bintang. Diantara kami , Shierly yang paling suka anak kecil, maklum
dia anak bungsu.
" shier pinjem donk..gue juga
pengen ngendong..”
" eit..bentar dulu..gue juga
baru bentar ngendongnya..”
" ih..pelit banget sie..Rur,
masa anak lo dimanipulasi ma Shierly? “
" gue juga pengen
ngendong..." aku memohon, melihat Bintang yang begitu lucu, mengugah
insting keibuanku untuk memeluknya.
" aduhh..kalian ini “ tawa
Rury, jelas dia sangat bahagia
hari itu kami menghabiskan waktu
kami hanya untuk Bintang
---------------------
" say, kalo kita punya anak
kembar pasti lucu ya ? “ Doni, berkata sambil menatapku. Tatapan penuh cinta.
Dia mengambil es campurnya, dan mulai mengaduk aduk isinya. hari ini kami
bertemu untuk makan siang di es teler 77. aku suka es campurnya.
" di keluargaku, tante ku punya
anak kembar. Katanya itu bisa menurun loh “ adukan es campur Doni mulai
melambat
" apalagi kalo anak kembarnya
cowok cewek, sepasang ...pasti lucu sekali “ kemudian Doni memakan nangka yang
ada di es campur
"say, kog diem aja sih “
diluar cafe, rintik hujan mulai
membasahi bumi. Bau tanah mulai terasa. Aku suka bau tanah. Membuatku nyaman.
Nyaman buatku untuk menghilangkan dari segala macam beban.
Akhirnya aku menyerah, aku pasrah.
Pada akhirnya perempuan di usia kepala 3 memang tidak banyak pilihan. Walau pun
dunia sudah sedemikian majunya, tapi tetap ada kata kata perawan tua. Minggu
kemarin orang tua Doni telah melamar secara resmi kepada orang tuaku. Bahkan
aku sekarang sudah menggunakan cincin pertunanganku, cincin emas putih dengan
berlian solitaire 22 karat Frank&co. aku tahu, Doni benar benar
menghabiskan tabungannya untuk biaya pertunangan dan pernikahan kami.
Saat lamaran ibuku menangis bahagia,
beliau dan orang tua Doni langsung saja menjadi akrab semenjak pertemuan
pertama. ide lamaran ini spontan diajukan Doni kepada orang tuaku di tengah
ceritaku mengenai Bintang, aku memang sangat menyukai Bintang, harusnya wajar
jika aku bercerita. tapi ternyata ceritaku disalah artikan bahwa aku ingin
cepat punya anak. maka, Doni pun berinisiatif langsung melamar kepada bapakku.
yang langsung diikuti dengan kedatangan orang tua Doni keesokan harinya.
" Cis cis.." aku merasakan
remasan lembut di tanganku
" Cis cis..ada apa ? "
suara Doni bagaikan burung bulbul, begitu lembut di telingaku, tapi justru
menusuk tajam dihatiku.
" gapapa, cuma lagi banyak
pikiran aja " aku berbohong sambil mengaduk batagor yang sedari tadi
sepertinya porsinya tidak habis habis.
" ehm..pasti lagi pusing
mikirin pernikahan kita ya? " Doni tersenyum " nanti Aa carikan
wedding organizer saja yah..biar Cis cis..ga usah pusing lagi " kali ini
remasan itu bertambah kuat, meremas tanganku dan juga hatiku.Doni menyeruput es
campurnya, matanya masih memandangku, aku tahu Doni benar benar mencintaiku.
---------------------
" Rur, gue eneg..."
" APPAA..??!! elo eneg? hamil
yaa...? elo hamil ya !!!" teriakan Rury, langsung memunculkan kepala
kepala dari kubikel kubikel di ruangan kami
" apaan sie" aku mendesis
"ngapain lo teriak teriak!! "
" aduh, lo itu ya...gue kan
udah bilang, makanya kalo maen sex pake pengaman donk. sekarang kalo lo hamil
gini...aduh..gue tau elo udah mau merid, tapi masa sie elo ga bisa sabar dikit
aja. malu kan kalo elo di pelaminan dengan perut buncit " Rury mencerocos terus tampa bisa dipotong
" Rur, dengerin gue dulu
donk!!! elo tuh maen potong aja...gue ga hamil, denger ya..GUE GA HAMIL "
kalimat terakhir sengaja kukeraskan, biar orang orang di ruanganku bisa
mendapatkan klarifikasi.
" loh, tapi lo bilang elo
eneg.." Rury bertanya dengan tampang oon yang jauh lebih oon dari oneng di
bajaj bajuri.
" gue bilang gue eneg, bukan
berarti gue hamil...elo si motong kalimat gue, gue blom selesai bicara elo udah
ambil kesimpulan sendiri " memberikan penjelasan kepada Rury susah susah
gampang, dia terlalu pintar dan sering kali mengambil kesimpulan sendiri
yangbelum tentu benar.
" lah, trus..." masih
dengan tampang oon nya Rury bertanya
" haah...gue mo bilang, kalo
gue eneg ma hubungan gue ma Doni " kulemparkan pulpen pilotku ke meja
entah kenapa, kurasakan air hangat
di ujung mataku, ku tahan kepalaku dengan tangan kananku, sengaja kuurai poniku
untuk menutupinya. kali ini aku benar benar merasa lelah.
" semua tuntutan orang tua,
semua persiapan pernikahan ini, semua bikin gue ga bisa nafas, rasanya
sesak...apalagi jika ketemu Doni" aku mulai berurai air mata
" oke ..oke..kayaknya kita
harus ke toilet nih.."
kemudian Rury beranjak dari mejanya
dan menggeretku ke toilet.
di toilet, aku menangis
---------------------
malam itu kami berkumpul di apartementku.
kami sengaja meningalkan kantor lebih cepat dari biasanya. emosiku yag tidak
karuan, membuatku tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaanku. maka aku pun
membiarkan Titik melanjutkan semua pekerjaanku.
" jangan lupa bantalnya Bintang
ya..selimutnya juga yang warna biru..Bintang suka selimut yang
itu...yaa..iya..besok Rury pulang....ya sudah, nanti Rury telpon Bunda lagi
" Rury menelpon Bundanya. malam ini Rury akan menginap di apartementku,
walaupun sudah ku katakan aku tidak apa apa, Rury tetap berkeras. dia menuduhku
akan bunuh diri jika tidak ditemani.
" Rur, elo pulang aja..gue
gapapa kog.." aku sudah menganti baju kerjaku dengan baby doll nyamanku
bergambar sapi.ku peluk boneka lumba lumba biruku yang selalu menemani tidurku.
oke, biar aku sudah berumur 32 tahun, tidak ada salahnya jika memiliki teman
tidur seeokor lumba lumba kan ?
" alah.gapapa..gapapa apa, liat
tuh..mata lo dah kayak tomat gitu..elo itu bahkan lebih parah dari orang yang
putus cinta!"sembur Rury.
" tapi gue bener bener
gapapa" aku mulai merajuk seperti anak kecil
" entar Bintang kasian kalo lo
tinggal.."
" Bintang gapapa kog, bunda mau
mengurus Bintang malam ini" Rury duduk disamping tempat tidurku dan
merebut lumba lumbaku " lagian capek juga jadi ibu, gue kan juga pengen
istirahat , hehehehe " dan Rury menimpuk kepalaku dengan lumba lumbaku.
kami pun langsung terlibat perang lumba lumba vs bantal. rasanya bebanku mulai
terasa ringan setelah bisa membalas Rury dengan bantal.
" hi.." kamipun hanya bisa
memandang sambil terengah engah, saat sheirly datang ke apartementku
shierly datang belakangan, tadi
katanya dia ada kunjungan ke salah satu pabrik kami hingga baru bisa bergabung
sekarang.
" gue tinggal sebentar aja,
kalian berdua udah kayak anak kecil. malu maluin banget sih " shierly
melepaskan jaket dan melemparkannya ke sofa tengah.
" ciut..cuit..sumpeh lo...badan
lo sexy banget " rury langsung memuji body
shierly yang memang tampak apik dalam balutan baju one piece selutut
dengan aksen tali spageti di bagian pungungnya warna unggu, jelas rancangan
zara.
" Hush..elo ini udah sedemikian
desperatenya ga nemu cowok ampe mo makan sahabat lo sendiri ya.." aku
menimpuk Rury dengan bantal lagi
" enak aja.." rury akan
membalas saat shierly menangkap boneka lumpa lumba itu sebelum mengenaiku.
" anak anak...! gue emang
sexy..ga usah mupeng githu donk..hahahaha " dengan gaya narsisnya shierly
memutar badannya menujukan kemolekan badannya.
aku dan rury kemudian langsung ingin
muntah, hoek....
---------------------
"gimana masakanku ?" dengan
bangga Rury bertanya. semenjak menjadi Ibu Rury memang banyak berubah. bukan
hanya penampilannya yang berubah, Rury pun sekarang menjadi lebih lembut dalam
menghadapi orang. membayangkan rury menganti popok dan menyiapkan susu
sepertinya benar benar ajaib. dan sekarang melihat, dan merasakan hasil masakan
Rury...ini bener benar lebih ajaib! padahal dulu keahlian Rury yang ku tahu
hanya memasak air panas dan indomie, sekarang dia memamerkan sayur capcay,
omelet telur jamur, dan oseng tempe.
" hoi..gimana masakanku..?
" rupanya Rury tetap membutuhkan komentar kamu.
seperti biasa shierly menjawab
dengan mulut penuh makanan " hem..emyak..emyak..." sambil mengambil
lagi satu sendok penuh oseng tempe. heran, biarpun makan banyak shierly tetap
saja tidak gendut. beda dengan aku, sekali banyak makan, beratku langsung naik
dan butuh perjuangan untuk menurunkannya.
" enak kog Rur, ga nyangka kalo
lo bisa masak juga " jawabku sambil mengedipkan mata
" dasar, lo menghina gue
ya..gini gini gue pinter masak. semenjak bercerai, gue males aja masak habisnya
sudah ga ada yang perlu dimasakin" jawab Rury " tapi semenjak ada
Bintang, gue punya 2 pembantu, jadi gue semangat aja buat masak buat mereka.
gue pengen Bintang nanti bisa merasakan hasil masakan gue" jelas Rury bangga
" mamsakan lo..hem..mak nyos
banget..lo bisa bikin restoran ne.." akhirnya shierly menghabiskan
makanannya.
" Rur, lo sering sering aja
masak disini, kompor gue ga pernah dipake tuh " aku memang tidak bisa
masak, makanya dapur hanya menjadi interior dirumahku yang tidak pernah
tersentuh kecuali untuk membuat teh, indomie dan roti bakar.
" ooo..pantes, tadi kompor lo
kotor banget, tuh pengorengan aja debunya bisa buat bedak lo dan ga luntur
seminggu" ejek Rury
" sialan lo..." aku
memprotes, rasanya berkumpul bersama sahabat adalah hal yang paling
membahagiakanku. masalah tentang Doni entah mengapa bisa menguap begitu saja.
" udah, sekarang lo ga merasa
eneg lagi kan ma Doni? " tanya Rury
" lo paling cuma deperesi
karena mo merid aja, sis "
" iya, gue pikir juga kayak
gitu "
" paling tar perasaan itu bakal
ilang kog, lo jalanin dulu aja. pernikahan itu bukan mencari orang yang
sempurna, tapi menemukan orang yang bisa membuat hidupmu sempurna. kalo lo mau
menerima baek buruknya Doni, lo pasti bakal memandang Doni jauh lebih indah.dan
itu butuh keiklasan di hati lo " kata kata ajaib shierly, gadis munggil
langsung membuatku tertawa
" hahahha, ga nyangka Shierly
yang lebih muda bisa lebih bijak dari gue..."
" wah..kata kata shierly kayak
orang yang lagi jatuh cinta aja " tuduh Rury
dan seketika pipi Shierly langsung
bersemu merah.
" oh my God, lo lagi fall in
lop ya ? " tanya Rury histeris
" aku langsung menyingkirkan
piringku dan memandang shierly, dia hanya tersipu malu.
" beneran ne? ma sapa ?"
aku juga mulai merasa antusias. selama aku mengenal Sheirly 3 tahun ini, aku
tahu shierly belum pernah pacaran. kecantikannya malah menjadi musuh baginya,
dia yang begitu sempurna malah membuat cowok cowok keder mendekatinya.
orientasinya pada karir juga membuatnya tidakmemperdulikan cowok cowok, sebagi
anak bungsu dari 4 bersaudara yang semua kakaknya laki laki, shierly sudah
merasa puas akan perlindungan kokoh dari para kakaknya.
" gue mau ceritanya secara
detail!!!" tuntut Rury
" gue ga tau...gue juga baru
ketemu tadi.." sahut Shierly malu malu
" tadi waktu meeting di
tangerang, gue diajak ama bosnya pak Pravinatan makan siang di super kitchen
trus gue ketemu ma dia. dia nyapa si Pravinatan. mereka ngobrol sebentar, gue
ga tau namanya. tapi dia cakep banget..." Shierly mengatakan kata cakep
banget sambil mengatupkan kedua tangannya didadanya." waktu ketemu, serasa
jantung gue mo copot, Rur.." tangan Shierly mengapai tangan Rury yang
langsung disambut oleh rury. " dia cakep banget..." kenapa Sheirly
mengatakan cakep banget sambil memadangku ?
" rasanya gue mo pingsan, ga
bisa napas...lo tau kayak gue denger suara lonceng gereja dikepala gue, gue
tau..he's the one " dengan antusias Shierly bercerita, pipinya masih
bersemu merah, demi Tuhan, shierly cantik sekali.
Shierly menarik tangannya, dan mulai
mengeleng sedih " tapi gue ga tau namanya..gue malu nanyain namanya.
aduh..rasanya gue bodoh banget.." dan ..Shierly mulai menangis. aku dan
Rury berpandangan.langsung aku beringsut menuju Shierly dan memeluknya.
"ga my dear..itu ga bodoh...lo
cuma lagi terpesona " kata kata ku ingin menenangkan Shierly, tapi jauh di
dalam hatiku aku cemburu pada shierly, pada caranya jatuh cinta yang begitu
indah. aku ingin merasakan jatuh cinta yang bisa membuatku menangis karena
merindukannya. aku tak pernah lagi merasakannya semenjak Maikel menghilang.
" itu biasa terjadi pada orang
yang terpesona, kaget..wajar kalo lo kayak gitu...urusan siapa tuh orang, nanti
kita cari bersama " hibur Rury, saat begini ketegasan rury memang sangat
dibutuhkan.
" tapi gue bahkan ga tau dia
itu siapa !" teriak shierly, dia terlihat seperti orang yang sedang
dimabuk cinta yang cintanya tidak kesampaian.
" urusan itu gampang!! tar
serahin aja ke gue !! " tandas Rury
malam itu pun kami habiskan bertiga,
sambil menghayal tentang cinta.
cinta bagai candu,
membuat hati yang sepi menjadi
rindu...
---------------------
from :rury@newfashion.com
to : shierly@newfashion.com
cc: siska@newfashion.com
subject : your lover
gue minta detail kriteria cowok yang
kemaren lo temuin di super kitchen.gue tanya ma Pravinatan, dia bilang kemaren
dia ngobrol ma 2 orang, yang mana yang lo maksud. cepetan jawab!
sumpeh, tenyata Rury ga main main
dalam mem-follow up cowok idaman Shierly.
aku melongokkan kepalaku dan
memanggil Rury
" Rur, kog elo mo mbantu
nyariin cowok ini buat Sheirly sih ? waktu gue ketemu ma gorgeus man dan gue
heboh nyari dia, lo kenapa ga mbantuin? " rasanya donkol, dianaktirikan
oleh Rury.
" my darling, abis kalo
mbantuiin lo, paling tar cowoknya elo buang lagi. sia sia kan gue mbantuin
nyari, tapi tar cuma buat keset lo "
" kog gitu sih ?"
" kenapa? lo jeles ? "
jawab Rury sambil masih tetap memandang monitor komputernya.
aku diam, dalam hati memang aku
jeles
ting...ada email masuk.
from :shierly@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
cc: siska@newfashion.com
subject : re : your lover
pokoknya dia ganteng banget deh
dasar oon si shierly, definisi
ganteng kan untuk tiap orang beda beda. Rury pasti akan marah marah jika dapat
jawaban seperti ini. betul saja, aku langsung mendapat email dari Rury
from :rury@newfashion.com
to : shierly@newfashion.com
cc: siska@newfashion.com
subject : re : your lover
hoi, gue minta detail! DETAIL!!!
tingginya berapa, kulitnya warna apa, rambutnya gimana? pake kacamata ga? pake
baju apa ? DETAIL non! DETAIL!!
aku langsung terbahak membaca email
dari rury, waktu dia menulis email itu dengan jelas aku mendengar ketikan tust
keybord Rury menghentak dengan keras. tawaku langsung mendapat hasil pelototan
mata dari Rury.
ting, setelah 10 menit baru ada
jawaban email dari shierly
from :shierly@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
cc: siska@newfashion.com
subject : re : your lover
tingginya 180an, kulitnya coklat,
rambutnya cepak, pake kemeja stripe kuning, kayaknya punya calvin clein.
soalnya gue pernah liat dimajalah. ga pake kacamata, matanya tajem, hidungnya
mancung.pokoknya dia ganteng banget....
aku membaca email dari shierly
sambil tersenyum, entah mengapa pikiranku melayang kembali pada gorgeous man.
---------------------
aku menghempaskan badanku ke tempat
tidurku. rasanya pegal sekali, setelah mengalami perjalanan selama 16 jam ke
Rottendort, German untuk menghadiri meeting 10 hari di head office s.Oliver.
perjalanan ke Europe seharusnya menyenangkan jika untuk berlibur tapi tidak
jika untuk bekerja!
aku mulai membereskan koperku saat
hanphoke berbunyi. Doni.
" halo"
" Cis sudah sampai dirumah
?"
" sudah"
" maaf ya aa ga bisa jemput,
tadi ada ..."
" gapapa " aku memotong
cepat
" ehm..cis blom makan kan ? aa
kesitu bawain makan malam ya...?"
" ga usah, gue mo langsung
tidur aja. cape "
" ohh..."
" udah ya.."
aku kemudian memutus pembicaraan.
rasanya cape ku sekarang menjadi double. aku harus bicara pada Doni, kami tidak
punya masa depan. dan itu harus dibicarakan, tapi tidak malam ini. malam ini
aku hanya ingin tidur...
---------------------
" wui..yang baru dateng dari
german nih...mana nih oleh olehnya " shierly langsung menghambur ke arah
ku begitu dia melihatku di kantor. aku hanya tersenyum.
" elo ini, gue aja blom naroh pantat,
lo udah nyosor minta makanan " tegurku..
" Sis, gue minta oleh oleh
" terikan Herman gembil langsung mengema di ruangan. diruanganku, dia yang
paling hobi makan.
akhirnya aku menyerah, sebelum
sampai mejaku, aku membongkar tas ku dan langsung mengeluarkan permen permen
jely untuk teman teman kantorku. 1 bungkus langsung dibawa pergi oleh shierly.
1 bungkus ku lemparkan ke pada herman, yeng dengan tepat bisa menangkap
lemparanku
" ok, gue dapet..thanks sis,
sering sering aja lo ke german " sahut Herman
aku pun meninggalkan 3 bungkus
permen jely lagi di meja Titik plus sebuah kacamata prada untuknya.
" tar dibagiin ya.." yang
langsung dijawab oleh senyum sumringah oleh Titik
" nih buat lo..." aku
melemparkan permen jely pada Rury, yang dibalas oleh
" cuma ini??? lo pelit banget
sie.." complain rury
aku hanya terbahak
" emang gue ga punya duit, jadi
harus pelit " jawabku masih diselah tawaku,melihat rury masih saja
merengut
" jatah lo ma shierly ada di
apartement. tar elo elo kudu ambil sendiri " sambung ku. baru aku melihat
cengiran di wajah Rury
" buat Bintang juga ada kan
"
" yaa..buat Bintang juga ada
"
" aduh..lo baek banget
deh.."
" dasar plin plan, barusan lo
bilang gue pelit sekarang lo bilang gue baek " pura pura aku cemberut pada
Rury yang dibalas oleh kecupan jarak jauh olehnya.
" muach.."
---------------------
" waw...gue dari kemaren emang
pengen ini " kata Shierly sambil memutar mutar badannya. aku membelikan
poncho dari wool untuknya, berlabel prada tentunya. sewaktu di german aku
mendapat kartu discont Prada dari salah satu colauge yang langsung aku habiskan
untuk membeli oleh oleh untuk teman temanku.untuk Rury aku membelikan jacket
berwarna merah bata dengan acent kancing kancing emas yang besar . Shierly,
jelas berwarna ungu, dia tergila gila pada semua yang berwarna ungu, seperti
sasha di serial OB. Bintang kubelikan baju kecil kesebelasan sepak bola german,
lengkap dengan topi dan bola kecilnya.
" kemaren lo nginep dimana
?"
" di Maritim Hotel Wurzburg.
tempatnya Oke, etnict gitu..yang jelas ada swimming poolnya.." aku
terkekeh " dan juga banyak bule cakep "
" dasar lo, katanya mo merid,
masih aja pelarak pelirik cowok laen " Shierly menyahut
" lo kemana aja di german
?"
" ga kemana mana, stuck di
office. meeting trus ampe bosen " aku mendesah, membayangkan kembali
meeting meeting yang membosankan di German.
" udah ah..ga usah mbahas
German, pusink gue mikir pendingan kerja gue blom rampung.." aku mulai
menunjukan tampang sedihku.
" oke..gimana kabar kalian
selama 10 hari gue tinggal " aku langsung bersemangat untuk membahas up
date gosip yang terjadi di kantor dan kehidupan kami, aku masih melanjutkan
" cerita di email ga seru bo , gue pengen dengan tentang cowonya Shierly
yang baru, sapa itu namanya Raul...atau Raoul...? " aku bertanya
rury hanya tersenyum " kayaknya
gue ga pantes njawab deh " dipojokan Shierly masih berputar putar, pipinya
bersemu merah
" namanya Rahul..."
" Rahul ..? kayak pemaen india
gitu ?"
" emang dia india.."
" ooo...emang ada india yang
cakep ya ? " pikiranku melayang pada jatinder, ravindra, anil dan
mukesh.mereka adalah orang orang india yang bekerja di New fashion. Jatinder
memang cakep, tapi dia terlalu kurus. kalau yang lain, tidak ada yang menarik.
Mr. Peter atasanku yang orang german
malah cakep.
" hoi..lo pasti lagi mbayangin
para india di kantor kita kan ?" tanya Rury
" ditempat kita emang ga ada
yang cakep , tapi yang ini..beneran bo...gue aja terpesona waktu ngeliatnya,
jadi pengen gue embat sendiri ..aauww..." Rury menjerit saat dicubit oleh
Shierly
" shier lo kenapa sie? "
Rury langsung beringsut kepadaku, menghindar dari cubitan shierly lagi...
" iya..iya gue tau..dia punya
lo..gue ga naksir..hoi..gue ga naksir.."
sekarang, dikamarku benar benar ramai, shierly yang mengejar Rury, dan
Rury yang bersembunyi dan menjadikan tubuhku sebagai tameng.
" aduh..kalian ini..kayak anak
kecil aja, baru 10 hari gue tinggal langsung kayak tom and jerry, ayo donk..gue
masih cape nih " sahut ku kesal, setelah itu Rury dan Shierly langsung
diam. walaupun masih besikut sikutan.
" oke, i need detail of this
story, but please behave .." kata kata anggunku lagsung mendapat pukulan
dan cubitan dari rury dan shierly. aku hanya bisa tertawa.
ternyata Rury berhasil memaksa Mr.
Pravinatan untuk mengundang Rahul untuk makan siang, yang tentunya pada makan
siang itu Shierly dan Rury juga hadir. dan dengan sedikit basa basi, mereka
mengetahui bahwa Rahul bekerja di sebuah LSM lingkungan hidup, semacam
greenpeace rupanya. Namun LSM nya hanya mengkonsentrasikan pada terumbu karang
di Indonesia. ehm..keren juga pekerjaannya.data selanjutnya yang dibutuhkan
adalah apakah Rahul masih available atau tidak ? setelah investigasi lanjut
diketahui Rahul masih belum menyanding wanita disampingnya. hal ini tentunya membuat Shierly maju pantang mundur
untuk mengejarnya.
---------------------
" baju ini bagus ga? "
" apa sih yang ga bagus kalo
dipake ma elo, Shier ?" Rury menjawab
" bajunya Ok kog, lo coba aja
" aku memberikan pendapatku, baju itu berwarna ungu ( sudah pasti ),
bermodel ball gown dengan tali tali di bahu, pungung shierly yang putih pasti
akan menjadi pusat perhatian jika dia memakainya.
sore ini kami menemani Sierly yang
ingin membeli gaun untuk pesta yang yang akan di laksanakan oleh LSM nya Rahul.
kebetulan kami ( oups, maaf ...Shierly maksudnya ) mendapatkan undangannya.
maka shierly dengan semangat 45 langsung menyerbu ke mango untuk mencari gaun
yang oke, sebelumnya dia sudah menemukan sepatu di charles and keith. aku
sendiri sudah menenteng sepatu adidas untuk fitnestku, punyaku yang lama sudah
jebol dan harus diganti.
" kalo gue pake ini cocok ga
Sis ?" tanya Rury, shierly sudah ngacir ke ruang ganti untuk mencoba gaun
ungu itu.
aku melirik ke baju satin lengan
panjang warna ecru, baju itu sederhana, hanya ada hiasan mote mote di leher dan
lengannya.
" cocok aja, lo jadi keliatan
feminin " sahutku jujur " lo coba aja " aku membalikan badanku
untuk melihat sebuah rok lilin, warna hijau lumut. tiba tiba aku merasa
lenganku diremas.
" auw..sakit...Rur, elo kenapa
sih ?" aku berusaha melepas remasan tangan rury, tapi remasan itu malah
bertambah erat.
" Rur..sakit nih.." aku
memandang Rury berusaha agar dia mau melepaskan lenganku. tapi aku baru
menyadari bahwa tatapan Rury tidak padaku.
" Rur...elo kenapa sie "
aku mulai bertanya pelan sambil mencari tahu apa yang dipandang oleh Rury.
hingga aku sadar bahwa disitu Rury tengah memandang pasangan yang sedang
memilih baju. wanita itu mengunakan celana hipster, hingga laki laki itu tampak
mesra memeluk si wanita di pinggulnya. si wanita, tampak sedang memilih baju
dan meminta pendapat si laki laki " ah, paling cuma cewek matre "
pikirku yang tidak terucap pada Rury.
" Rur..elo kenapa sih? "
" hai..hai...gimana? gue cakep
ga ?" tiba tiba shierly datang menghampiri dengan memamerkan baju ungunya,
teriakan shierly membuat pasangan itu memandang pada kami. rury masih diam
" ehm..bagus..bagus kog Shier
.." aku menyikut Rury, berharap dia juga menimpali dengan pernyataan yang
sama. tapi tak ada suara
" Rury..." aku mendengar
suara laki laki itu, dia kemudian berjalan menuju ke arah kami.
" Rury...wow..look at you, you
looks so pretty.." ujar laki laki itu. kemudian laki laki itu melihat
kearah aku dan shierly
" oh, lagi shopping ya..that
dress look good on you " pujinya pada shierly, yang dijawab oleh Shierly
malu malu
" thank you "
" saya Arif " ujarnya
sambil menjulurkan tangannya.
" Shierly "
" Siska " aku menjabat
tangannya, besar, kokoh dan hangat. laki laki ini lumayan juga.
" yang.." suara mendesah
dari wanita yang tadi bersama lagi laki itu membuatku ingin muntah. "
bener bener type cewek matre nih " pikirku lagi yang jelas tidak kuucapkan
" yayang dah dapet bajunya
nih..pulang yuuk..yayang dah cape..." lanjutnya manja, sambil bergelayut
manja di lengan Arif.
" ehm.." si Arif rupanya
serba salah, Rury masih diam memandang Arif tanpa kedip.
" well, sepertinya saya harus
pulang duluan. ehm..kalian ..selamat shopping saja. Rur..i'm glad you okey..can
we see again ?" tanyanya kikuk
" yaang..ayuuk..." wanita
itu benar benar tidak sabaran, dia mulai mengeret si arif, dan akhirnya arif
hanya bisa melambai kepada kami. setelah hening selama hampir 3 menit, pandang
pandangan dengan shierly. akhirnya aku membuka muluku dengan perlahan "
itu siapa Rur "
Shierly masih memegang gaunnya dan
telah berputar 2 kali saat Rury menjawab
" mantan suamiku "
saat cinta itu hilang dan membuat
luka
bisakah luka itu hilang, biar sudah
menunggu hingga 100 tahun?
---------------------
" aku tidak bisa menikah
denganmu"
aku bertemu dengan Doni keesokan
harinya. cincin pertunangan itu kuletakan di meja. selama di German aku telah
berpikir mantap akan hubungan kami. dan aku tahu, bahwa tidak ada masa depan.
melanjutkan permainan ini hanya akan membuat Doni dan aku bertambah sakit.
" cis..apa maksud lo ?"
Doni meraih tanganku yang dengan cepat ku tepis
" gue udah mikirin ini, dan gue
tau, gue sadar...hubungan kita ga punya masa depan " ujarku mantap.
" cis..ini cuma kepanikan lo
karena menghadapi pernikahan kita, kita bahas ini bersama...kita pasti akan
...menemukan jalan keluarnya.." suara Doni mulai terdengar panik
" cis..i love you..you know
that...i will do anything..anything..just for you "
di McCafe, lagu i do it for you
melantun pelan
" Don...let me explain..gue
merasa ga bahagia..bagaimana gue bisa membuat lo bahagia " aku menarik
nafas " lo tidak perlu melakukan apa apa, gue yang salah..gue yang gak
bisa ngerti..untuk menikah gue tahu itu butuh pengertian kepada pasangan, dan
saat ini gue masih belum punya pengertian itu..."
" Cis..lo ga butuh untuk
ngertiin aa, tinggal bilang Cis cis pengen apa..aa yang bakal ngertiin buat Cis
cis, kalo cis cis ingin aa berubah, tinggal bilang bagian mana yang harus
diubah, please Cis...dont leave me..." hatiku sakit, demi Tuhan, aku bukan
nenek lampir, aku punya hati dan melihat Doni meratap dihadapanku itu membuatku
luluh. tapi aku tahu, hubungan ini tidak akan berhasil. aku mulai bisa
merasakan bagaimana perasaan Rangga, adikku saat dia ingin bercerai.
" Don...dont make it hard for
me..." aku mulai memohon " perasaanku kepadamu, hanya sebagai
sahabat...aku tidak merasakan ..you know..butterfly in your stomach..cintaku
padamu, bagiku datar..dan aku takut bila kita menikah...hubungan kita akan
hambar."
" cis.."
" please, let me talk..."
aku memohon pada Doni untuk diberi kesempatan bicara, aku harus membahas semua
perasaanku. aku tak ingin Doni berpikir aku adalah perempuan yang suka
mempermainkan laki laki.
" gue salah, waktu kita bertemu
gue pikir gue bisa mengubah perasaan gue...even after you met my
parents..God..you are so nice, i dont want to hurt you " aku merasa sangat
sulit berkata " tapi ternyata gue ga bisa, dan yang terjadi, gue merasa
sesak dengan hubungan kita. please understand " aku memohon, kupandang
Doni. malam ini dia sebenarnya cakep, dengan kaos putih dan celana jeans.
rambutnya baru dicukur, dia terlihat sangat rapi tapi casual.
" i think, you only need some
times...aa tahu, hubungan kita sangat cepat " Doni tersenyum, aku tak
percaya betapa dia memiliki pengertian yang sangat banyak "mungkin kita
jalanin ini pelan pelan saja dulu, pernikahan biar kita bahas lain waktu saja..
ya ?" dan disitu aku merasakan tangan kokoh Doni membelai wajahku.
menyentuh bibirku, aku hanya terdiam tapi hatiku menangis.
---------------------
pesta itu berlangsung ramai walau tidak
banyak orang yang diundang, kapasitas di cafe dedauan bogor menjadi contrain
hingga hanya orang orang tertentu yang diundang. khusus untuk malam ini,
rupanya cafe dedaunan telah dibooking oleh LSM tempat Rahul bekerja. pesona
kebun raya bogor rupanya menjadi daya tarik di pesta ini, apalagi di saat malam
dan obeor di sekeling cafe dedaunan di nyalaakan. tempat ini sunguh romantis.
Aku menyengol Rury " gue
kedinginan ne.." badanku mulai mengigil. aku berangkat ke pesta ini
bersama rury, shierly tentunya bareng dengan si Rahul.
" salah lo sendiri, pake baju
black less gitu " tuduh rury
" haah...mana gue tau kalo
malem ini bakal dingin banget " , malam ini aku memang menggunakan baju
Prada yang kemarin ku beli di German. gaun selutut dengan waterfall di dada dan
back less tentunya. warna, tentu saja merah.sementara Rury menggunakan terusan
lengan panjang selutut dengan accent mote mote, diperutnya. dia terlihat
cantik.
" bogor githu loh...ya pasti
dingin lah..elo ini orang bogor bukan sie? " tuduh rury tajam
" kejem banget sie loh..."
dan aku akhirnya memilih menuju counter makanan di pinggir cafe.
saat aku sedang memilih antara
porjetius dan pisang bakar, aku merasakan sentuhan di bahuku
" sis.." ah, Shierly
rupanya
" napa Shier?" aku
membalikan badanku sambil memasukan sepotong portejius kedalam mulutku. dan aku
terpaku
" ini gue mo ngenalin
Rahul..Rahul..this is Siska, she's my best friend " Sheirly mengenalkan
sambil memeluk lengan Rahul. Rahul tersenyum. Ada lesung pipit di sebelah kiri.
goergeus man.
akhirnya kutemukan
cinta yang membara di hati
hari ini dan esok,
engkau tak akan kulepas lagi...
jika cinta membuat buta, maka aku
rela berjalan dikegelapan bersamamu
---------------------
" ibu ga ngerti..ibu ga
ngerti..hu..hu.."
di situ, ibuku mulai memainkan drama
kehidupan sebagai seorag ibu yang telah gagal mendidik anak. aku dan rangga
hanya diam duduk di kursi pesakitan kami,
adikku yang satu lagi Teguh, duduk dipojokan sambil merokok berusaha
tidak terlibat pembicaraan. bapakku duduk disamping ibuku, berusaha menenangkan
beliau. kabar perceraian rangga dan pembatalan pernikahanku malah tidak membuat
jantung bapak kumat, hanya membuat histeris ibu kami.
" malu
ibu..malu..huu..hu..."
aku dan rangga masih diam
" semua sodara, tetangga sudah
tau kakak akan menikah, sekarang malah dibatalin ..huu..huu.." kemarin
Doni datang bersama orang tua nya, membicarakan untuk menunda, sekali lagi
menunda..bukan pembatalan. dari pihak Doni, memandang bahwa hubunganku dan Doni
masih terlalu prematur dan masih membutuhkan waktu untuk penjajakan. aku tak
tahu bagaimana Doni bisa menjelaskan
begitu baik kepada orang tuanya, hingga mereka bisa begitu lapang dada menerima
keputusan ini.sementara aku, untuk menjelaskan kepada ibuku, aku mati kutu!!!!
" sekarang Rangga..huu...hu...."
Rangga hanya diam. kemarin juga
talaknya sudah disetujui pengadilan agama. Rangga resmi bercerai. kami berdua
sekarang benar benar mati kutu dihadapan orang tua kami. kami merasa sebagai
anak yang durhaka.
Malam itu terasa panjang sekali bagiku...tangisan
Ibuku, ceramah bapak tentang kehidupan
pernikahan, seakan menjadi slow motion movie bagiku. dan aku teringat goergeus
man. Rahul.
---------------------
" lo keliatan ga semangat
banget " tegur Rury, keesokan harinya
" biasa, habis pulang Bogor
" aku mendesah
" loh, kenapa? urusan
pernikahan lo ? biasa..emang kalo mo jadi penganten, ribet ma banyak
urusan..sabar aja " aku lupa, aku belum memberitahu Rury kalau aku telah
membatalkan pernikahanku.
" gue ga jadi merid"
" apa ?" tanya Rury oon sambil
memandang layar komputernya
" gue bilang, gue ga jadi merid
"
" WHAAATTT? "
" lo ga usah heboh gitu napa?
" aku mulai mengcomplain
" kog, gitu ? kapan lo cancel ?
lo ngomong ma nyokap lo ? Doni gimana ?"
" hoi..atu atu donk nanyanya ?
"
" ehm..ehm..." shit!!! Mr.
Peter ternyata disampingku
" how's your weekend Siska ?
"
" eh, fine sir.." aku
serba salah, sepertinya aku terlalu heboh dengan Rury. sampai tidak sadar ad
Mr. Peter di sampingku.
" good, i bet your weekend also
great Rury " Mr. Peter tersenyum, sumpeh dia cakep deh " then i know
why you both looks so energic today " lanjut Mr. Peter. dia masih juga
cakep biarpun dia mengcomplain kami." ok then..continue your work "
dan berlalulah Mr. Peter dari hadapan kami. aku dan Rury hanya bisa tersenyum
kikuk. punya bos cakep emang bikin serba salah. kemarin saja waktu di german,
jantungku terus terusan dag dig dug waktu bersamanya. sialnya, kemarin dia
membawa serta istrinya yang asli orang german!
" via email!!" kata kata
Rury mengagetkanku
ting..email masuk
from : rury@newfashion.com
to : siska@newfashion.com
subject : doni
maksud lo ?????
sialan. Rury ternyata tidak mau
menyerah untukmendapakan informasi ini. akhirnya aku membalas
from : siska@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
subject : re : doni
ga ada maksud apa apa. kan gue dulu
dah bilang, gue ga bisa ama doni. jadi gue cancel nikah
from : rury@newfashion.com
to : siska@newfashion.com
subject : re : doni
bego lo!!! kapan lagi lo bisa punya
suami sebaek doni ??? dia tuh cocok buat lo. gue pikir yag kemaren, itu cuma
sindrom lo takut merid aja. otak lo kudu dioperasi biar bener tuh
aku langsung memberikan pelotonanku
ke pada Rury begitu membaca balasan Rury. tega banget.
from : siska@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
subject : re : doni
tega banget lo. gue kan sahabat lo.
harusnya lo dukung gue donk. kenapa lo nyalahin gue. emang lo rela kalo gue
nikah tapi ga bahagia?
from : rury@newfashion.com
to : siska@newfashion.com
subject : re : doni
karena gue sahabat lo, makanya gue
ngingetin lo biar lo ga bikin kesalahan. gue bisa tau mana cowok yang bener apa
ga. inget gue udah pengalaman. dan menurut gue, doni tuh cowok yang baek
banget. lo bakal rugi kalo lo keilangan dia!!!!
from : siska@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
subject : re : doni
gue udah mikirin mateng mateng ampe
bosok. gue ga bisa nikah ma doni dan membayangkan kehidupan gue bersama dia. i
have no future with him!!!
from : rury@newfashion.com
to : siska@newfashion.com
subject : re : doni
ada cowok laen ?
pertanyan Rury langsung menohok
perutku. pikiranku melayang ke Rahul.
from : siska@newfashion.com
to : rury@newfashion.com
subject : re : doni
ga ada!! suer, ga ada cowok.
semenjak gue ma Doni, gue insyaf. tapi mungkin itu yang bikin gue yang bisa
melanjutkan hidup ma doni. hubungan kami menjadi datar, ga ada gairah.
aku mengutip kata kata Rangga,
mengenai hubungannya dengan Ika.
from : rury@newfashion.com
to : siska@newfashion.com
subject : re : doni
gue ga percaya
that's it. end conversation.
---------------------
" you like your tea ? that's
indian tea..."
" ehm..i like it.."
sahutku sambil menyeruput teh itu. wanginya enak, seperti teh melati. tapi
dengan pemandangan di depanku membuat apapun akan menjadi enak.
setelah beberapa kali menemani
Shierly bertemu dengan Rahul, kuputuskan untuk memulai hubungan sendiri dengan
Rahul. awalnya hanya sebatas email ketertarikan akan raffting. aku memang hobi
olah raga air apalagi raffting yang sangat memacu adrenalin. sementara kedua
sahabatku malah anti untuk menyentuh air. shierly suka olah raga, tapi pernah
trauma tengelam. maka dia dengan rela mengenalkanku dan mengijinkanku untuk
bersama Rahul mencoba arus liar milik adji massaid. dari acara raftting, kami
melanjutkannya dengan lunch dan dinner. malam ini kami dinner di sebuah rumah
makan india di Shah Jahan Restaurant di jalan Sudirman.makanannya spicy, jelas
berbeda dengan makanan sunda. but i like it, oups..maksudnya, i have to like
it. ada music india, aku tidak tahu judulnya. tapi yang dulunya aku pembenci music
ataupun film india, semenjak mengenal Rahul. aku rajin menonton ataupun sekedar
mendengarkan lagu lagunya.
" minggu depan kita ke bandung
"
" eh, apa ? "
" ke bandung "
" ngapain ke bandung " aku
merasa aku telah melontarkan pertanyaan yang bodoh
" heem...you said that you want
to go to strawberry garden at bandung...so we go to bandung then "
o my God, aku lupa kemarin saat kami
makan ice cream di cafe strawberry aku mencetus ingin makan strawbery yang
banyak, strawbery segar yang masih ada di pohonnya. aku tidak menyangka Rahul
masih menginggatnya.
" ooo "
" why, you looks not interest ?"
" gaa..bukan ga
interest...cuma, bukannya minggu depan you have appoitment with shierly ?"
aku sakit saat menyebut nama Shierly. dia tidak tahu hubungan kami, aku merasa
begitu jahat telah membohongi shierly.tapi untuk mengaku kepadanya aku jauh
lebih tidak berani. apalagi jika hubungan ini sampai diketahui rury, bisa mati
aku digantung oleh orang batak itu.
" oo..that.." Rahul hanya
tersenyum, seperti tidak terbebani oleh pertanyaanku " i will cancel with
shierly "
' oohh..no..no you cant cancel with
shierly " dengan cepat aku menjawab. aku tahu, Shierly telah mati matian
mempersiapkan kencannya dengan Rahul untuk minggu depan.mereka akan menghadiri
pernikahan sepupu Shierly. akupun mendapat undangannya. kalau aku, akan datang
bersama Rury dan juga Bintang.
" heem..." Rahul hanya
tersenyum. God, he so gorgous. dia adalah type idamanku. dengan ke-gorgous-nya
dan kekalemannya, menjadikan dia berkharisma. aku merasa melihat kombinasi
kharisma Aleksanrd Petrovsky dan ketampanan Big, para pacar Carrie Bradshaw di
Sex and the City. bersama Rahul, aku merasa memasuki dunia 1001malam.
" next time aja yah.." aku
berkata, kusentuh tangannya. dia membalasnya dengan mengengam tanganku erat.
aku merasa di surga.
" if you said so..."
malam itu Rahul hanya mengantarkanku
ke appartemenku, dia mencium keningku dan mengatakan " sweet dream my
sweetheart..." oh, i want to fly!!! he's so romantic tapi terkadang Rahul
masih suka menyindirku tentang kejadian pertama kali kami bertemu, dimana saat
itu aku begitu jual mahal untuk diantarkannya. aku tidak menyangka Rahul masih
mengingatnya, ternyata bukan hanya aku yang memikirkan perjumpaan itu.
cinta yang terlarang,
justru menantang
membuat terbang melayang
---------------------
acara pernikahan sepupu shierly
didekorasi oleh warna emas membuatnya terlihat elegan dan mewah, seluruh
ruangan di ballroom hotel Nikko penuh oleh semua orang. sesak dan hiruk pikuk.
aku kehilangan Rury yang tadi menghilang mencari makanan. sementara Bintang
tampak nyaman dalam pelukanku.
" cute baby.."
" only the baby...? "
aku menjawab sambil membalikkan
badanku, hingga kami saling berhadapan.
" you are the most..."
jarinya menyentuh bibirku, aku merasakan seluruh darahku naik..." cute
women that i ever seen " lanjutnya sambil berbisik di telingaku. aku
merasa pipiku bersemu merah,..kenapa Rahul bisa menggombal seperti ini, dan
kenapa aku justru menikmatinya.
hari ini penampilanku bisa dikatakan
extravaganza, aku juga tak mau kalah dengan Shierly. kemarin aku memesan kebaya
di anne avanti khusus untuk pernikahan ini. aku sampai memesan sepatu jimmy cho
kepada adikku teguh saat dia ke singapore. untuk ini pula aku menjalani facial
dan perawatan tubuh full selama 1 hari penuh. intinya aku siap tempur.
sayangnya Rahul melihatku disaat aku harus mengendong Bintang.
" i never know that you have a
baby..."
" well, you know nothing about
me, honeybunny..."
" you never let me to
know.."
aku hanya tersenyum, beberapa kali kami
keluar ( aku tidak mau mengatakan kencan ), tapi Rahul belum pernah sekalipun
memasuki apartementku. entah mengapa, untuk Rahul aku merasa harus bermain
tarik ulur lebih lama.
" i want to know you better,
give me a change. ok ? " bisiknya, dan dia berlalu menemui Shierly yang
dari tadi celingukan mencarinya. aku hanya diam, melihatnya berlalu dan melihat
Rury kembali membawa es puding.
" Sis, tadi gue ketemu ma orang
?"
" orang sapa ?" tanyaku
tak bersemangat.
" mantan gue "
aku mulai terjaga, wow..aku harus
mendengarkan Rury nih...sewaktu kami bertemu dengan mantannya di Mango, selama
3 hari setelahnya Rury tidak masuk ke kantor, tidak mau makan dan minum,
kerjanya hanya menangis. effect betemu mantan memang menyakitkan, apalagi jika
bertemu mantan disaat dia mengandeng pasangan baru, sementara kita masih
single. tapi kali ini Rury bercerita dengan datar sambil menyuapkan es poding
ke Bintang yang masih juga ku gendong.
" trus.." tanyaku pelan,
hati hati...
" dia pengen balik"
" what ?"
" tadi dia liat gue waktu
ngendong Bintang. dia pengen punya anak, tapi hasil test bilang dia mandul.
so..dia pengen Bintang jadi anaknya"
" eits..bentar dulu...dia
pengen balik karena dia masih cinta ma lo or karena ada Bintang ?"
Rury tidak menjawab, hanya
mengangkat bahunya.
" elo dah gede Rur..bisa ambil
keputusan sendiri lah. gue mah, ndukung elo aja apapan keputusan lo "
dalam hati aku ingin lanjut berkata " tapi gue ga rela kalo lo balik lagi
ma mantan lo ".
diam, hingga kami melihat Doni di
sela sela kerumunan orang. kenapa hari ini harus banyak sekali pertemuan ?
---------------------
" bapak Ibu baek kan ?"
" baek "
" rangga jadi bercerai?"
" iya "
" teguh katanya buka factory
outlet di cinere ya ?"
" iya "
" mudah mudahan sukses ya
"
" makasih "
pembicaraan kami sepertinya tidak
berkembang. garing. tapi ini lebih baik ketimbang kami harus membicarakan hal
hal yang menjurus.
" Cis cis...baek baek aja kan
?"
" baek "
" aa senang lihat Cis cis
tadi...apalagi saat ngendong Bintang..."
oke, ini mulai menjurus...
" ehm..udah malam, ngendong
Bintang ternyata bikin pegel"
berharap kata kataku bisa mengusir
Doni dari apartementku. tadi sehabis acara nikahan sepupunya Shierly. Doni
berbaik hari mengantarkan aku dan Rury.
" pegel ya ?..mau aa pijitin
?"
aduh..rupanya dia ga sadar!!!
" ga usah, nanti mo minum tolak
angin aja trus langsung bobo aja.."
" oh..kalau gitu aa pulang
saja, biar Cis cis bisa istirahat..." ujarnya sambil beranjak dari sofa
nyamanku berwarna pingky yang aku beli ditemani Doni.
di penghujung pintu, Doni mencium
tanganku, tersenyum dan pergi...aku merasa sangat lelah, lelah telah menyakiti
Doni.
aku sedang berusaha melepas kebayaku
saat kudengar bel apartementku berbunyi, pasti Doni ketinggalan kunci mobil or
dompet di tempatku...sambil tegopoh gopoh aku menuju pintu, dan disana ada
Rahul.
datang dan bawa aku
dalam mimpimu, dekap aku dan jangan
pernah lepaskan
---------------------
to : 081807001234
from : 081310019190
morning, sweetz..miz u a this rate
of second
aku tersenyum, rasanya hari ini
sangat indah. terbangun oleh sms dari seorang yang mengisi mimpi, seakan
langsung menjadikan bahan bakar premix dalam diriku bekerja. Rahul seorang
pengombal, i know that. but i enjoy it...
" kenapa lo senyum senyum?
"
" shier....eh..gapapa kog..lagi
baca junk mail aja.." sahutku ngeles karena kaget, tumben tumbennya hari
senin pagi shierly datang ke mejaku dan Rury.
" lo, kenapa manyun
gitu..?" rury dari balik komputernya bertanya sambil sibuk mengaduk
coffenya. harum kopi terasa buat aku kepengen.
" gapapa..." kali ini
shierly langsung duduk di mejaku,
" hoi..tuh meja bakal roboh
kalo lo dudukin..." tegurku...tapi shierly tetap diem.
" lo kenapa sie? tampang lo tuh
ga bisa boong kalo lo lagi ada masalah " tuduh Rury, sambil mencelupkan
ckrakers ke kopinya. aku hanya ngeces.
" Rur, bagi makanannya
deh." akhirnya aku tidak tahan melihat Rury begitu nyaman sarapan pagi di
kantor.
shierly berbaek hati mengambilkan
crakers..1 potong untukku, 1 lagi diambil olehnya.
" kayaknya Rahul punya cewek
laen deh "
" hik.." aku keselek, buru
buru aku mengapai mencari air minumku, lagi lagi shierly berbaek hati
mengambilkannya.
" lo serius..? tau dari mana lo
?" tanya Rury antusias
" kemaren dia ga dateng
ketempatku, setelah acara nikahan dia langsung pulang. hari minggu handphonenya
ga aktif. gue dateng ke apartementnya pas minggu malam..kosong ga ada orang.
kata penjaga gedungnya, dari sabtu Rahul ga balik, pagi ini gue sms dia ga
dibales..padahal reportnya udah nyampe" cerita Shierly pelan
" mungkin dia lagi sibuk...lo
positif thinking aja " hibur Rury, sambil menepuk nepuk punggung shierly
" tapi..ga biasanya dia kayak
gitu...gue udah jalan ma dia 3 bulan, gue udah berharap banyak ma dia..gue
..gue..hiks..hiks..." dan disitu pertahanan diri shierly runtuh..tersedu
dihadapanku. Titik yang akan memberikan laporan, langsung mencancel
kedatangannya di mejaku.aku berdiri dan memeluknya, tak ada kata yang bisa aku
katakan, aku tak bisa memberikan satu patah katapun untuk menghiburnya.
bagaimana bisa, mengingat kenyataan sabtu dan minggu ini telah Rahul habiskan
untukku.
---------------------
aku merasa tidak enak. tapi cinta
itu seperti candu, membuat ingin dan ingin selalu. sudah hampir 1 minggu aku
tidak menghubungi Rahul semenjak kejadian shierly curhat. aku merasa takut,
tapi aku munafik jika mengatakan aku tidak rindu. dari tadi aku hanya memutari
apartement dengan handphone di tanganku, rasanya ingin segera membalas sms dan
menelponnya.berkali kali rahul menelpon dan mengirimkan sms. semuanya tidak ada
yang ku angkat dan ku reply.setiap kali hendak ku angkat telpon dari Rahul,
bayangan Shierly menangis terus menghantuiku.
aku memang suka bermain laki laki,
tapi baru kali ini aku menghianati sahabatku sendiri. sewaktu dengan Maikel,
aku tak tahu jika dia telah menikah, maka aku tidak merasa menjadi selingkuhan,
tapi dengan Rahul, aku dari awal telah tahu dia telah bersama sahabatku
Sheirly.hubungan yang aku jalani bersama Rahul, membuatku menjadi wanita yang
paling kejam di dunia.
aku masih berputar putar di
apartementku, saat handphone ku berbunyi. Doni. entah mengapa saat itu aku
begitu ingin menjawabnya.
---------------------
" ehm..ada yang CLBK ne.."
aku tersenyum mendengar teguran rury
" sapa juga yang CLBK "
sahutku
" ooo, berarti yang kemaren gue
temuin di Shanghai launge bukan lo ya? yang sama Doni itu loh..? " tanya
Rury sambil nyengir
" alah..elo juga lagi ngedate
kan ? " tuduhku ga mau kalah, aslinya aku telah kalah karena sabtu kemarin
Rury memergoki aku sedang dinner dengan Doni, padahal kemarin sehabis Doni
mengantarkanku pulang di nikahan sepupunya Shierly aku bilang pada Rury bahwa
aku tidak mau bertemu dengan Doni lagi.
" emang gue ngedate "
jawab Rury bangga. sialan, memang dari kemarin Rury bilang dia bertemu dengan
cowok dewasa di tempat penitipan anak. dan hubungan itu rupanya berlanjut
sampai dinner
" cowok lo sexy juga, kayak
Aleksandr Petrovsky" aku memang terpesona oleh tokoh di sex and the city
itu.
" udah tua maksud lo.."
rury langsung cemberut
" dia keliatan dewasa
banget.." jawabku jujur
" ya iya lah..umurnya udah 53
tahun, dia di penitipan anak buat ngurus cucunya. lo bayangin aja, cucu..dia
udah punya cucu...!! '
" iya, kemaren lo udah
cerita..." cowok barunya Rury adalah duda berusia 53 tahun, anaknya 1
berumur 22 tahun dimana anaknya juga sudah punya anak berusia 4 bulan.mantan
istrinya masih ada, cuma tinggal di australia bersama suami barunya.
tapi aku bahagia, melihat Rury
begitu bahagia.aku berharap dengan yang ini, hubungan Rury bisa langeng.
" waktu hari minggu gue maen ma
Shierly " cetus Rury
" oya...kog gue ga di
ajak..?" hari minggu aku memutuskan pulang bogor
" elo kan mudik "
" hehehe, iya sih.." aku
tertawa, kemarin saat pulang ke bogor aku merasa nyaman sekali, apalagi dengan
Doni mengantar dan menjemputku.
" si Rahul kayaknya ga bener tuh..."
oups..aku diam
" Shierly udah nangis nangis
bombay dari kemaren, hari ini dia ga dateng..dia pulang ke ortunya di
bandung"
aku masih diam
" gue ga habis pikir aja, emang
sih orang seganteng Rahul ga mungkin kalo ga punya pengemar, tapi lo liat
donk..Shierly..Shierly..kurang apa coba? cuma cowok goblok yang mau ngelepasin
Shierly!!! " kata Rury berapi api
" harusnya Rahul itu bisa
mikir, rugi dia ma cewek laen kalo dia bisa ma Shierly " nafas Rury sampai
tersengal sengal.
" emang Rahul ga hubungin Shierly
lagi ?" tanyaku pelan
" masih ..masih sih, kalo
shierly yang hubungin duluan! cowok ga benar kan ? padahal shierly udah
ngenalin ke seluruh keluarganya pas dinikahan sepupunya itu.ga bertanggung
jawab banget tuh cowok !! '
aku diam, tidak bisa memberi komentar.
---------------------
from :rahul@yahoo.com
to : siska@newfashion.com
subject : i miss u
what makes some people dearer is not
just the happiness that you feel when you meet them, but the pain you feel when
you miss them? miss you..really miss you sweetz...
jantungku serasa berhenti berdetak
saat membaca email tersebut.
from : siska@newfashion.com
to :
rahul@yahoo.com
subject : re : i miss u
do you always say this words to all
the girls that you know?
from :rahul@yahoo.com
to : siska@newfashion.com
subject : re: i miss u
no. only with you
gombal!!!
from : siska@newfashion.com
to :
rahul@yahoo.com
subject : re : i miss u
how about
Shierly ?
from :rahul@yahoo.com
to : siska@newfashion.com
subject : re: i miss u
what about
her ?
sialan
kenapa dia malah bertanya balik???
from : siska@newfashion.com
to :
rahul@yahoo.com
subject : re : i miss u
dont you
love her ?
hatiku
berdebar keras, menunggu jawaban dari rahul. apa yang akan dia jawab. bagaimana
jika dia bilang iya, apa yang harus aku lakukan? dan bagaimana jika dia bilang
tidak?
from :rahul@yahoo.com
to : siska@newfashion.com
subject : re: i miss u
no. i love you
that's it.
email rahul ku delete dan aku langsung berlari pulang.
---------------------
Keesokan
harinya aku menerima bunga rose warna merah. seluruh penghuni new fashion
langsung heboh. terang aja, kami adalah orang orang garment, mana ada sisi
romantisme dalam jiwa kami. di garmen yanga ada pengiriman sample, bukan
bunga.dalam kartunya tercantum pengirimnya adalah honeybunny. Rury langsung
bertanya
"
emang Doni panggilannya honeybunny ya ?"
Shierly
yang baru saja masuk, melihat bunga tersebut berkata " ah, seandainya aku
punya seseoarang yang mau mengirimi aku bunga.."
Titik dan
Mr. Peter juga berkomentar yang kurang lebih sama. semua mengatakan betapa aku
beruntung memiliki kekasih yang begitu romantis.
aku tak
berkomentar, separuh jiwaku telah melayang oleh perlakuan ini, separuh jiwaku
yang lain tepaku mati oleh semua dosa yang telah aku lakukan.
selanjutnya
yang aku lakukan mengirim sms ke nomer yang sudah ku hafal dengan cepat
to : 081310019190
from : 081807001234
thanks for
the flowers...
---------------------
" tapi
jadi aneh "
siang itu
kami makan Roku-roku di
Fatmawati. hari ini ulang tahun Shierly, dan kami merayakannya bersama Rahul
dan Bintang.
" elo
ini complain trus sih "
" gue
ga complain, cuma gue ngerasa aneh..sekarang ini dia baek banget ma gue, gue
dikasih kalung ini nih" shierly memamerkan kalung emas putih, dengan
bandul bidadari dan 3 berlian munggil. yang sudah tentu aku pilihkan saat
kemarin aku dan Rahul berkencan.
"
trus..kemaren lo complain nuduh dia punya cewek laen, sekarang dia udah baek
plus perhatian elo masih complain juga? lo gila yee? " dasar orang batak,
emang kata katanya keras. tapi itu yang membuat aku merasa nyaman dengan Rury,
dia akan selalu jujur. aku diam saja sepanjang percakapan Rury dan Shierly.
semenjak aku mengajukan prasyarat dengan Rahul, bahwa aku mau menjalani
hubungan asal dia juga tetap menjalani hubungannya dengan Shierly. Maka
hubungan dia dan Shierly menjadi baik. dan aku bahagia untuk itu..walau tidak
munafik aku terkadang cemburu.
"
ssst.., dia balik " Shierly langsung memberi kode, Rahul datang bersama
Bintang, tadi mereka melihat ikan ikan yang ada di dalam Restaurant.
" he
realy like those fish, you migth to consider to take for him ? "
"
aduh..susah kalo punya aquarium, punya bayi aja udah bikin pusing..apalagi kalo
punya ikan..ga kebayang deh.." dan disitu kami tertawa bahagia. Rahul
duduk diantara aku dan shierly, tangan kanannya mengengam tangan Shierly.
tangan kirinya ada dibawah meja, menyentuh pahaku.
---------------------
" pak,
saya mau jus strawbery sama pie strawberry, honeybunny..what you want to order
?"
aku
memandang sosok ganteng, pria idamanku disampingku..
"
coffe and strawberry pie "
" kog
coffe sie? kan kita lagi di kebun strawbery...?" ujarku protes
"
memang kenapa? i can take you juice kan ?"
jawabnya, sambil merangkul bahuku.
akhirnya
kami pergi ke kebun strawbery di bandung setelah berhasil mengatakan kepada
orang tuaku bahwa aku ada acara bersama teman temanku, dan mengatakan kepada
teman temanku bahwa aku ada acara bersama orang tuaku . untuk menjalani sebuah
perselingkuhan, membutuhkan kelihaian untuk berbohong dan selama 4 bulan ini
aku semakin pandai untuk berbohong.
" cold
?" tanyanya
"
no..you already warm me.." sahutku manja, beringsut ke dalam pelukannya.
udara Bandung yang adem membuatku terus ingin berada dalam pelukannya.
rasanya aku
ingin waktu berhenti, benar benar berhenti bahkan saat mataku menatap pada
sesosok orang yang sangat kukenal di pintu masuk cafe kebun Strawberry.
Shierly.
apakah
cintamu cukup,
cukup untuk
membuatku bertahan
bertahan
untuk melepaskan masa lalu ku ?
---------------------
Komentar
Posting Komentar